Aminatus Sadiyah: Muslimah Tangguh Asal Papua, Ikhlas Mengajar Ngaji Tanpa Gaji dan Fasilitas
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Wamena, 22 Februari 2026| Di tengah bentang alam pegunungan yang megah dan udara sejuk Lembah Baliem, tersimpan kisah pengabdian yang menggetarkan hati. Seorang Muslimah tangguh asal Papua, Aminatus Sadiyah, menapaki jalan sunyi dakwah tanpa pamrih di pedalaman Lembah Baliem, Kabupaten Wamena.
Tanpa gaji, tanpa fasilitas memadai, Sadiyah dengan ikhlas mengajar ibu-ibu dan anak-anak membaca Al-Qur’an dan mengenal huruf setiap pekan. Di wilayah yang akses jalannya kerap menantang dan jarak antarkampung tidak bisa ditempuh dalam hitungan menit, ia tetap melangkah mantap. Baginya, cahaya ilmu harus tetap menyala, meski diterpa keterbatasan.
Pengabdian itu tak surut sekalipun dirinya tengah mengandung. Bahkan setelah melahirkan, Sadiyah tetap hadir di tengah murid- muridnya. Dengan kesabaran seorang ibu dan keteguhan seorang pendidik, ia rela menempuh perjalanan jauh, bahkan kerap mengantar- jemput para santri kecilnya kembali ke honai agar mereka tetap mendapatkan pendidikan agama.
Dedikasi yang lahir dari ketulusan itu akhirnya mengetuk banyak hati. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Jayawijaya memberikan apresiasi berupa hadiah perjalanan umrah gratis ke Tanah Suci. Kabar tersebut disampaikan melalui kanal resmi BSMI dan segera menyita perhatian publik. Gelombang dukungan dan doa mengalir, termasuk dari sejumlah tokoh masyarakat yang memuji kegigihan Sadiyah sebagai teladan nyata pengabdian di wilayah terpencil.
Kisah Aminatus Sadiyah menjadi bukti bahwa ketulusan tidak pernah sia-sia. Di tengah keterbatasan, ia menunjukkan bahwa dakwah bukan sekadar ceramah, melainkan keteladanan dan keberanian menembus batas medan. Dari lembah yang jauh di timur Indonesia, namanya kini bergema sebagai simbol keteguhan iman dan semangat mencerdaskan generasi.
Papua kembali menegaskan dirinya bukan hanya tanah dengan kekayaan alam yang melimpah, tetapi juga ladang lahirnya pribadi-pribadi berhati besar.
Dan di antara pegunungan Lembah Baliem, jejak langkah Sadiyah menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati akan selalu menemukan jalannya menuju penghargaan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment