Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » ANALISIS: Di Balik Jamuan Hambalang, Menakar Risiko APBN Menopang Imperium Bisnis Taipan

ANALISIS: Di Balik Jamuan Hambalang, Menakar Risiko APBN Menopang Imperium Bisnis Taipan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Bogor, 12 Februari 2026| Pertemuan empat jam antara Presiden Prabowo Subianto dengan lima taipan kakap nasional di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa (10/2) malam, menyisakan tanya besar. Di balik narasi “Indonesia Incorporated” dan penguatan ekonomi rakyat, muncul kekhawatiran klasik: apakah negara sedang merangkul swasta untuk sinergi, atau justru negara sedang diletakkan sebagai penopang risiko bagi ekspansi bisnis konglomerasi?

Hadirnya figur sentral seperti Prajogo Pangestu (Barito Pacific), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas), Boy Thohir (Adaro), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu) menandakan konsolidasi kekuatan modal terbesar di republik ini. Namun, rekam jejak proyek strategis nasional (PSN) sebelumnya memicu skeptisisme bahwa pertemuan ini berpotensi mempertebal pola state-sponsored capitalism.

Bayang-Bayang APBN di Kebun Sawit dan Properti

Kekhawatiran utama publik tertuju pada pola pembangunan infrastruktur yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun penerima manfaat utamanya adalah korporasi besar. Kasus pembukaan lahan sawit dan Food Estate di Papua dan Kalimantan menjadi preseden buruk yang dikhawatirkan terulang. Dalam skema tersebut, triliunan rupiah uang negara digelontorkan untuk membangun jalan trans, jembatan, dan infrastruktur logistik di pedalaman. Setelah akses terbuka oleh uang rakyat, korporasi swasta masuk untuk menguasai lahan dan memanen komoditas, sementara dampak ekologis dan sosial sering kali menjadi beban daerah.

Kehadiran Franky Widjaja (Sinar Mas) dan Anthony Salim (Indofood/Salim Group) dalam pertemuan tersebut memantik spekulasi mengenai kelanjutan proyek lumbung pangan dan bioenergi. Tanpa “pagar api” regulasi yang tegas, program mandatori biodiesel atau swasembada pangan berisiko hanya menjadi sarana transfer kekayaan negara—lewat subsidi harga atau pembangunan infrastruktur penunjang—ke neraca keuangan perusahaan sawit raksasa, alih-alih menyejahterakan petani plasma.

Privatisasi Keuntungan, Sosialisasi Kerugian.

Istilah Indonesia Incorporated yang diusung Prabowo juga menyimpan dua mata pisau. Di satu sisi, ia menjanjikan efisiensi dan kesatuan gerak. Di sisi lain, ia rentan menciptakan iklim di mana risiko bisnis swasta ditanggung negara.

Sektor properti dan infrastruktur kawasan, yang diwakili oleh Sugianto Kusuma (Aguan), juga tidak luput dari sorotan. Pengembangan kawasan elit seperti PIK 2 yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah contoh nyata bagaimana status “strategis” dapat memberikan karpet merah berupa kemudahan perizinan dan dukungan infrastruktur publik yang didanai negara, untuk sebuah proyek yang target pasarnya adalah kelas atas.

Demikian pula dengan sektor energi yang diwakili Boy Thohir dan Prajogo Pangestu. Transisi energi dan hilirisasi memang jargon yang seksi. Namun, jika insentif fiskal (seperti tax holiday) dan subsidi harga energi hijau diberikan secara berlebihan, maka APBN lah yang “berdarah-darah” demi menjaga margin keuntungan investor tetap menarik.

Menanti Transparansi Kontrak Politik

Pertemuan Hambalang ini semestinya bukan sekadar ajang “tukar tambah” dukungan politik dengan proteksi bisnis. Jika Presiden Prabowo serius ingin memperkuat ekonomi rakyat, maka keterlibatan lima taipan ini harus disertai syarat ketat: tidak boleh ada sepeser pun APBN yang “bocor” untuk mensubsidi inefisiensi swasta atau membangun infrastruktur yang eksklusif melayani konsesi mereka.

Publik menanti apakah “semangat kebersamaan” yang didengungkan di Hambalang akan bermuara pada kesejahteraan inklusif, atau sekadar memperpanjang daftar proyek di mana negara yang membangun, tapi taipan yang memetik hasil.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abaikan Biaya Pendidikan Anak Kandung, Anggota TNI Batalyon 503 Mayangkara, Harianto, Dinilai Tidak Bermoral

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Palu, Sulteng, 26 Juli 2025| Seorang anggota TNI AD aktif, bernama Harianto, NRP 31110248441189, dari Batalyon Infanteri 503 Mayangkara, diduga mengabaikan kewajibannya sebagai ayah dengan menolak membiayai pendidikan dan kebutuhan hidup yang layak untuk anak kandungnya sendiri. Sikap tersebut dinilai sebagai karakter seorang anggota TNI yang tidak bermoral dan tak layak dipertahankan sebagai anggota Tentara […]

  • Kungker Kajati ke Mapolda Aceh, Sinergi Tiga Pilar Penegakan Hukum dan Keamanan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Banda Aceh 18 September 2025| Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, di Mapolda Aceh, (17/9). Kunjungan tersebut turut dihadiri Pangdam Iskandar Muda,Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang menandai eratnya sinergi antara tiga pilar penegakan hukum dan keamanan di […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Tugu Selatan Rutin Sambang Untuk Jaga Kamtibmas Dan Pererat Silaturahmi Dengan Warga

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua, Polres Bogor, Polda Jawa Barat, Aiptu Dadan Hermawan melaksanakan sambang dialogis ke warga Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/06/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Bertempat di Kampung Naringgul RT 01/17, kegiatan ini merupakan upaya untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di desa binaannya. Dalam sambang kali ini, […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Gadog Sambangi Tokoh Agama dan Warga, Ajak Wujudkan Lingkungan Aman

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id| Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Gadog Polsek Megamendung, Polres Bogor, Aiptu STP Sirait, melaksanakan kegiatan sambang ke wilayah binaannya di Kampung Gadog RT 02/04, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Senin (09/06/2025). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat serta membangun komunikasi yang baik dengan […]

  • Dua Versi Pernyataan RS Hastein: Ada Apa di Balik Kematian Ny. Mursiiti…???

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Karawang, 17 Oktober 2025– Aroma dugaan malpraktik medis di tubuh RS Hastein Karawang semakin menyengat. Kasus kematian Ny. Mursiiti (62), warga Kampung Pamahan RT 01/01, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini menyeret nama besar rumah sakit tersebut ke pusaran sorotan publik. Bukan hanya karena dugaan kelalaian medis yang fatal, tetapi juga […]

  • Klarifikasi PT Prima Mustika Chandra Terkait Aksi Warga Tamansari, ” Kami Sudah Mengantongi Izin Lokasi”

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor, 13 Juli 2025| PT Prima Mustika Chandra (PMC) angkat bicara terkait aksi warga di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, yang meminta penghentian proyek perumahan. General Manager Operasional PT PMC, Yongky Octavia, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengantongi izin lokasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. “Jadi, izin yang sudah kami miliki itu khususnya di Desa […]

expand_less