Aksi Kongres Mahasiswa di Jantung Kota Bogor, Kritik Keras Pemerintah Menggema
- account_circle AG
- calendar_month 17 hour ago
- visibility 9
- comment 0 comment

Tegarnewa.co.id – Kota Bogor, 10 April 2026 | Suara perlawanan kembali menggema di tengah Kota Bogor. Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kongres Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan strategis Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Starbucks, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (10/4/2026) sore.
Meski hanya diikuti sekitar 20 peserta, aksi yang dipimpin oleh Komara ini menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dengan menggunakan megaphone dan membentangkan spanduk bernada tajam seperti “Usut Tuntas Drama Andri Yunus”, “Kembalikan TNI ke Barak”, hingga “The Government Incompetence”, massa aksi menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap arah kebijakan dan situasi kebangsaan yang dinilai semakin memprihatinkan.
Dalam orasinya, mahasiswa menuntut adanya langkah nyata dari pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional yang hingga kini dianggap belum menemukan titik terang.

Aksi yang berlangsung di ruang publik tersebut tidak hanya menjadi simbol penyampaian aspirasi, tetapi juga cerminan meningkatnya kegelisahan di kalangan mahasiswa terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Narasi yang diangkat pun tidak lagi bersifat normatif, melainkan langsung menyasar substansi persoalan, mulai dari dugaan ketidakmampuan pemerintah hingga tuntutan reformasi peran institusi negara.
Kehadiran aparat di lokasi turut memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 17.20 WIB, situasi terpantau aman dan tertib.
Meski berlangsung singkat dan dengan jumlah massa terbatas, aksi ini menegaskan bahwa gelombang kritik dari kalangan mahasiswa belum surut. Justru, dengan isu-isu sensitif yang terus bergulir, potensi eskalasi gerakan dinilai masih terbuka lebar.
Publik kini menanti, apakah suara-suara kecil seperti ini akan didengar sebagai peringatan, atau kembali tenggelam di tengah dinamika kekuasaan.[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment