Tegarnews.co.id – Bekasi, 26 Juli 2026 | Sumpah jabatan di negeri ini tampaknya tak lebih dari sekadar formalitas saat dilantik: diucapkan manis di bawah kitab suci, tapi langsung menguap begitu kursi empuk dan anggaran cair.
Melihat komedi berulang tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia, Ketua Umum Tim Senyap Kota Bekasi, M. Ifsudar, melontarkan kritik pedas yang menelanjangi kelakuan para oknum pejabat. Dalam wawancaranya bersama awak media pada Sabtu (25/7/2026),
M. Ifsudar menilai bahwa slogan “dari rakyat untuk rakyat” kini telah bergeser menjadi “dari rakyat untuk melayani kantong pejabat”.
“Saya sangat kecewa dengan negeri ini. Banyak oknum pemerintah yang fasilitas dan gajinya dibayar rakyat, tapi kelakuannya justru bikin rakyat menjerit. Mereka Amnesia Nasional sama sumpah jabatannya sendiri!” tegas M. Ifsudar.
Tamparan untuk Birokrasi: Dari Hobi Korupsi hingga Hukum yang Duduk Manis
Dalam pernyataan sikapnya, Tim Senyap Kota Bekasi membedah fenomena menggelitik yang kini menjadi ‘kebiasaan’ para oknum penguasa:
Sumpah Jabatan Cuma Lip Service: Agama dijadikan tameng saat pelantikan, namun nurani ditinggalkan di luar gedung pemerintahan. Janji mengabdi berubah jadi janji mengeruk keuntungan.
Korupsi Jadi Lifestyle, Hukum Bikin Gemes: Praktik korupsi tak lagi diam-diam, melainkan tampak seperti budaya yang dipelihara. Ironisnya, taring hukum yang biasanya sangat tajam ke rakyat kecil, mendadak ompong dan ‘santun’ ketika berhadapan dengan penjahat berjas rapi.
Sertifikat Negeri Ini An. Rakyat, Bukan Elit: M. Ifsudar mengingatkan para pejabat yang sedang mabuk kekuasaan bahwa Indonesia berdiri atas kedaulatan rakyat bukan perseroan terbatas (PT) milik segelintir elit dan kroninya.
Peringatan Terbuka: Jangan Tunggu Sabar Rakyat Habis!
M. Ifsudar menegaskan, Tim Senyap Kota Bekasi tidak akan tinggal diam menonton ‘teater absurd’ para oknum yang terus menggerogoti uang rakyat. Tim Senyap siap menjadi pengawas independen yang pasang mata dan telinga untuk membongkar setiap akal-akalan kekuasaan.
Ia juga memberi peringatan menohok kepada para aparat penegak hukum yang hobi “tebang pilih” agar segera sadar sebelum kepercayaan publik benar-benar berada di titik nol.
“Jangan kira rakyat tidur selamanya. Jika jeritan rakyat bawah terus dianggap angin lalu, jangan kaget kalau perlawanan moral masyarakat akan berubah jadi gelombang besar yang siap menggulung kesombongan para penguasa,” tutupnya.(M.Ifsudar)
Sumber -Jatu Anggraini














