Desakan Copot Kadispora Menggila, GIBAS Ancam Kepung Balai Kota Bogor
- account_circle AG
- calendar_month 0 minute ago
- visibility 1
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 9 April 2026 | Gelombang ketidakpuasan terhadap kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor mencapai titik puncak. Ketua Organisasi Kemasyarakatan GIBAS Kota Bogor, Umar Jagad, secara terbuka mendesak Wali Kota Bogor untuk segera mencopot Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dari jabatannya, Kamis (9/4/2026).
Desakan tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah proyek infrastruktur olahraga yang dinilai bermasalah. Beberapa di antaranya seperti revitalisasi Lapangan Mila Kencana, perbaikan Indoor A GOR Pajajaran, hingga pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara kini menjadi sorotan publik.
Menurut Umar Jagad, kualitas pengerjaan proyek-proyek tersebut jauh dari harapan masyarakat.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan, tapi kesalahan itu terpampang nyata di depan mata rakyat. Fasilitas olahraga yang seharusnya menjadi kebanggaan, justru menjadi monumen ketidakbecusan,” tegasnya saat ditemui di markas GIBAS Kota Bogor.
Tidak hanya sebatas kritik, GIBAS juga menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi unjuk rasa. Dalam waktu dekat, massa disebut akan turun ke jalan dan menggelar aksi damai di Balai Kota Bogor.
“Kadispora harus tahu diri. Jika proyek-proyek vital seperti Mila Kencana dan GOM Bogor Utara bermasalah, ini bukan lagi kendala teknis, tapi kegagalan kepemimpinan. Kami tidak butuh alasan, rakyat butuh bukti,” lanjutnya.
Ia juga menilai, mempertahankan pejabat yang dianggap tidak mampu mengawal proyek strategis hanya akan merugikan masyarakat.
“Saya mendesak Wali Kota Bogor segera mencopot Kadispora. Jangan pertahankan pejabat yang menjadi beban. Bogor butuh pemimpin dinas yang punya integritas dan keberanian mengawasi pelaksanaan proyek,” ujarnya.
GIBAS bahkan mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk ikut mengawal isu ini melalui aksi damai.
“Kami akan turun ke jalan secara tertib. Ini bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik. Jika suara masyarakat tidak didengar, maka aksi akan menjadi bentuk penegasan bahwa rakyat tidak tinggal diam,” tegasnya.
Situasi ini menunjukkan adanya eskalasi ketegangan antara elemen masyarakat dan birokrasi di Kota Bogor. Dengan mengangkat isu infrastruktur olahraga yang menyentuh kepentingan publik, GIBAS menempatkan diri sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah daerah.
Kini, sorotan tertuju pada langkah Wali Kota Bogor, apakah akan melakukan evaluasi terhadap jajaran di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor atau tetap mempertahankan struktur yang ada di tengah meningkatnya tekanan publik.[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment