Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 10 Agustus 2026 | Pemkot Bogor rencana aktivasi koridor 3 dan 4 Biskita Transpakuan kian serius dan mulai menjajaki sejumlah skema untuk merealisasikannya. Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan salah satu upaya yang kini tengah ditempuhnya terkait aktivasi koridor baru Biskita, yakni meminta pemerintah pusat untuk ikut mensubsidi.
“Dua koridor itu kami akan ajukan 3 dan 4 dengan pola subsidi pusat, seperti awal BTS koridor satu dua, lima dan enam,” jelas Dedie pada awak media.
Mulanya aktivasi koridor 3 dan 4 dilakukan secara mandiri, dengan menggunakan subsidi yang bersumber dari APBD Kota Bogor.
“Tapi kalau ada alternatif subsidi dari pusat kan boleh juga. Jadi yang 3 dan 4 kami ajukan tapi belum tau apakah jadi prioritas atau tidak,” ujar Dedie.
Saat ini operasional Biskita Transpakuan baru mencakup empat koridor saja. Sementara jumlah armada yang mengaspal 49 unit.
dalam mengaktivasi dua koridor tambahan Biskita Transpakuan yaitu dengan mengalihkan anggaran subsidi.
“Nah untuk 19 bis lagi, nanti polanya mungkin pola lelang dengan cara dua koridor 1 dan 2 dilakukan secara mandiri,” jelas Dedie.
Dengan begitu koridor K1 dan K2 tidak lagi disubsidi. Tarif Biskita Transpakuan pada trayek ini disebut Dedie akan terdampak penyesuaian.
“Kami bahas tarifnya berapa. Insya allah masih terjangkau lah antara enam atau Rp7 ribu. Tapi kalau empat koridor tarifnya tetap Rp3 ribu,” bebernya.
“Dedie dengan tegas pihaknya akan mengupayakan adanya uji coba terlebih dahulu sebelum skema operasional Biskita Transpakuan ini ditetapkan permanen.
Uji cobanya kita cari polanya seperti apa,” terang Dedie beberapa waktu lalu.
Aktivasi dua koridor tambahan Biskita Transpakuan ini berkaitan erat dengan anggaran. Sehingga baru dimungkinkan dimulai pada tahun 2027 mendatang.(Rls/Inel)














