Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Agustus 2026 | Banyak Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP yang berdiri di tempat yang tidak strategis, jauh dari keramaian, bahkan sulit untuk diakses.
Plot twist-nya, pemilihan lokasi KDMP yang tidak biasa itu diduga dilakukan oleh Kepala Desa dan warga Desa, sebagai bentuk protes karena dana desa dipotong hampir 60 persen untuk proyek koperasi tersebut.
Hal ini disampaikan Farid Gaban, jurnalis senior dan aktivis Indonesia, berdasarkan hasil wawancaranya dengan beberapa Kepala Desa dan pengurus KDMP.
“Alih-alih mendukung, aparat dan warga desa justru sinis kepada proyek KDMP itu, yang top-down dan tidak demokratis. Lemah sekali ownership (rasa memiliki) warga desa kepada proyek itu,” tulis Farid di media sosial.
Menurut dia, aparat Desa tidak bisa secara terbuka menentang proyek itu.
“Mereka sendiri ragu proyek ini akan bertahan lama karena terlalu dipaksa seragam, minim partisipasi dan inisiatif lokal,” ungkapnya.
Bahkan, diketahui Kepala Desa sudah mengantisipasi kemungkinan bangunan gerai mangkrak. Ada yang siap menjadikannya sebagai lapangan padel atau futsal, kandang sapi, bahkan gudang Desa.(Rls/Kendil)














