Dana Abadi Kebudayaan 2026 Naik, Menbud Dorong Akses Ramah bagi Pelaku Seni
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 128
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 15 Januari 2026| Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiana 2026 meningkat. Ia berharap, peningkatan dana tersebut dapat mempermudah akses digital bagi pelaku seni dan budaya.
Menurutnya, sebagian besar para pelaku budaya masih sangat sulit mengakses program Dana Indonesiana. Terutama bagi komunitas adat yang tidak terbiasa dengan sistem digital.
“Akses bagi pelaku budaya masih dirasakan sulit, terutama bagi komunitas adat yang tidak terbiasa dengan sistem digital dan prosedur yang rigid. Oleh karena itu, kami mengusulkan penyederhanaan proses, tetap akuntabel dan transparan, tetapi lebih ramah bagi penerima manfaat,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa (13/1/2026).
Untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku seni, ia kemudian mengusulkan agar program tersebut mencakup bidang seni dan budaya. Dalam hal ini bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga seni dalam konteks yang lebih luas, termasuk berkaitan dengan ekonomi dan industri budaya.
Lebih lanjut, ia kemudian juga mengusulkan untuk memperluas bidang prioritas STEM menjadi STEAM. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan ahli museum serta pakar megadiversitas kebudayaan Indonesia yang berkontribusi memperkuat soft power.
Dalam hal ini, melalui program tersebut, pihaknya ingin mendorong Indonesia sebagai negara dengan cultural mega diversity. “Ujungnya adalah manfaat bagi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat sekitar, dan budaya sebagai soft power,” kata Menbud Fadli.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto menyampaikan skema proyeksi pendapatan tahun 2026. Ia mengatakan bahwa LPDP 2026 menggunakan asumsi konservatif dan mengusulkan skema soft budget constraint kepada Dewan Penyantun.
“Skema ini bersifat fleksibel dan akan dievaluasi sepanjang tahun berjalan. Dengan harapan realisasi tahun ini bisa lebih agresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya, menjelaskan.
Selain itu juga, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyampaikan konteks penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, pengembangan talenta nasional tidak hanya berfokus pada talent development, tetapi juga pada talent retention serta integrasinya.
“Untuk mendukung hal tersebut, perlu dibahas pentingnya pembentukan satuan tugas bersama yang berfokus pada beasiswa dan riset. Termasuk identifikasi kebutuhan talenta yang selaras dengan target pembangunan nasional jangka menengah dan panjang,” ujarnya, menambahkan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment