Dulu Gembala Domba, Kini Jadi Gubernur Jabar! Inilah Kisah Perjuangan Kang Dedi Mulyadi Menuju Kursi Nomor Satu di Jawa Barat
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 19 Februari 2026| Politik sering kali dianggap sebagai panggung bagi mereka yang lahir dengan sendok perak di mulutnya. Namun, perjalanan hidup Dedi Mulyadi—atau yang akrab disapa Kang Dedi (KDM)—mematahkan stigma tersebut. Siapa sangka, Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030 ini memulai langkah hidupnya dari padang rumput sebagai seorang gembala domba.
Masa Kecil: Peluh dan Ladang di Subang
Lahir di Kampung Sukadaya, Subang, pada 11 April 1971, Dedi Mulyadi adalah bungsu dari sembilan bersaudara. Masa kecilnya tidak diisi dengan fasilitas mewah, melainkan dengan kerja keras. Ayahnya adalah seorang pensiunan tentara berpangkat rendah yang harus berhenti bertugas di usia 28 tahun karena sakit akibat dampak racun mata-mata kolonial.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas memaksa Dedi kecil harus turun ke ladang. Sembari bersekolah, ia menghabiskan waktu dengan menggembala domba dan membantu ibunya berladang. Pengalaman inilah yang menanamkan kecintaan mendalam pada alam dan filosofi hidup masyarakat pedesaan yang kelak menjadi ciri khas kepemimpinannya.
Meniti Tangga dari Bawah: Aktivis Hingga Bupati
Semangat belajar Dedi tak pernah padam meski hidup dalam kesederhanaan. Ia berhasil menyelesaikan studi hukumnya di Purwakarta dan mulai aktif di berbagai organisasi, termasuk menjadi Ketua HMI Cabang Purwakarta.
Karier politiknya dimulai dari titik nol:
Anggota DPRD: Terpilih sebagai wakil rakyat di Purwakarta pada 1999.
Wakil Bupati: Menjabat di usia muda pada tahun 2003.
Bupati Purwakarta (2 Periode): Selama 2008-2018, ia mengubah wajah Purwakarta dengan identitas budaya Sunda yang kental dan pembangunan infrastruktur pedesaan yang masif.
Setelah sempat menjabat sebagai Anggota DPR RI, takdir membawanya kembali ke tanah pasundan melalui Pilgub Jabar 2024.
Kemenangan Bersejarah dan “Jabar Istimewa”
Berpasangan dengan Erwan Setiawan, Dedi Mulyadi berhasil mengukir sejarah baru dalam demokrasi Jawa Barat. Dengan visi “Jabar Istimewa”, ia meraih kemenangan mutlak dengan perolehan suara mencapai 62,22%—angka tertinggi dalam sejarah pemilihan gubernur di Jabar.
Kini, setelah dilantik pada 20 Februari 2025, Kang Dedi tidak membuang waktu. Sifat “anak desa” yang cepat tanggap langsung terlihat. Mulai dari sidak bangunan ilegal di Puncak, normalisasi sungai untuk atasi banjir, hingga kebijakan disiplin pelajar yang progresif. Ia ingin membuktikan bahwa pemimpin yang berasal dari rakyat jelata tahu persis apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya.
Filosofi Kepemimpinan: Menjaga Budaya, Menembus Modernitas
Bagi Dedi, menjadi Gubernur bukan berarti meninggalkan identitas. Ia tetap konsisten dengan gaya khasnya, sering mengenakan iket kepala, dan berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami warga pasar maupun petani. Ia adalah simbol bahwa seorang gembala domba bisa bermimpi setinggi langit dan mewujudkannya dengan integritas dan keberanian.
Kisah Kang Dedi adalah pengingat bagi setiap anak muda di pelosok Jawa Barat: Bahwa asal-usul bukanlah penghambat masa depan. Dari menggembala domba di Subang, kini ia menggembala harapan jutaan rakyat Jawa Barat menuju masa depan yang lebih istimewa.[]
#DediMulyadi #KangDedi #GubernurJabar #JabarIstimewa #InspirasiTokoh #DariDesaKeKota #JawaBarat”
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Wikipedia



At the moment there is no comment