Breaking News
light_mode
Home » Info Korupsi » Kasus Kemenag Jadi Sorotan Publik, APH Harus Melek Usut Tuntas Hingga ke Akarnya

Kasus Kemenag Jadi Sorotan Publik, APH Harus Melek Usut Tuntas Hingga ke Akarnya

  • account_circle RLS/M.Ifsudar
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
  • visibility 338
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bekasi, 16 Agustus 2025| Pengusutan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) menjadi sorotan publik.

Bagi Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (Formasi), langkah KPK itu seharusnya menjadi pintu untuk membuka tabir gelap penyelenggaraan haji di Indonesia. Formasi mendesak agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi di UPT Asrama Haji Kota Bekasi.

Ketua Formasi, Dito, mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan resmi ke Kejaksaan Agung mengenai dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan dan pemeliharaan tahun anggaran 2024. Laporan tersebut berisi dokumen kontrak, analisis kerugian negara, serta bukti indikasi pemalsuan dokumen.

Laporan sudah kami serahkan ke Kejagung. Sekarang kami menunggu langkah nyata Jaksa Agung untuk memprosesnya. Jika penanganan berlarut, wajar bila publik menilai ada pembiaran,” kata Dito.

Formasi menilai akar persoalan terlihat sejak tahap perencanaan. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan Rp3,4 juta per unit untuk pengadaan 304 spring bed, padahal harga pasar maksimal hanya Rp2,8 juta. Potensi mark-up ini mencapai Rp182,4 juta.

Selain itu, proyek pemeliharaan Gedung Mina E senilai Rp213 juta dan Pos Satpam senilai Rp202,4 juta dinilai tidak transparan. Kontrak tidak merinci item pekerjaan, minim dokumentasi progres, bahkan ada dugaan pekerjaan fiktif.

Dalam laporan tersebut, beberapa nama disebut. PFH, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), diduga menetapkan HPS tanpa survei pasar dan menandatangani kontrak bermasalah. MM, Kepala UPT Asrama Haji Bekasi, dinilai lalai dalam melakukan pengawasan.

Di pihak swasta, tiga perusahaan yang sama, yakni CV CR, CV CT, dan CV AA, berulang kali memenangkan paket pekerjaan. Pola ini menimbulkan dugaan adanya rekayasa pengadaan atau praktik bagi-bagi proyek.

Selain dugaan mark-up dan pola pengadaan yang tidak sehat, laporan juga memuat indikasi pemalsuan dokumen. Berita acara serah terima (BAST) disebut sudah ditandatangani sebelum barang diperiksa. Barang yang diterima pun tidak sesuai spesifikasi kontrak, antara lain spring bed dengan material kayu lapis kualitas rendah.

“Dari awal hingga akhir, persoalan ini menunjukkan pola sistematis. Bukan sekadar administrasi yang lalai, melainkan dugaan rekayasa pengadaan untuk menguntungkan pihak tertentu,” ujar Dito.

Formasi mendesak Kejaksaan Agung segera memanggil nama-nama yang diduga terlibat, baik dari unsur pejabat UPT maupun penyedia jasa, untuk diperiksa secara transparan.

“Kami menuntut Kejagung bertindak cepat. Jika tidak, kami bersama elemen mahasiswa dan masyarakat akan menggelar aksi besar-besaran. Kasus ini akan kami kawal hingga diadili di meja hijau,” tegas Dito.

Bagi Formasi, momentum pengusutan KPK terhadap kasus kuota haji di tingkat pusat harus menjadi dorongan moral bagi Kejaksaan Agung untuk bersikap tegas di daerah.

“Kasus Asrama Haji Bekasi adalah ujian kredibilitas. Publik ingin melihat penegakan hukum yang berani dan tidak pandang bulu,” kata Dito menutupnya.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas Tambang di Lahan Poktan Bumi Subur Meski Diklaim Belum Digunakan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 87
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Berau, 14 Januari 2026| Dugaan penggunaan lahan milik petani tanpa penyelesaian hak kembali mencuat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Aktivitas pertambangan PT Berau Coal terpantau berlangsung di atas lahan Kelompok Tani (Poktan) Bumi Subur, Kampung Gurimbang, meskipun sebelumnya pihak perusahaan mengklaim belum menggunakan lahan tersebut. Sorotan terhadap kasus ini semakin tajam setelah Ketua Umum […]

  • Ketua Umum GMOCT , Ketua K3S Jawa Barat, dan Kuasa Hukum K3S Jawa Barat Soroti Pemberhentian Kepala Sekolah: “Langgar Aturan dan Merusak Marwah Pendidikan”

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 96
    • 1Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 10 Nopember 2025| Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), Agung Sulistio, melontarkan kritik tajam terhadap praktik pemberhentian sejumlah Kepala Sekolah yang dilakukan secara sepihak oleh beberapa Dinas Pendidikan di daerah. Ia menilai, tindakan itu bukan hanya bentuk kesewenang- wenangan birokrasi, tetapi juga bertentangan langsung dengan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 Pasal […]

  • Istiqlal Halal Center dan PERPINA Dorong Produk UMKM Naik Kelas Menuju Go Halal, Go Ekspor & Go Global

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 683
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 6 Agustus 2025| Istiqlal Halal Center (IHC) bekerja sama dengan PERPINA (Perempuan Pemimpin Indonesia) menggelar agenda Kurasi Produk UMKM Halal, yang ditujukan bagi UMKM yang telah mengantongi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi mendorong UMKM naik kelas melalui program Go Halal, Go Ekspor, […]

  • Polres Serang Tangkap 3 Anggota Geng Motor Pelaku Pengeroyokan Remaja

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 94
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Serang, 25 Januari 2026| Petugas gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang dan Unit Reskrim Polsek Kopo menangkap tiga anggota geng motor yang diduga mengeroyok seorang remaja hingga mengalami luka serius di bagian kepala. Penangkapan dilakukan pada Selasa malam, 20 Januari 2026. Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap di Desa […]

  • Dekadensi Meritokrasi: Legitimasi Ijazah Palsu sebagai Katalisator Korupsi Sistemik Daerah

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 87
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Fenomena Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat publik, seperti kasus suap jabatan perangkat desa yang menyeret Bupati Pati, Sadewo, baru-baru ini bukanlah sekadar anomali hukum, melainkan manifestasi dari pembusukan struktural. Ketika jabatan publik di 401 desa diperdagangkan dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp. 250 miliar (asumsi 5 perangkat desa dengan setoran […]

  • Terbukti Mengkriminalisasi Wartawan, PPWI Desak Kapolri Copot Kapolres Blora

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 260
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 15 September 2025|Salah satu anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Blora, Siyanti, yang menjadi korban kriminalisasi wartawan oleh Polres Blora menyampaikan kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bahwa dirinya telah dilepas oleh Polres Blora menjelang pelimpahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Blora. Proses restorative justice yang dilaksanakan Polres Blora di saat berkas telah […]

expand_less