Tegarnews.co.id – Jakarta, 14 September 2026 | Kemarin Budi Arie, sekarang Ahmad Ali. Dua wajah Jokowi bisa tercoreng. Projo dan PSI. Keduanya juga tak sejalan. Kata Ahmad Ali, siapa Budi Arie? Kata Budi Arie lebih lagi dari itu, siapa Ahmad Ali? Siapa yang merasa paling Jokowi, hanya Jokowi-lah yang paling tahu.
Kalau Budi Arie, tak usah dibahas lagi. Sudah terlalu panjang. Budi Arie sudah dilaporkan pula ke polisi. Sebelumnya, dalam kasus Judol, namanya seringkali disebut di persidangan. Tapi, sampai sekarang, ia masih aman. Budi Arie sudah tidak menjabat lagi.
Ahmad Ali, sebetulnya, sebelum gabung ke PSI dan ditunjuk sebagai Ketua Harian PSI, rumahnya sudah pernah digeledah KPK dan ditemukan uang sekitar 3,5 miliar. Tapi, anehnya, Ahmad Ali tidak dijadikan tersangka. Orang menduga ia “dilindungi” Jokowi.
Tapi, saat ini, uang yang disita KPK 3,5 miliar dari rumah Ahmad Ali itu seperti hidup lagi. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, baru-baru ini mengatakan akan menggunakan metode follow the money menelusuri uang sitaan itu. Kok, seperti tiba-tiba? Ada apa ini?
Apakah KPK sudah berubah? Ataukah, waktu KPK sudah lebih lapang, sehingga baru bisa mengusut uang sitaan di rumah Ahmad Ali tahun lalu itu? Atau malah, pengaruh Jokowi yang sudah sirna sehingga tidak bisa lagi “melindungi” seorang Ahmad Ali? Atau memang itu adalah strategi Jokowi sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan di atas menarik dijawab, tapi tidak akan mudah terjawab begitu saja. Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tapi entah kapan?
Tapi, yang jelas, seandainya benar Ahmad Ali akan menjadi tersangka terkait uang sitaan itu, maka sedikit banyaknya PSI juga akan terkena dampaknya. Usaha Jokowi membesarkan PSI, berkeliling se-Indonesia bisa jadi hanya sia-sia belaka.(Rls/Red)
Sumber: ERIZAL













