Senin, November 9, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

Oleh: Iwang Sura

Tegar News by Tegar News
18 Juli 2026
in Opini
0
Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 18 Juli 2026 | ​Ketika seorang pengacara kondang melangkah ke dalam ruang sidang institusi hukum yang paling sakral, dengan jubah hitamnya yang megah, untuk membela seorang koruptor kelas kakap, publik sering kali bereaksi dengan kemarahan yang beralasan. Ada rasa ketidakadilan yang pekat di masyarakat – bagaimana mungkin seseorang yang diduga merampok hak hidup jutaan rakyat mendapatkan pembelaan terbaik dari otak hukum terbaik negeri ini?

​Secara legal-formal, jawabannya sederhana. Setiap orang, tanpa terkecuali, berhak atas hak konstitusional yang disebut due process of law (proses hukum yang adil). Namun, ketika hukum dibenturkan langsung dengan nurani masyarakat, legalitas semata tidak akan pernah cukup untuk meredam kegelisahan moral. Di sinilah aksioma filsafat hukum advokasi keadilan hadir untuk mengurai benang kusut tersebut.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

​1. Aksioma Keadilan Prosedural :

Membela Manusia, Bukan Kejahatannya

​Dalam filsafat hukum, terdapat prinsip mendasar tentang procedural justice (keadilan prosedural). Salah satu pemikir hukum terkemuka, Lon Fuller, menekankan bahwa hukum akan kehilangan moralitas internalnya jika tidak diterapkan secara adil dan setara kepada siapa pun, tanpa pandang bulu.

​Di tahap ini, filsafat hukum membela peran sang advokat melalui doktrin yang dikenal sebagai the cab-rank rule. Doktrin ini menyatakan bahwa seorang pengacara tidak boleh menolak klien hanya karena kasusnya tidak populer, kontroversial, atau dibenci oleh publik.

​Aksioma pertama ini menegaskan bahwa – advokat yang membela koruptor tidak sedang membenarkan tindakan korupsi itu sendiri. Ia hadir untuk memastikan bahwa negara, melalui jaksa dan hakim, tidak bertindak sewenang-wenang dalam menghukum. Jika negara diizinkan menghukum seorang penjahat besar tanpa proses pembelaan yang adil, maka suatu hari nanti negara juga bisa menggunakan kesewenang-wenangan yang sama untuk menghukum orang-orang yang tidak bersalah. Advokat adalah penjaga gerbang agar hukum tetap objektif di tengah badai kemarahan publik.

​2. Doktrin Amoralitas Profesional vs. Tanggung Jawab Sosial

​Filsafat etika profesi mengenal konsep professional non-accountability (amoralitas profesional). Konsep ini menyatakan bahwa seorang advokat tidak boleh dinilai bersalah secara moral hanya berdasarkan tindakan atau reputasi buruk kliennya. Tugas pengacara adalah menjadi instrumen hukum yang murni bagi kliennya di hadapan meja hijau.

​Namun, aksioma ini mendapat tantangan keras dari aliran natural law (hukum kodrat). Tokoh hukum terkenal, Gustav Radbruch, merumuskan sebuah tesis universal yang disebut Radbruch’s Formula. Tesis ini menyatakan bahwa jika hukum formal sangat bertentangan dengan keadilan substantif hingga batas yang tidak tertahankan, maka hukum formal tersebut harus mengalah demi keadilan yang nyata.

​Ketika seorang pengacara menyalahgunakan keahliannya dengan menggunakan celah hukum, retorika manipulatif, dan pengaruh kekuasaannya semata-mata untuk membebaskan seorang koruptor dari jerat hukum, ia tidak lagi sedang menegakkan keadilan prosedural. Ia telah terjebak dalam praktik legal-manipulation, yaitu menggunakan hukum untuk menindas esensi keadilan itu sendiri.

​3. Dialektika Etika Hukum Universal

​Apakah tindakan membela koruptor kelas kakap ini melanggar etika hukum universal? Secara filosofis, jawabannya tidak berada di ruang hitam-putih, melainkan terbelah dalam dua kutub etika besar :

​Pertama, perspektif etika deontologis (kewajiban mutlak) menilai bahwa tindakan ini tidak melanggar etika universal. Justru, menolak memberikan pembelaan adalah pelanggaran berat terhadap human rights (hak asasi manusia) karena setiap orang berhak atas fair trial (peradilan yang jujur). Tanpa pembelaan, peradilan akan berubah menjadi penghakiman massa yang subjektif.

​Kedua, perspektif etika teleologis atau utilitarianisme (dampak sosial) menilai tindakan ini bisa menjadi pelanggaran etika universal jika tujuan akhirnya adalah melestarikan impunitas (kekebalan hukum). Etika universal menuntut hukum untuk mengabdi pada bonum commune (kebaikan bersama). Ketika intelektualitas hukum digunakan sebagai perisai bagi perampok hak masyarakat, maka fungsi luhur hukum telah dikhianati.

​Pada akhirnya, kehadiran pengacara kondang di institusi hukum sakral adalah sebuah ujian kembar.

Bagi pengacara, ini adalah pembuktian apakah ia bertindak sebagai officium nobile (profesi yang mulia) atau hanya menjadi “tentara bayaran” yang melacurkan ilmu demi materi.

Bagi institusi hukum, pembelaan yang tangguh dari pengacara justru menjadi ujian bagi hakim untuk melahirkan vonis yang objektif, kokoh, dan bebas dari tuduhan peradilan sesat.

​”Etika hukum universal tidak pernah melarang seorang advokat memperjuangkan hak hidup manusia di hadapan hukum. Namun, ia mengutuk keras ketika keahlian hukum digunakan untuk melubangi dinding keadilan, agar sang serigala bisa lolos dengan membawa sisa mangsanya.”(Rls/Red)

Sumber Artikel: Iwang Sura

#FilsafatHukum
#EtikaProfesi
#AdvokatIndonesia
#OfficiumNobile
#KeadilanSubstantif
#DilemaMoral
#DueProcessOfLaw
#HukumDanKeadilan #KorupsiKelasKakap
#InstitusiHukum
#PengacaraKondang #PeradilanTerbuka #PemberantasanKorupsi
​#EdukasiHukum
#OpiniHukum
#BicaraHukum
#CatatanHukum
#NalarKritis
#RefleksiDiri

Tags: FilsafatHukumKorupsiPemberantasan
Previous Post

Dugaan Kejanggalan Putusan Kasasi Salim Sugiharto, Elang Mangkubumi Desak Komisi III DPR RI

Next Post

Video Viral Kepala Desa Kaduagung Berbaring di Atas Uang Kini Hilang/Take Down dari Jejak Digital, Ada Apa? Merasa?

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Video Viral Kepala Desa Kaduagung Berbaring di Atas Uang Kini Hilang/Take Down dari Jejak Digital, Ada Apa? Merasa?

Video Viral Kepala Desa Kaduagung Berbaring di Atas Uang Kini Hilang/Take Down dari Jejak Digital, Ada Apa? Merasa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Penyerahan Sertipikat PTSL 2025 di Kelurahan Kwala Bekala Berjalan Lancar dan Penuh Antusiasme

Penyerahan Sertipikat PTSL 2025 di Kelurahan Kwala Bekala Berjalan Lancar dan Penuh Antusiasme

5 Januari 2026
Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

22 Maret 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

IPSM Bekasi Siapkan Jambore PSM 2026, Rifki Surahman Dorong Relawan Lebih Profesional
Info Daerah

IPSM Bekasi Siapkan Jambore PSM 2026, Rifki Surahman Dorong Relawan Lebih Profesional

8 November 2026
Konflik Agraria Pasangkayu: Petani Digerebek Dini Hari, LBH Desak Kapolri Evaluasi Polisi
Hukum

Konflik Agraria Pasangkayu: Petani Digerebek Dini Hari, LBH Desak Kapolri Evaluasi Polisi

8 November 2026
Selamat Berbahagia Rizal & Nadia Semoga Menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah
Ucapan

Selamat Berbahagia Rizal & Nadia Semoga Menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah

8 November 2026
Paksa Tarik Mobil Hingga Main Fisik, Oknum DC di Kota Bogor Dilaporkan LHI ke Polisi
Hukum

Paksa Tarik Mobil Hingga Main Fisik, Oknum DC di Kota Bogor Dilaporkan LHI ke Polisi

8 November 2026
Pembakaran Limbah Jadi Sorotan, AKPERSI Jabar Desak DLH dan APH Tidak Tutup Mata
Info Daerah

Pembakaran Limbah Jadi Sorotan, AKPERSI Jabar Desak DLH dan APH Tidak Tutup Mata

8 November 2026
Bantah Gejolak di Internal, Gde Sumarjaya Linggih: Berita Munaslub Itu Hoaks
Politik

Bantah Gejolak di Internal, Gde Sumarjaya Linggih: Berita Munaslub Itu Hoaks

7 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News