Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Catatan Politik Bamsoet: Waspadai Gangguan Stabilitas Nasional oleh Kekuatan Asing

Catatan Politik Bamsoet: Waspadai Gangguan Stabilitas Nasional oleh Kekuatan Asing

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 88
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Konsistensi Prabowo Subianto mengajak semua elemen masyarakat untuk mewaspadai gangguan stabilitas nasional oleh kekuatan asing sangat beralasan dan karenanya patut diapresiasi. Oleh alasan kepentingan geopolitik maupun alasan ekonomi, catatan historis menunjukkan bahwa Indonesia selalu menjadi target campur tangan kekuatan asing melalui berbagai pendekatan.

Kehadiran unsur asing di setiap negara melalui pendekatan resmi ditandai dengan penempatan para diplomat dengan sejumlah staf. Pendekatan resmi lainnya adalah penugasan tenaga asing pada ragam kantor badan-badan multilateral. Mode pendekatan lainnya adalah kehadiran para pebisnis asing yang bermitra dengan pengusaha lokal. Tetapi, sejarah juga mencatat dan membuktikan bahwa ada penempatan tidak resmi tenaga asing di negara lain yang kehadirannya disamarkan. Lazim dikenal dengan sebutan intelijen atau agen rahasia. Populer dalam sebutan lokal adalah mata-mata.

Operasi Intelijen Asing dan Ancaman Stabilitas Nasional
Praktik penempatan atau penugasan intelijen asing dari negara yang satu ke banyak negara lain masih terjadi hingga hari-hari ini. Intensitas kehadiran dan kegiatan intelijen asing di setiap negara disesuaikan dengan tujuan atau kepentingan, utamanya dalam konteks kepentingan geopolitik dan ekonomi. Aktivitasnya beragam, namun sejatinya terlarang atau ilegal. Lazimnya adalah mengumpulkan atau membeli data dan informasi, membangun jaringan melalui kerja sama dengan oknum warga lokal, serta mengungkap dan menyebarluaskan hoaks atau kasus dengan tujuan menyulut emosi publik setempat untuk menciptakan instabilitas.

Hari-hari ini, sebagaimana bisa disimak bersama, sedang terjadi eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Ambisi Amerika Serikat (AS) menguasai Greenland di Arktik direspons sangat keras oleh negara-negara di Eropa Barat. Ketegangan di Iran memancing keterlibatan sejumlah negara asing. Di Afrika, terjadi perang kepentingan yang kembali melibatkan sejumlah negara dari benua lain. Amerika Utara dan Selatan pun sudah menjadi titik didih karena ancaman AS menyerang beberapa negara di kawasan itu.

Di sela-sela ketegangan pada wilayah berpotensi konflik itu, komunitas intelijen asing dari berbagai negara sedang bekerja. Sudah barang tentu lalu lintas informasi yang bersumber dari mereka sedang berseliweran. Muatan informasinya tak lebih dari kelemahan dan kekuatan lawan serta peluang. Saling melancarkan serangan militer antara Iran dan Israel pada Juni 2025 memberi gambaran cukup jelas tentang bagaimana intelijen kedua negara itu bekerja.

Selain dipicu oleh potensi konflik, hubungan antarnegara yang tidak harmonis atau tidak memiliki hubungan diplomatik pun tak jarang terlibat perang intelijen. Ketika Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan suatu negara karena alasan tertentu, itulah salah satu alasan bagi hadirnya intelijen dari negara yang tidak bermitra diplomatik dengan Indonesia.

Indonesia, Palestina, dan Potensi Gangguan Stabilitas Nasional. Jadi, ketika Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan mengecam Israel sebagai pihak yang menghambat perdamaian di Timur Tengah, tidak tertutup kemungkinan bahwa jaringan intelijen Israel pun cawe-cawe di Indonesia. Selain itu, potensi sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah pun menjadi daya tarik untuk beroperasinya intelijen asing di negara ini.

Beroperasinya jaringan intelijen asing di Indonesia bukan cerita atau sinyalemen baru. Seturut penuturan para pendahulu atau generasi kakek-nenek, rangkaian peristiwa besar yang pernah terjadi di Indonesia tak pernah luput dari campur tangan kekuatan asing melalui jaringan intelijen mereka.

Dalam tragedi 1965, unsur asing yang beraktivitas di dalam negeri menyerahkan daftar anggota komunis (PKI) kepada pihak berwenang. Pada kerusuhan Mei 1998, jaringan telekomunikasi sempat diganggu sehingga aparatur negara kesulitan berkoordinasi. Saat itu, hanya jaringan telekomunikasi pada sebuah properti yang masih berfungsi efektif dan bisa digunakan. Ternyata, properti itu adalah kompleks perkantoran diplomat asing.

Pada dekade 1990-an, seorang wartawan bercerita tentang bagaimana dia didekati sosok yang kemudian diketahui sebagai anggota jaringan intelijen asing yang beroperasi di Indonesia. Kepada wartawan itu, diperlihatkan daftar pejabat yang melakukan korupsi, lengkap dengan proyek dan nilainya. Cerita ini kemudian dibagikan kepada koleganya.

Operasi Intelijen Tertutup dan Fakta Mengejutkan. Fakta lain yang relevan adalah kunjungan terbuka pemimpin Israel ke Indonesia. Dalam sebuah proses persiapan yang sangat dirahasiakan, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengunjungi Indonesia pada pekan kedua Oktober 1993 dan bertemu Presiden Soeharto, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Informasi lain yang juga berbau bocoran intelijen asing adalah terungkapnya penyelundupan 5,3 juta ton bijih nikel dari Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari 2020 hingga Juni 2022, padahal ekspor bijih nikel telah dilarang sejak awal 2020.

Karena itu, ajakan Presiden Prabowo Subianto kepada semua elemen masyarakat untuk mewaspadai gangguan stabilitas nasional oleh kekuatan asing sangat beralasan. Ajakan ini tidak bertujuan membatasi sikap kritis masyarakat kepada pemerintah. Kritik harus tetap hidup dan menggema di ruang publik. Namun, gelombang kritik tidak boleh mengganggu stabilitas nasional, apalagi menimbulkan kekacauan.

Salah satu tujuan utama operasi intelijen asing adalah menciptakan instabilitas berkepanjangan untuk menguras energi politik, ekonomi, dan sosial. Perang informasi dilakukan dengan menyebarkan hoaks dan manipulasi opini publik melalui media sosial, termasuk eksploitasi isu SARA.

Sekali lagi, ajakan Presiden Prabowo Subianto untuk mewaspadai gangguan stabilitas nasional oleh kekuatan asing sangat relevan. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Eskalasi geopolitik global terus meningkat. Dalam kondisi ini, pilihan terbaik bagi seluruh elemen bangsa adalah tetap waspada, kritis, dan bijaksana dalam merawat stabilitas nasional serta ketertiban umum demi kebaikan bersama.[]

Oleh: Bambang Soesatyo

Penulis Adalah: Bambang Soesatyo (Bamsoet) adalah politisi senior Partai Golkar, mantan Ketua DPR RI dan Ketua MPR RI, yang dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh di parlemen dengan pandangan vokal terhadap isu kebangsaan dan politik nasional.

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • FPWI dan DEPRINDO Sepakat Bangun Perumahan Khusus Wartawan

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 77
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 10 Agustus 2025|- Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI) jalin sinergitas dengan Developer dan Properti Indonesia (DEPRINDO) bersepakat membangun sinergi untuk mewujudkan program perumahan khusus bagi wartawan. Pertemuan antara kedua organisasi ini berlangsung hangat di Kantor Pusat FPWI di bilangan Jl. Dr Ratna, Jatiasih, Kota Bekasi pada, Sabtu (09/08/2025) siang. Ketua Umum FPWI, Rukmana, […]

  • Catatan Akhir Tahun: Kebebasan Pers Masih di Persimpangan Jalan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 361
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Desember 2025| Kebebasan pers di Indonesia masih berada di persimpangan yang tak sederhana. Di satu sisi, pers tetap hidup, produktif, dan beragam. Di sisi lain, kebebasan yang dijamin konstitusi itu kian diuji oleh tekanan politik, kepentingan ekonomi, dan kekerasan—baik yang kasat mata maupun yang bekerja secara senyap. Sepanjang tahun ini, wartawan masih bekerja […]

  • Tidak Becus Melayani Rakyat, Alumni Lemhannas Desak Deputy BGN, Tigor Pangaribuan, Dicopot

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 150
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 11 September 2025| Alih-alih memberikan solusi bagi persoalan dan kendala administratif yang dihadapi warga Papua, Deputi Sistem dan Tata Kelola pada Badan Gizi Nasional bernama Tigor Pangaribuan justru mengeluarkan pernyataan dan tuduhan keji yang menyakitkan hati. Hal tersebut terjadi ketika warga Papua yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP) se-Tanah […]

  • Antisipasi Pencurian dan Konsleting Listrik, Polda Jabar Terus Intensifkan Patroli di Lokasi Banjir

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 134
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawang, 22 Januari 2026| Kepolisian Daerah Jawa Barat terus melaksanakan patroli dan pelayanan kemanusiaan di lokasi banjir yang melanda Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, (21/1). Hingga saat ini, ketinggian air di wilayah tersebut masih bervariasi, dengan titik terdalam mencapai kurang lebih 2,5 meter dan terendah sekitar 70 sentimeter. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Sambangi Warga, Pererat Hubungan dan Jaga Kamtibmas di Wilayah

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 88
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Leuwimekar Polsek Leuwiliang Polres Bogor Polda Jabar, Bripka Andi Tri M., melaksanakan kegiatan sambang warga sekaligus patroli di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (06/06/2025). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk komitmen dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Dengan menyambangi warga, Bripka Andi […]

  • Pernah Beli Inter Milan Hingga Jadi Dubes AS, Ini Sosok Rosan Roeslani, Menteri Kepercayaan Prabowo Penjaga Hilirisasi

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 38
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 21 Februari 2026| Nama Rosan Perkasa Roeslani bukan lagi nama asing di panggung nasional maupun internasional. Sosoknya merupakan perpaduan langka antara pengusaha ulung, diplomat berkelas, dan kini menjadi salah satu pilar utama dalam Kabinet Merah Putih. Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, serta CEO dari badan raksasa baru Danantara, Rosan mengemban tugas maha penting […]

expand_less