Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 September 2026 | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan. Koordinator BEM SI Kerakyatan, Satria Noval Putra Ansar, menilai kepemimpinan anak muda seharusnya tidak hanya dinilai berdasarkan usia, tetapi juga dari sikap, pemikiran, dan keberpihakan terhadap masyarakat.
Dalam tayangan YouTube Forum Aktual, Satria menyatakan bahwa apabila seorang pemimpin dinilai tidak mampu mewakili aspirasi anak muda, maka pengunduran diri dapat menjadi pilihan. Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik politik dari BEM SI Kerakyatan terhadap Gibran, bukan kesimpulan independen mengenai kinerja Wakil Presiden.
Diskusi tersebut juga membahas evaluasi terhadap dua periode pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. BEM SI Kerakyatan menyampaikan kritik terhadap kondisi demokrasi, revisi Undang-Undang KPK, persoalan etika penyelenggaraan negara, hingga proses yang berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. Penilaian mengenai dampak berbagai kebijakan tersebut merupakan posisi yang disampaikan organisasi mahasiswa tersebut.
BEM SI Kerakyatan sebelumnya juga melakukan sejumlah aksi simbolik dalam menyampaikan evaluasinya terhadap pemerintahan Jokowi, termasuk pemberian rapor merah dan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polemik ini menunjukkan bahwa peran dan kinerja pemimpin muda tetap menjadi bagian dari perdebatan publik, terutama terkait bagaimana generasi muda direpresentasikan dalam pemerintahan.
Indikator yang seharusnya digunakan masyarakat untuk menilai kinerja seorang pemimpin muda secara objektif?(Rls/Red)
Sumber: Warta Ekonomi














