Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Polemik LKS Dinilai Dibesar-besarkan: Tak Ada Transaksi Sekolah, Negara Diminta Tak Diseret ke Narasi Gagal Lindungi Siswa

Polemik LKS Dinilai Dibesar-besarkan: Tak Ada Transaksi Sekolah, Negara Diminta Tak Diseret ke Narasi Gagal Lindungi Siswa

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 108
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kuningan, 25 Januari 2025| Isu distribusi Lembar Kerja Siswa (LKS) di sejumlah sekolah kembali menuai sorotan publik. Namun, upaya menarik persoalan tersebut ke dalam narasi besar bahwa negara dinilai menghindar dan tidak berpihak pada peserta didik dinilai sejumlah pihak sebagai framing berlebihan yang tidak sepenuhnya berbasis fakta lapangan.

Penelusuran terhadap mekanisme di sejumlah sekolah menunjukkan tidak ditemukan praktik jual beli LKS oleh institusi pendidikan, tidak ada keterlibatan guru maupun kepala sekolah dalam transaksi, serta tidak terdapat pengelolaan dana oleh pihak sekolah. LKS juga tidak dijadikan syarat akademik yang bersifat memaksa bagi peserta didik.

Bahkan, bagi siswa dari keluarga tidak mampu, anak yatim, serta kelompok mitra seperti LSM dan media, LKS diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk pemerataan akses belajar. Fakta ini dinilai bertolak belakang dengan tudingan komersialisasi pendidikan maupun ketidakberpihakan negara.

Ketua GIBAS Kuningan, Manap Suharnap, S.Pd, menegaskan bahwa narasi yang menyebut negara abai dalam isu LKS tidak dapat dibenarkan tanpa pembuktian adanya pelanggaran nyata.

“Kritik itu sah, tetapi negara tidak bisa serta-merta divonis tidak berpihak ketika tidak ada unsur paksaan, tidak ada transaksi oleh sekolah, dan justru ada perlindungan bagi siswa tidak mampu. Ini persoalan yang harus dibaca secara jernih,” kata Manap.

Menurutnya, dalam kerangka negara hukum, keberpihakan negara tidak selalu diwujudkan melalui pelarangan total, melainkan melalui pengaturan, pengawasan, dan pencegahan penyalahgunaan kewenangan.

“Negara hadir ketika memastikan hak belajar siswa tidak terganggu. Menarik isu teknis menjadi tuduhan kegagalan negara tanpa dasar pelanggaran yang jelas justru berisiko menyesatkan publik,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Agung Sulistio, Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) sekaligus Pemimpin Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia. Ia menilai polemik LKS harus ditempatkan secara proporsional dan tidak dibangun melalui asumsi sepihak.

“Faktanya, anak yatim, LSM, dan media justru mendapatkan LKS secara gratis. Kalau tidak ada paksaan dan tidak ada beban ekonomi bagi siswa, lalu di mana letak ketidakberpihakan negara?” tegas Agung.

Ia mengingatkan bahwa framing yang keliru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan, serta menciptakan tekanan moral yang tidak adil bagi sekolah dan tenaga pendidik.

Dalam konteks ini, kritik publik tetap dipandang penting sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, dalam negara hukum, kritik harus berdiri di atas fakta, bukan spekulasi atau tekanan opini yang mengabaikan mekanisme riil di lapangan.

Selama distribusi LKS tidak disertai paksaan, tidak dikelola oleh sekolah sebagai komoditas, serta terdapat skema perlindungan bagi siswa tidak mampu, maka narasi bahwa negara menghindar dan gagal berpihak pada peserta didik dinilai kehilangan dasar argumentatifnya.

Pendidikan, tegas para pihak, tidak boleh dijadikan arena vonis moral tanpa bukti. Negara dinilai hadir bukan dengan tunduk pada hiruk-pikuk opini, melainkan dengan memastikan sistem pendidikan berjalan adil, terkendali, dan menjamin hak belajar setiap anak bangsa.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Kabar SBI

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang HUT ke 60, Lemhanas RI Ziarah ke Makam Bung Karno, TB Ace: Lemhanas Jadi, Warisan Wujudkan Indonesia Kuat dan Maju

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 134
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bogor| Gubernur Lemhanas RI, TB Ace Hasan Syadzily beserta jajaran pimpinam Lemhanas Ri berziarah dan tabur bunga ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/5/2025). Kegiatan itu rangkaian HUT ke 60 Lemhanas RI dengan mengusung tema ‘Ketahanan Nasional Wujudkan Indonesia Maju’. Bung Karno bukan saja tokoh proklamator bersama Bung Hatta terkait Pancasila, tetapi […]

  • Berpotensi Jadi Target, Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Januari 2026| Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak, mengancam memicu konflik terbuka di kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menegaskan kesiapan Washington untuk menyerang, sementara Iran menjanjikan: “Respons yang menghancurkan” Yang akan menyasar puluhan ribu tentara AS yang tersebar di berbagai pangkalan militer di kawasan tersebut. Juru bicara militer […]

  • Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi Dari LAM Riau: Simbol Kehormatan, Amanah Moral, Dan Komitmen Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), dalam sebuah prosesi adat yang khidmat di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (12/7/2025). Dalam prosesi adat tersebut, Kapolri dikenakan tanjak sebagai tanda kehormatan, selempang yang menyimbolkan keagungan dan perlindungan, keris sebagai simbol kekuatan, serta […]

  • Kezaliman di Balik Seragam: Menggugat Dehumanisasi Imigrasi Muara Enim terhadap Keluarga Yaman

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 50
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Maret 2026 | Sebuah keluarga kecil asal Yaman, terdiri dari ayah, ibu, dan seorang bayi, kini terjebak dalam ketidakpastian hukum di Indonesia. Kantor Imigrasi Muara Enim, Sumatera Selatan, sebelumnya telah memberikan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) selama dua tahun kepada keluarga ini untuk tinggal dan berusaha di Indonesia. Namun, hanya beberapa […]

  • Kapolsek Dramaga Datangi Langsung Korban Percobaan Pelaku Yang Ingin Kuasai Barang Miliknya, Lakukan Cek TKP dan Keterangan Saksi

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 269
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolsek Dramaga Iptu Desi Triana S.H M.H di dampingi Ps. Kanit Provos Bripka M Basri, langsung cek olah TKP sekaligus mengunjungi rumah korban dari tindakan pelaku percobaan, ingin memguasai barang milik korban (15/7). Di mana kejadian tersebut pada hari Senin 14 Juli 2025 sekira pukul 23.30 WIB, di mana piket fungsi mendapat informasi dari […]

  • Kombes Pol Putu Kholis Aryana Resmi Menjadi Kapolresta Malang Kota

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 363
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Malang, 15 Januari 2026| Tongkat komando Polresta Malang Kota resmi berpindah tangan. Kombes Pol Putu Kholis Aryana kini mengemban amanah sebagai kapolresta Malang Kota, menggantikan Kombes Pol Nanang Haryono. Prosesi pisah sambut berlangsung khidmat di Mapolresta Malang Kota, Rabu (14/1/2026). Ini menandai awal babak baru kepemimpinan di tubuh Polresta Malang Kota. Untuk diketahui, nama […]

expand_less