Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 4 Oktober 2026— Sebanyak 190 pembecak di Kabupaten Bekasi menerima bantuan becak listrik untuk menunjang aktivitas mencari nafkah. Pada kegiatan yang sama, sebanyak 200 tablet pintar juga disalurkan kepada 20 sekolah untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi digital. Minggu (4/10/2026)
Program sosial tersebut sekaligus dirangkai dengan penyaluran 190 paket sembako kepada para pembecak penerima manfaat. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari di jalan.
Setiap sekolah menerima 10 unit tablet pintar. Dengan demikian, sebanyak 200 perangkat disalurkan kepada 20 sekolah sebagai sarana pendukung bagi guru dan peserta didik dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
Penyerahan 190 becak listrik diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam bekerja, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas dan penghasilan para pembecak.
Bagi penerima manfaat, becak listrik menjadi lebih dari sekadar alat transportasi. Kendaraan tersebut diharapkan mampu meringankan beban fisik saat bekerja sekaligus membantu mereka memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain becak listrik, para penerima juga mendapatkan paket sembako yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bekasi. Sebanyak 190 paket sembako diberikan sesuai dengan jumlah penerima bantuan becak listrik.
Dukungan juga diarahkan kepada sektor pendidikan. Sebanyak 200 tablet pintar diserahkan kepada 20 sekolah dengan harapan perangkat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar.
Bantuan perangkat digital tersebut diharapkan membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi siswa sekaligus membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Program ini memperlihatkan bahwa bantuan sosial tidak hanya menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menyasar pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda Kabupaten Bekasi.
Dihadiri Unsur Pemerintah, DPRD, Forkopimda dan Yayasan GSN
Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Plt Bupati Bekasi, pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, serta jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Dari DPRD Kabupaten Bekasi, hadir Helmi, S.E. selaku Ketua Fraksi Gerindra, Teten Kamaludin selaku Sekretaris Fraksi Gerindra, serta Ridwan Arifin selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi.
Hadir pula Drs. H. Endin Samsudin, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, bersama unsur Forkopimda yang terdiri atas Ketua DPRD Kabupaten Bekasi atau yang mewakili, Kapolres Metro Bekasi atau yang mewakili, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi atau yang mewakili, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi atau yang mewakili.
Dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, hadir Ghrawiraharto Wicaksono selaku Sekretaris Yayasan GSN II beserta jajaran.
Turut hadir Ana Setyawati, Ketua Koordinator Becak Listrik Indonesia sekaligus Ketua YGSN Jawa Timur; Dimas Ramdhana Prasetya, Koordinator Wilayah dan Daerah Becak Listrik Indonesia sekaligus Koordinator YGSN Jawa Timur; serta Hendriyono, Manager Kerja Sama Masyarakat YGSN.
Kegiatan juga dihadiri H. Aminullah, S.E., Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi; Andi Suhadhi, S.Sos., M.M., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi; perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Cikarang; pimpinan Bank BJB; serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Sinergi untuk Masyarakat
Kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, Yayasan GSN, BAZNAS, dunia perbankan, serta sejumlah pihak terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Bantuan becak listrik diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kecil, sedangkan tablet pintar menjadi dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Dua program tersebut menyasar kebutuhan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Bagi 190 pembecak, bantuan tersebut diharapkan menjadi modal untuk terus bekerja dan menghidupi keluarga. Sementara bagi para pelajar, 200 tablet pintar diharapkan menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.













