Kim Jong-un Peringatkan Israel! Sebut Serangan ke Kedutaan Besar di Teheran sebagai “Kesalahan Fatal”
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 minute ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 13 Maret 2026 | PYONGYANG Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, resmi memecah kesunyian terkait memanasnya situasi di Timur Tengah. Dalam pernyataan keras yang dirilis oleh kantor berita resmi KCNA, Kim Jong-un menegaskan bahwa Israel telah melakukan “kesalahan besar yang tak termaafkan” dengan menargetkan fasilitas diplomatik di Teheran.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan adanya kerusakan pada aset diplomatik Korea Utara yang berdekatan dengan lokasi serangan rudal di Teheran, Iran. Peringatan dari Pyongyang: Garis Merah Telah Dilanggar Kim Jong-un menekankan bahwa serangan terhadap kedutaan atau misi diplomatik adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebuah negara.
Kecaman Keras:
Pyongyang mengutuk tindakan Israel sebagai aksi terorisme negara yang disponsori oleh ambisi buta. Solidaritas Strategis: Pernyataan ini mempertegas kedekatan hubungan militer dan diplomatik antara Korea Utara dan Iran dalam menghadapi blok Barat.
Potensi Konsekuensi: Kim Jong-un mengisyaratkan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi, meskipun tidak merinci langkah militer apa yang akan diambil oleh Korea Utara.
Analisis: Aliansi “Poros Perlawanan” Semakin Solid
Para pengamat internasional menilai keterlibatan retorika Korea Utara dalam konflik Iran-Israel ini meningkatkan risiko eskalasi global. Masuknya suara Pyongyang memberikan dimensi baru pada perang informasi dan militer di kawasan tersebut.
“Ketika Kim Jong-un mulai berbicara tentang kesalahan besar Israel, dunia harus waspada. Ini bukan sekadar retorika, melainkan sinyal bahwa aliansi anti-Barat sedang mengonsolidasikan kekuatan di balik layar,” ujar seorang pakar hubungan internasional di Jakarta.
Dampak dari Pernyataan Kim Jong-un:
-Ketegangan Diplomatik: Tekanan terhadap Israel meningkat tidak hanya dari Timur Tengah, tapi juga dari Asia Timur.
-Kesiagaan Militer: Pasukan koalisi kini harus mempertimbangkan keterlibatan teknologi atau dukungan logistik Korea Utara kepada Teheran.
Sentimen Anti-AS:
Pyongyang kembali menyalahkan Amerika Serikat sebagai penyokong utama di balik “tindakan gegabah” Israel. Gedung Putih belum memberikan respon resmi terkait gertakan dari Pyongyang ini. Namun, bursa saham global dilaporkan sempat mengalami fluktuasi karena investor khawatir akan meluasnya konflik yang melibatkan negara berkekuatan nuklir seperti Korea Utara.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia/MDNesw



At the moment there is no comment