Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 84
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Februari 2026| Presiden Prabowo Subianto membuat langkah politik mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, (30/1)

Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai “penculikan” kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan para pengeritiknya.

Hal itu dikatakan aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, salah satu tokoh yang diundang Prabowo, melalui kanal YouTube YouTuber Pejuang, (1/2).

Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya hadir membawa “mandat moral” untuk menyampaikan keresahan publik ke Prabowo.

Menurut Said Didu secara lugas ia memaparkan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan yang bertujuan merebut kembali kedaulatan rakyat.

“Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,” ujar Said Didu.

Menurut Didu, Presiden Prabowo sangat memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami kerusakan struktural karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam telah dikuasai oleh segelintir elite.

Ia bahkan menjuluki gedung parlemen bukan lagi sebagai rumah rakyat, melainkan wadah transaksi kepentingan.

“Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mal pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Oposisi Terhadap “Pagar” Presiden

Sikap politik yang diambil Said Didu usai pertemuan ini terbilang unik. Ia menegaskan bahwa gerakannya tidak akan memosisikan diri sebagai oposisi bagi figur Presiden Prabowo, melainkan terhadap kekuatan gelap di sekitar lingkaran kekuasaan yang mencoba menghalangi agenda reformasi.

“Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan,” kata Said Didu.

Ia secara spesifik menyentuh kelompok yang ia sebut sebagai “Geng SOP” atau Solo Oligarki Parcok sebagai pihak yang akan terdampak pertama kali oleh gerakan ini.

“Target kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan,” ujarnya.

Karenanya Said Didu mengajak untuk menyatukan kekuatan rakyat di seluruh Indonesia demi merebut kembali kedaulatan bangsa yang, telah lama diperjualbelikan oleh elite kekuasaan.

“Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita,” kata Said Didu.

Keterbukaan di Meja Kertanegara

Pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Said Didu. Sederet tokoh berintegritas seperti peneliti BRIN Siti Zuhro, eks Ketua KPK Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Purn Susno Duadji turut hadir.

Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Presiden Prabowo disebut mempresentasikan sendiri kebijakan strategisnya untuk percepatan perbaikan bangsa.

Diskusi berjalan dinamis, mencakup isu-isu sensitif mulai dari reformasi Polri, pemberantasan korupsi, hingga persoalan kedaulatan wilayah dan misi perdamaian di Gaza.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah inisiatif Presiden untuk mendengar masukan langsung dari mereka yang berada di barisan oposisi.

Senada dengan itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa Presiden Prabowo sama sekali tidak anti-kritik.

Melawan Hegemoni Oligarki

Said Didu menyoroti pola oligarki yang selama ini merusak tatanan negara—mulai dari memengaruhi legislasi, penguasaan konsesi tambang, hingga dominasi di sektor perbankan dan pasar modal.

Ia mengutip data bahwa sekitar 60 oligark kini menguasai kekayaan nasional di tengah meningkatnya angka kemiskinan.

“Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan,” cetusnya.

Dengan pertemuan ini, publik kini melihat peta politik baru: kolaborasi antara komitmen kekuasaan dari dalam dan tekanan moral dari luar untuk satu target yang sama, yakni menumbangkan dominasi elit kecil yang mengangkangi kepentingan nasional.[☆]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Wartakota

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khidmat, Upacara Bendera Senin Pagi di Kodim 0509 Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 253
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 08 Sept 2025– Kodim 0509/Kabupaten Bekasi melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Senin pagi (8/9) di lapangan Makodim 0509, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat.   Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 07.36 WIB. Mayor Inf Terusno, Danramil Serang Baru, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara […]

  • Menlu RI Luruskan Soal Isu Iyuran Dewan Perdamaian Sebesar 1 Miliar Dolar AS

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 118
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Januari 2026| Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memberikan klarifikasi penting terkait isu iuran sebesar 1 miliar dolar AS untuk bergabung dalam “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam penjelasannya di Gedung DPR RI, Sugiono menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah sekadar biaya pendaftaran (membership fee), melainkan […]

  • Seorang Ibu Lanjut Usia Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Alun-Alun Kota Bogor

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle AG
    • visibility 136
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 20 Januari 2026| Seorang perempuan lanjut usia berinisial , diperkirakan berusia sekitar 70 tahun, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi umum kawasan Alun-Alun Kota Bogor, Selasa siang (20/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Korban diketahui berdomisili di Jakarta. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, korban masuk ke kamar mandi seorang diri tanpa mengeluhkan kondisi kesehatan […]

  • Intimidasi Terhadap Aktivis: Ponsel Dirampas Saat Dokumentasi Tansaksi Obat Daftar G di Bekasi

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 16 November 2025| Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan bersama rekan aktivis Barisan Muda Bekasi mengecam keras tindakan perampasan paksa dan intimidasi yang dialami seorang aktivis di kota Bekasi yang terjadi pada Sabtu,15 November 2025, di Jalan Inpeksi Kalimalang Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ponsel milik Cepi, aktivis Kota Bekasi dirampas […]

  • Sinergitas TNI/Polri Berikan Pembinaan Disiplin, PBB Kepada Siswa Siswi SMPN 1 Citeureup

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 319
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 10 September 2025| Aiptu Beben Beni, bersama Serda Hartono Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Puspasari, melaksanakan kegiatan pembinaan kedisiplinan serta latihan baris-berbaris (PBB) kepada para siswa-siswi SMPN 1 Citeureup, Kec Citeureup, Kab Bogor Jawa Barat, (9/8). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar. […]

  • KORMI Kabupaten Bekasi Sumbang 22 Medali di FORNAS VIII NTB 2025

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 413
    • 2Comment

    Tegarnews.ci.id – Bekasi- 10 Agustus 2025|Pegiat olahraga masyarakat asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari 56 pegiat yang dikirim, KORMI Kabupaten Bekasi berhasil menyumbangkan 22 medali untuk Kontingen Jawa Barat, terdiri […]

expand_less