Tegarnews.co.id — Kabupaten Bekasi, 26 Oktober 2026- Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, Komisi IV, Haryanto, mengunjungi SMP Negeri 1 Pebayuran, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (26/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi pihak sekolah dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya terkait kebutuhan ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Dalam kunjungan tersebut, Haryanto disambut langsung oleh Kepala SMPN 1 Pebayuran, Opo Nuryono, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan sekolah sekaligus membahas pentingnya peningkatan sarana dan prasarana demi menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kondisi ruang kelas yang rusak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Ketersediaan ruang belajar yang aman dan layak merupakan kebutuhan mendasar bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Melalui kunjungan langsung tersebut, Haryanto berupaya menyerap aspirasi sekolah agar kebutuhan infrastruktur pendidikan dapat menjadi bahan perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan penting untuk mengetahui kebutuhan nyata yang dihadapi satuan pendidikan. Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi berwenang.
Haryanto menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami siap mendorong dan memperjuangkan aspirasi pihak sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur pendidikan. Harapannya, pembangunan dan peningkatan sarana prasarana sekolah dapat segera mendapat perhatian sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih optimal,” ujar Haryanto.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang bertugas di Komisi IV, Haryanto diharapkan dapat mendorong komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan sekolah memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
Pembangunan maupun rehabilitasi ruang kelas membutuhkan pendataan kondisi bangunan, penentuan tingkat kerusakan, penyusunan skala prioritas, serta kepastian perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Karena itu, peran Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi diperlukan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas sekolah dan menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Haryanto menegaskan bahwa aspirasi dari lingkungan pendidikan perlu disampaikan melalui jalur yang tepat agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan aspirasi dari dunia pendidikan dapat tersampaikan dengan baik. Kami akan berupaya mendorong kebutuhan yang menjadi prioritas agar mendapat perhatian dari pihak terkait,” tegasnya.
Pihak SMPN 1 Pebayuran berharap komunikasi dengan wakil rakyat dapat membantu menyampaikan kebutuhan sekolah, khususnya terkait pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan.
Aspirasi tersebut diharapkan mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah sehingga kebutuhan ruang belajar yang layak dapat terpenuhi.
Masyarakat juga menantikan langkah konkret setelah penyerapan aspirasi tersebut. Kejelasan mengenai hasil evaluasi, rencana penanganan, serta mekanisme penganggaran menjadi hal penting untuk memastikan kebutuhan sekolah dapat diproses secara terukur.
Upaya peningkatan infrastruktur pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keamanan, dan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.
Kunjungan Haryanto ke SMPN 1 Pebayuran diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi. Namun, realisasi pembangunan atau rehabilitasi tetap menunggu hasil evaluasi, proses perencanaan, dan keputusan dari instansi yang berwenang.











