Rabu, Juli 29, 2026
tegarnews.co.id
Advertisement
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

Chairul Husen by Chairul Husen
14 Desember 2025
in Opini
0
Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Desember 2025| Di atas kertas, laut Indonesia seharusnya sunyi senyap dari aktivitas ekspor tambang mentah. Sejak palu kebijakan diketuk keras pada 1 Januari 2020, Presiden telah bersabda: “Hilirisasi adalah harga mati.” Sejak detik itu, haram hukumnya tanah merah mengandung nikel keluar dari gerbang Nusantara tanpa diolah di dalam negeri.

Namun, di balik meja-meja birokrasi yang dingin dan tumpukan dokumen negara yang dengan percaya diri menyatakan “Nol Ekspor”, ada sebuah “sihir” gelap yang sedang bekerja di lautan lepas.

You might also like

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

Ribuan mil di utara, di dermaga-dermaga sibuk Tiongkok, derek-derek raksasa justru bekerja lembur. Mereka tidak sedang membongkar angin. Mereka membongkar muatan nyata, berat, dan bernilai miliaran dolar: 5,3 juta ton bijih nikel dari Indonesia.

Data Pabean China mencatat kedatangan “tamu agung” dari Indonesia ini dengan tinta tebal pada periode pelarangan (2020-2022). Sementara di Jakarta, data Bea Cukai dan BPS kita bersih tak bernoda. Seolah-olah 5 juta ton tanah di Sulawesi atau Halmahera lenyap ditelan bumi, lalu bim salabim, muncul kembali secara ajaib di pelabuhan China.

Ini bukan sekadar selisih angka desimal akibat salah ketik. Ini bukan penyelundupan satu koper berlian yang bisa disembunyikan di balik jaket tebal di bandara.

“Kita sedang berbicara tentang 5 juta ton.

Untuk memindahkan volume tanah dan batu sebesar itu, dibutuhkan armada kapal tongkang dan mother vessel yang berbaris bak semut raksasa di lautan. Dibutuhkan ribuan ritase truk yang meraung-raung di jalan tambang siang dan malam. Dibutuhkan aktivitas bongkar muat kolosal yang mustahil tidak terlihat oleh mata telanjang, apalagi oleh satelit, radar, dan sistem pengawasan negara. Lantas, pertanyaan besarnya: Bagaimana konvoi raksasa ini bisa berubah menjadi “Armada Hantu”?

Apakah mata sistem pengawasan kita yang mendadak rabun, atau ada “tangan-tangan tak terlihat” yang memiliki kunci cadangan untuk membukakan pintu belakang negara ini selebar-lebarnya?

Di saat rakyat dininabobokan dengan janji kemakmuran dari nilai tambah hilirisasi, kekayaan alam mereka justru bocor deras bak air bah. Negara bukan sekadar kecolongan; negara sedang dirampok di siang bolong, tepat di depan hidung para penjaganya. Triliunan rupiah dari royalti dan pajak yang seharusnya membangun sekolah, jalan, dan rumah sakit, kini menguap menjadi asap industri di negeri orang. Tanah kita berpindah, namun uangnya tak pernah singgah.

Namun, kengerian yang sesungguhnya bukanlah pada hilangnya tanah itu, melainkan pada realitas siapa yang memindahkannya dan bagaimana negara memperlakukan mereka.

Ini bukan kasus pencurian ayam yang pelakunya bersembunyi ketakutan di kegelapan. Di balik operasi penyelundupan kolosal ini, nama-nama “pemain” sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di lingkaran kekuasaan. Inisial demi inisial, korporasi demi korporasi, sempat disebut-sebut dalam ruang rapat dengar pendapat parlemen hingga bocoran dokumen investigasi. Jejak aliran barang seolah sudah terpampang nyata.

Tapi, lihatlah apa yang terjadi kemudian: Hening.

Mereka adalah golongan The Untouchables. Para aktor yang seolah memiliki jubah gaib kekebalan hukum. Bagi kelompok elite ini, hukum di negeri ini bukanlah pedang bermata dua yang adil, melainkan plastisin lunak yang bisa dibentuk, ditekuk, dan dipermainkan sesuai kepentingan bisnis mereka.

Ketika nama mereka disebut, alih-alih borgol yang mendekat, justru lobi-lobi tingkat tinggi yang bekerja senyap. Kasus yang seharusnya meledak dahsyat mengguncang istana, perlahan diredam menjadi letupan kecil, lalu lenyap tertiup angin politik.

Rakyat kembali dipaksa menonton sebuah pertunjukan sirkus keadilan yang menyakitkan: bagaimana para perampok kekayaan negara melenggang bebas, berdasi rapi, dan tersenyum di depan kamera. Sementara itu, hukum kita hanya terbukti tajam mengiris ke bawah, tetapi tumpul—bahkan patah berkeping-keping—saat membentur tembok tebal kekuasaan mereka.

Negeri ini sejatinya tidak kekurangan bukti untuk menyeret para penyelundup 5 juta ton nikel itu. Negeri ini hanya sedang kehabisan nyali untuk menyeret para “dewa” tersebut turun dari singgasananya.[]

Oleh: Tim Redaksi

Tags: diIndonesiaKitaLautRampok
Previous Post

Dugaan Penipuan Dana Koperasi: Oknum Mengaku Sebagai Bendahara KOPERASI ARSYA JAYA MANDIRI

Next Post

HEBOH! Istri Kepala Desa Sadeng Diduga Kriminalisasi 8 Wartawan Setelah Investigasi Ungkap Dugaan Penyulingan Oli, Emas Ilegal & Pesta Narkoba

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!
Opini

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

by Tegar News
26 Juli 2026
Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”
Opini

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

by Tegar News
20 Juli 2026
Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat
Opini

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

by Tegar News
18 Juli 2026
NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?
Opini

NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?

by Tegar News
18 Juli 2026
Kejagung Injak Rem! Kasus Febrie Eks Jampidus Cincai? Sesama Coklat Saling Melindungi
Opini

Kejagung Injak Rem! Kasus Febrie Eks Jampidus Cincai? Sesama Coklat Saling Melindungi

by Tegar News
17 Juli 2026
Next Post
HEBOH! Istri Kepala Desa Sadeng Diduga Kriminalisasi 8 Wartawan Setelah Investigasi Ungkap Dugaan Penyulingan Oli, Emas Ilegal & Pesta Narkoba

HEBOH! Istri Kepala Desa Sadeng Diduga Kriminalisasi 8 Wartawan Setelah Investigasi Ungkap Dugaan Penyulingan Oli, Emas Ilegal & Pesta Narkoba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Tim Penyidik Kejati Kalbar  Geladah Dua Lokasi, Terkait Perkara Napak Tilas & Pekerjaan di Politeknik Negeri Ketapang

Tim Penyidik Kejati Kalbar Geladah Dua Lokasi, Terkait Perkara Napak Tilas & Pekerjaan di Politeknik Negeri Ketapang

8 Desember 2025
Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Hadiri Pembukaan MPLS SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo, Sampaikan Edukasi Kamtibmas Ke Siswa Baru

Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Hadiri Pembukaan MPLS SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo, Sampaikan Edukasi Kamtibmas Ke Siswa Baru

4 Maret 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Kasus Layla Rizky Naik Status Menjadi Laporan Polisi, AKPERSI Jabar Minta Penanganan Transparan dan Profesional
Hukum

Kasus Layla Rizky Naik Status Menjadi Laporan Polisi, AKPERSI Jabar Minta Penanganan Transparan dan Profesional

28 Juli 2026
Kawasan Industri Majasari Serang Disorot: Izin Lingkungan Belum Beres, Kades Ungkap Minim Koordinasi
Info Daerah

Kawasan Industri Majasari Serang Disorot: Izin Lingkungan Belum Beres, Kades Ungkap Minim Koordinasi

28 Juli 2026
Coreng Institusi, Bareskrim Polri Akui Tangani Dugaan Kasus Narkoba yang Libatkan Anggota Polresta Tangsel
Info Publik

Coreng Institusi, Bareskrim Polri Akui Tangani Dugaan Kasus Narkoba yang Libatkan Anggota Polresta Tangsel

28 Juli 2026
Insinyur Rusia Berhasil Ciptakan Antena Radar Gaib, Meski Tanpa Berputar Namun Hasilnya Mengejutkan!
Mancanegara

Insinyur Rusia Berhasil Ciptakan Antena Radar Gaib, Meski Tanpa Berputar Namun Hasilnya Mengejutkan!

28 Juli 2026
Warga Desa Perdana Desak Penyelesaian Ganti Rugi Keramba Pasca Dugaan Tumpahan Batubara di Sungai Belayan
Info Daerah

Warga Desa Perdana Desak Penyelesaian Ganti Rugi Keramba Pasca Dugaan Tumpahan Batubara di Sungai Belayan

28 Juli 2026
Kasus Pendaki Tewas, Mahasiswa Geruduk Kemenhut Tuntut Penutupan Jalur Merbabu
Info Demo

Kasus Pendaki Tewas, Mahasiswa Geruduk Kemenhut Tuntut Penutupan Jalur Merbabu

28 Juli 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News