Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 September 2026 | Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah anak usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Seorang anggota DPR bahkan meluapkan kemarahannya kepada pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan MBG.
Menurutnya, sebagai orang tua, keselamatan anak merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Bayangkan jika anak kita menjadi korban keracunan makanan di sekolah. Bukan hanya soal harus menjalani perawatan, tetapi ada rasa cemas, trauma pada anak, kekhawatiran orang tua hingga waktu dan aktivitas keluarga yang ikut terganggu. Karena itu, mengganti biaya medis saja dinilai tidak cukup.
Keracunan massal dalam program MBG menyangkut persoalan keselamatan anak, dampak psikologis, trauma, serta kerugian emosional yang dirasakan keluarga korban.
Sudah saatnya lembaga terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memiliki regulasi kompensasi yang jelas dan tegas bagi korban. Bukan hanya fokus pada penanganan ketika keracunan terjadi, tetapi juga memastikan ada bentuk pertanggungjawaban yang layak bagi anak dan keluarga yang terdampak.
Menurut kamu, kalau berada di posisi orang tua korban, masih bisa sabar atau memilih membawa persoalan ini ke jalur hukum?.(Rls/Red)
Sumber: Charles Honoris














