UMBARA Menggugat Seruan Keadilan Menggema, Negara Diuji dalam Kasus Andrie Yunus
- account_circle AG
- calendar_month 17 hour ago
- visibility 6
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Bogor Raya, 11 April 2026 | Tugu Kujang kembali menjadi saksi kemarahan mahasiswa. Jumat (10/4/2026), Puluhan massa dari BEM Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) turun ke jalan, mengobarkan perlawanan terbuka atas kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus yang dinilai penuh kejanggalan.
Aksi yang dipimpin M. Afif Zaelani itu tidak lagi sekadar menyuarakan aspirasi, tetapi berubah menjadi tudingan keras terhadap negara yang dianggap gagal menghadirkan keadilan.
Di tengah teriakan dan spanduk bernada tajam, mahasiswa secara terang-terangan menantang sikap pemerintah.
“Kalau keadilan tidak ditegakkan, berarti negara sedang membiarkan kejahatan hidup!” teriak Afif dalam orasinya.
Sorotan langsung diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI. Massa menilai penanganan kasus ini berjalan lambat, tidak transparan, dan berpotensi melindungi pihak-pihak tertentu.
Bagi mahasiswa, ini bukan lagi sekadar kasus kriminal. Ini adalah wajah buram penegakan hukum di Indonesia.

Seruan keras pun menggema di jantung kota: “Kembalikan TNI ke barak!” dan “Hukum pelaku tanpa kompromi!” menjadi simbol kemuakan terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak pada keadilan.
Mahasiswa juga menegaskan bahwa peradilan tidak boleh menjadi ruang abu-abu yang jauh dari pengawasan publik. Mereka mendesak agar seluruh proses hukum dibuka terang-benderang dan pelaku diadili secara adil tanpa perlindungan institusional.
Aksi yang berlangsung di ruang publik itu menyedot perhatian warga dan pengguna jalan. Meski dikawal aparat dan berlangsung tertib, tensi kemarahan terasa nyata.
Ini bukan sekadar aksi. Ini peringatan.
Mahasiswa memberi sinyal bahwa kesabaran sudah berada di titik kritis. Jika negara terus diam, maka jalanan akan menjadi ruang pengadilan alternatif bagi suara rakyat.
Kini pertanyaannya sederhana namun tajam negara akan menjawab, atau kembali membiarkan kepercayaan publik runtuh perlahan?[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment