Dari Jantung Istana ke Balai Kota: Pramono Anung, Sang “Jembatan” yang Kini Memimpin Jakarta
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 14 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Februari 2026| Resmi memasuki babak baru. Sejak 20 Februari 2025, Balai Kota kini dipimpin oleh sosok yang selama hampir satu dekade menjadi orang kepercayaan di balik layar istana: Pramono Anung Wibowo. Pria yang akrab disapa Mas Pram ini mencetak sejarah sebagai Gubernur Jakarta pertama yang berhasil memenangkan laga satu putaran dalam format Pilgub modern dengan perolehan suara 50,07%.
Dukungan mengejutkan dari tiga “raksasa” Jakarta—Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan—menjadi bukti bahwa Pramono adalah sosok pemersatu yang mampu menjembatani berbagai kubu politik.
Insinyur Tambang yang Piawai Berdiplomasi. Lahir di Kediri, 11 Juni 1963, latar belakang pendidikan Pramono sangat mentereng. Ia adalah lulusan Teknik Pertambangan ITB yang kemudian memperdalam ilmu manajemen di UGM dan meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Padjadjaran.
Sebelum terjun ke politik, Pramono adalah profesional sukses di sektor pertambangan. Namun, panggilannya ada di dunia politik. Bergabung dengan PDI Perjuangan, ia merangkak dari bawah hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal partai dan Wakil Ketua DPR-RI (2009-2014).
Sembilan Tahun Menjaga Rahasia Dapur Istana
Sebelum menjadi Gubernur, Pramono dikenal sebagai “jaga gawang” Presiden Joko Widodo. Menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) selama dua periode (2015-2024), ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dan bersih. Di bawah kepemimpinannya, Sekretariat Kabinet selalu meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan berhasil memodernisasi komunikasi kabinet melalui tradisi podcast.
Kepiawaiannya mengelola manajemen birokrasi inilah yang menjadi modal utamanya saat maju dalam kontestasi Jakarta. Jakarta tidak butuh sekadar pemimpin yang pandai berjanji, tapi manajer handal yang mengerti seluk-beluk pemerintahan pusat.
Duet Maut Bersama “Si Doel” dan Politik Akomodatif. Berpasangan dengan pemeran ikonik Rano Karno, Pramono Anung berhasil menyatukan aspirasi masyarakat Jakarta. Dukungan dari kelompok suporter The Jakmania hingga keluarga seniman legendaris Benyamin Sueb membuktikan bahwa pasangan ini diterima secara emosional oleh warga Jakarta.
Program Inovatif: Dari Sarapan Gratis ke Perluasan KJP
Baru sebulan menjabat, Pramono langsung menunjukkan fleksibilitas kepemimpinannya. Sempat mengusung program Sarapan Gratis, ia dengan sigap melakukan sinkronisasi dengan program pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Pada 12 Maret 2025, Pramono memutuskan untuk mengalihkan anggaran tersebut ke:
Renovasi Kantin Sekolah: Dijadikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang modern.
Perluasan KJP & KJMU: Meningkatkan penerima KJP hingga 705.000 siswa dan KJMU hingga 20.000 mahasiswa.
Langkah ini diapresiasi sebagai tindakan cerdas untuk menghindari tumpang tindih anggaran sekaligus memperkuat fasilitas pendidikan di Jakarta.
Sosok Berharta Rp100 Miliar Tanpa Utang
Berdasarkan data LHKPN 2024, Pramono tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp104 miliar. Menariknya, dalam laporan tersebut ia tercatat tidak memiliki utang sama sekali. Transparansi harta kekayaan ini menambah citra positifnya sebagai pemimpin yang bersih dan mandiri secara finansial.
Penutup: Jakarta di Tangan Sang Komunikator
Kini, di bawah kepemimpinan Mas Pram dan Bang Doel, Jakarta diharapkan menjadi kota yang lebih sejuk secara politik namun progresif dalam pembangunan. Pramono Anung bukan hanya gubernur pilihan rakyat, tapi simbol kembalinya politik “jalan tengah” di ibu kota.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Wikipedia



At the moment there is no comment