Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Kolaborasi Universitas Moestopo dan Kelurahan Pondok Labu, Dorong Ekonomi Perempuan Berbasis Komunitas

Kolaborasi Universitas Moestopo dan Kelurahan Pondok Labu, Dorong Ekonomi Perempuan Berbasis Komunitas

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 78
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 7 Agustus 2025| Program Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menggandeng Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan.” Kegiatan ini menjadi salah satu manifestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan kolaborasi antara akademisi dan komunitas lokal untuk mendorong perubahan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhamad Saifulloh, M.Si., menegaskan, bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai agen perubahan yang konkret di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang partisipasi aktif bagi perempuan dan komunitas lokal, untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis aset yang mereka miliki,” ujarnya, di Jakarta, (6/8).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya sukses dijalankan di kawasan Kuningan Barat pasca pandemi COVID-19. Saat itu, Universitas Moestopo mendampingi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan ekosistem digital, guna mempermudah transaksi dan memperluas akses pasar mereka di era ekonomi digital.
Optimisme serupa juga ditanamkan di Kelurahan Pondok Labu. Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vemier Atom Arss, S.Si., MAP, menyatakan antusiasmenya atas kolaborasi ini.

“Kami memiliki lebih dari 26 ribu warga prasejahtera dari total 58 ribu penduduk. Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan, dan saya sebagai alumni Moestopo bangga kampus ini hadir kembali di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Nachnoer juga menyebut program Jampreneur dari Pemprov DKI Jakarta sebagai sinergi potensial dengan kegiatan akademik.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pelatihan, tetapi juga menciptakan aplikasi atau platform digital untuk UMKM Pondok Labu.
Salah satu pendekatan utama dalam program ini adalah ABCD (Asset Based Community Driven) yang dipaparkan oleh Dr.T. Herry Rachmatsyah, M.Si. Pendekatan ini tidak dimulai dari identifikasi masalah, tetapi dari kekuatan dan potensi yang sudah ada di masyarakat.

“Pendekatan ABCD mendorong masyarakat, termasuk kelompok perempuan, untuk menjadi aktor pembangunan dengan mengidentifikasi dan mengelola aset mereka sendiri,” jelas Dr. Herry.

Pendekatan ABCD dijalankan melalui lima tahapan: Discovery (menemukan kekuatan), Dream (membangun mimpi), Design (merancang tindakan), Define (menggalang kekuatan), dan Destiny (memastikan pelaksanaan). Aset yang dimanfaatkan mencakup sumber daya manusia, alam, infrastruktur, serta jejaring sosial formal dan informal.
Peran penting perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif juga disoroti oleh Kaprodi Magister Ilmu Administrasi Publik,
Dr. Harry Nenobais, M.Si, yang tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi justru sebagai pusat penggerak.

“Perempuan memiliki 5 ( lima ) peran strategis dalam ekonomi kreatif, yaitu: sebagai penggerak dan pelaku UMKM, pelestari budaya dan kearifan lokal, inovator dan kreator, penggerak permintaan serta pemasaran, serta sebagai agen pemberdayaan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas,” papar Dr. Harry.

Sementara itu, Dr. Yunita Sari, M.Si., Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, memaparkan pentingnya komunikasi strategis dalam mendukung pemberdayaan perempuan.Menurutnya, tantangan seperti keterbatasan lokasi pelatihan, biaya transportasi, dan minimnya motivasi harus dijawab dengan pendekatan komunikasi yang inklusif dan berbasis relasi personal.

“Pelatihan online, jadwal yang fleksibel, hingga melibatkan tokoh lokal sebagai role model adalah bentuk komunikasi partisipatif yang membumi,” jelasnya.

Ia juga mendorong integrasi antara media digital dan tatap muka untuk menjangkau lebih banyak warga perempuan, serta mengedepankan forum-forum informal sebagai ruang diskusi dan kolaborasi.

Menambahkan perspektif manajerial, Dr. H. Jubery Marwan, M.M., Kaprodi Magister Manajemen, menguraikan lima strategi pemberdayaan ekonomi perempuan: pelatihan fleksibel dan digital, akses permodalan mikro tanpa agunan, mentoring oleh pelaku usaha perempuan, kolaborasi komunitas melalui pop-up market dan event kreatif, serta advokasi kebijakan lokal yang pro-gender. “Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang pendapatan, tetapi tentang partisipasi, kualitas hidup, dan ketahanan sosial,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Franky, M.M., dan akan berlanjut ke program pelatihan intensif, pendampingan bisnis, serta potensi pengembangan platform digital untuk UMKM Pondok Labu. Melalui kegiatan ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sekali lagi menunjukkan peran aktifnya sebagai perguruan tinggi yang tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga hadir sebagai penggerak transformasi sosial dan ekonomi berbasis komunitas.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subroto Award 2025: Pertamina Hulu Mahakam Buktikan Nasionalisme Lewat TKDN

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Oktober 2025| PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah industri energi Nasional. Anak perusahaan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) ini berhasil meraih penghargaan bergengsi Subroto Award 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada kategori Penggunaan Produk Dalam Negeri di sektor usaha hulu minyak dan gas bumi. Trofi […]

  • Ketum LPK-RI Fais Adam Laporkan Dugaan Intimidasi Kantor DPD Bali ke Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana dan Denpom

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 20
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 8 Maret 2026 | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (DPP LPK-RI), Fais Adam, menyatakan akan melaporkan dugaan intimidasi terhadap kantor LPK-RI DPD Bali kepada Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana, dan Denpom Bali. Langkah ini diambil menyusul serangkaian peristiwa yang dinilai menimbulkan tekanan, rasa takut, dan keresahan bagi pengurus […]

  • Camat Gedebage Diduga Jalan-Jalan ke Makassar di Tengah Isu Rawan Korupsi Kota Bandung

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, 20 November 2025 (GMOCT)| Camat Gedebage, Jaenudin Sukma, kerap sulit ditemui di kantornya dengan berbagai alasan. Kinerja Jaenudin di wilayah Gedebage menjadi sorotan karena lingkungan kantor kecamatan yang tampak kumuh, halaman amburadul, serta infrastruktur yang tidak terawat, Rabu (19/11). Jaenudin, yang telah lama berkiprah di wilayah Gedebage dan sebelumnya menjabat sebagai sekretaris camat, dinilai […]

  • Menteri Nusron: Selama Jajaran BPN Tidak Mau Kongkalikong, Mafia Tanah Pasti Kabur

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 572
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 17 November 2025 | Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa kunci utama perang melawan mafia tanah bukan hanya penegakan hukum, tetapi keteguhan moral aparatur untuk tidak mau diajak kongkalikong. Menurutnya, seluruh upaya digitalisasi, perbaikan tata kelola, hingga penguatan regulasi akan sia-sia jika masih ada celah kompromi di […]

  • Mengapa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Perlu Dituntaskan?

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 232
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 6 Desember 2025| Kepalsuan adalah buah dari kebohongan. Ia lahir dari ketidakjujuran, tumbuh dari niat menutupi kebenaran, dan berkembang menjadi perisai bagi kejahatan. Kebohongan bukan sekadar kata-kata yang menyesatkan, melainkan fondasi rapuh yang dapat meruntuhkan tatanan sosial, politik, dan moral suatu bangsa. Ketika kebohongan dibiarkan, ia menjelma menjadi akar kesengsaraan umat manusia. Kasus dugaan […]

  • Selamatkan Anak Bangsa Dari Ancaman Putus Sekolah, KCD WiI III Jabar Diramaikan Puluhan Mahasiswa & Pemuda

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle M.Ifusudar/Tim
    • visibility 456
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi| Puluhan pemuda dan mahasiswa menamakan Barisan Muda Bekasi memprotes statement Plt. Kepala KCD III Jawa Barat, Elis Lisnawati yang mengarahkan anak-anak tidak tercover di SLTA Negeri masuk di sekolah terbuka. Padahal, sekolah terbuka lebih didedikasikan bagi anak-anak atau orang yang putus sekolah dan membutuhkan ijazah guna melengkapi kepentingan administrasi pendidikan. “Kami tidak sangka orang […]

expand_less