Tegarnews.co.id – Jakarta, 11 Oktober 2026 | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai Kapolda Metro Jaya. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./ 2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang menjadi bagian dari rotasi dan mutasi 88 pejabat Polri.
Dadang menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Sebelumnya, Dadang menjabat Kapolda Maluku. Pengangkatan sebagai Kapolda Metro Jaya juga diikuti kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga.
Penempatan Dadang di Polda Metro Jaya menjadi perhatian karena wilayah hukumnya mencakup Jakarta dan kawasan sekitarnya yang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, bisnis, serta aktivitas politik nasional.
Rekam Jejak Panjang di Polri
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 tersebut memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari fungsi operasional dan reserse, kewilayahan, Mabes Polri, hingga pendidikan kepolisian.
Dalam perjalanan kariernya, Dadang pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan kewilayahan, termasuk Kapolsek Senen, Kapolres Subang, Kapolres Cianjur, dan Wakapolrestabes Bandung. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolrestabes Medan, Karorenmin Bareskrim Polri, serta Wakapolda Sumatera Utara.
Pengalaman Dadang juga mencakup lingkungan pimpinan Polri. Ia pernah dipercaya mengemban tugas sebagai sekretaris pribadi dan koordinator staf pribadi pimpinan Kapolri.
Kariernya kemudian berlanjut di bidang pendidikan. Ia pernah menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri dan kemudian dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolda Maluku.
Jenderal Akademisi
Selain pengalaman operasional, Dadang dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki latar belakang akademik.
Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar/Profesor bidang Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada 27 Mei 2023. Sejumlah sumber juga mencatat pendidikan doktoralnya di Universitas Indonesia.
Latar belakang tersebut membuat Dadang dikenal sebagai sosok yang memadukan pengalaman birokrasi kepolisian dengan pendekatan akademik dalam bidang administrasi publik dan manajemen organisasi.
Tantangan Jakarta Menuju 2029
Kini, tantangan baru menanti Dadang di Polda Metro Jaya. Salah satu agenda strategis adalah mempersiapkan pola pengamanan menghadapi dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029.
Meski tahapan Pemilu 2029 masih berada di depan, pengalaman berbagai pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa Jakarta memiliki posisi penting dalam dinamika politik nasional. Karena itu, isu keamanan, demonstrasi, konflik sosial, kejahatan konvensional maupun digital, hingga penyebaran disinformasi menjadi sejumlah aspek yang harus diantisipasi.
Polda Metro Jaya juga menghadapi tantangan menjaga keamanan ruang publik sekaligus memastikan kegiatan politik dan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung sesuai ketentuan hukum.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Kapolda akan berhadapan dengan kebutuhan menjaga profesionalitas dan netralitas Polri, terutama ketika tensi politik nasional mulai meningkat.
Penunjukan Dadang Hartanto dengan pengalaman kewilayahan, reserse, manajemen organisasi, serta pendidikan kepolisian menempatkannya pada salah satu posisi strategis dalam struktur Polri.
Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana kepemimpinan baru Polda Metro Jaya menghadapi berbagai persoalan keamanan Ibu Kota, sekaligus membangun kesiapan institusi menghadapi dinamika sosial-politik hingga Pemilu 2029.(Rls/Red)













