Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Agustus 2026 | Klaim Presiden Prabowo Subianto soal penghasilan pengemudi ojek online (ojol) yang disebut naik hingga tiga kali lipat menuai kritik dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI).
Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa pendapatan pengemudi ojol meningkat dua hingga tiga kali lipat setelah pemerintah melakukan perubahan terhadap skema pembagian hasil dengan perusahaan aplikasi.
Namun, SPAI membantah klaim tersebut. Ketua SPAI Lily Pujiati menyebut kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.
Menurut SPAI, pengemudi masih menghadapi potongan yang besar dan pendapatan yang tidak mengalami lonjakan seperti yang disampaikan pemerintah. Bahkan, SPAI menyebut ada pengemudi yang pendapatannya justru mengalami penurunan.
SPAI menilai klaim kenaikan penghasilan hingga tiga kali lipat tidak mencerminkan kondisi mayoritas pengemudi ojol. Organisasi tersebut juga mendesak pemerintah memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pengemudi sebagai pekerja, bukan sekadar mengategorikan nya sebagai pelaku usaha.
Perbedaan klaim tersebut pun memunculkan sorotan: apakah kebijakan pemerintah benar-benar telah meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol, atau justru masih menyisakan persoalan besar di lapangan?.( Rls/Red)
Sumber: SPAI













