Breaking News
light_mode
Home » Opini » DEN Baru Tidak Berhenti Sebagi Pergantian Struktur dan Seremoni Kenegaraan Saja

DEN Baru Tidak Berhenti Sebagi Pergantian Struktur dan Seremoni Kenegaraan Saja

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 36
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Januari 2026| Pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) yang baru seharusnya tidak berhenti sebagai pergantian struktur dan seremoni kenegaraan. Ia datang pada momen krusial, ketika ketergantungan Indonesia pada impor BBM masih tinggi, subsidi energi terus menekan APBN, dan setiap gejolak global hampir selalu berujung pada kegelisahan publik di SPBU. Di titik ini, DEN dihadapkan pada pertanyaan mendasar:

“Akan menjadi penentu arah, atau sekadar pelengkap birokrasi energi.”

Di antara berbagai pilihan kebijakan, skema E20 bensin dengan campuran 20 persen etanol muncul sebagai ujian paling nyata. E10 adalah langkah aman, E15 kompromi teknis, tetapi E20 adalah keputusan strategis. Ia menuntut keberanian politik, koordinasi lintas sektor, dan kesediaan meninggalkan kenyamanan lama yang selama ini bertumpu pada impor. E20 bukan semata persoalan teknologi.

Indonesia mampu secara teknis. Yang dipertaruhkan adalah keberanian menggeser paradigma: dari energi berbasis impor menuju energi yang tumbuh dari dalam negeri. Dengan E20, impor bensin dapat ditekan secara signifikan, volatilitas harga BBM diredam, dan subsidi diarahkan dari konsumsi ke produksi domestik.

Ini bukan janji bensin murah sesaat, melainkan stabilitas jangka panjang, sesuatu yang jauh lebih penting bagi negara berkembang. Di dalam skema ini, bioenergi tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian. Selama ini, perdebatan biofuel selalu tersandung isu pangan versus energi. Jagung dipersoalkan, tebu diperdebatkan. Namun ada satu komoditas yang jarang disorot, padahal justru paling rasional: sorgum. Tanaman ini tidak rakus air, tidak menuntut lahan subur, dan tumbuh baik di wilayah kering yang selama ini dianggap pinggiran pembangunan.

Daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa Timur yang kering, hingga Kalimantan Selatan bukanlah wilayah minus potensi. Dalam konteks E20, justru di sanalah energi masa depan bisa dibangun. Sorgum tidak berisik, tidak sensasional, tetapi stabil. Ia tidak menabrak kepentingan pangan pokok, sekaligus memberi fungsi ekonomi baru pada lahan-lahan marginal.

Jika E20 dijalankan secara konsisten, desa tidak lagi hanya menjadi objek subsidi, tetapi produsen energi.

BUMDes, koperasi, dan industri bioetanol lokal dapat tumbuh dekat sumber bahan baku. Rantai nilai energi menjadi lebih pendek, lebih merata, dan lebih nasional. Dampaknya bukan hanya terasa di SPBU, tetapi juga di neraca perdagangan dan ketahanan fiskal negara.

Di sinilah peran DEN menjadi penentu. Lembaga ini dibentuk untuk menyatukan kebijakan lintas sektor yang selama ini terfragmentasi. Jika DEN hanya berhenti pada fungsi koordinasi administratif, publik berhak mempertanyakan urgensinya. Namun jika DEN berani menjadikan E20 sebagai agenda strategis nasional—dengan bioenergi domestik, termasuk sorgum, sebagai tulang punggung—maka ia sedang menjalankan mandat historisnya.

Tentu resistensi akan muncul. Importir BBM, pemain lama energi fosil, dan kepentingan yang diuntungkan oleh status quo tidak akan diam. Tetapi sejarah kebijakan selalu mencatat satu hal yang sama: perubahan besar tidak pernah lahir dari pihak yang paling nyaman.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya energi. Yang kerap kurang adalah keputusan. DEN yang baru dilantik berada di persimpangan penting. Apakah memilih jalur aman dan segera dilupakan, atau mengambil langkah strategis yang dampaknya baru benar-benar terasa dalam satu dekade ke depan.

Jika minyak adalah warisan masa lalu, maka bioenergi adalah masa depan yang sedang menunggu diputuskan. Dan keputusan itu kini berada di meja Dewan Energi Nasional.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Polsek Rumpin Sambangi Warga Desa Mekarsari, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 316
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat serta untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Mekarsari Polsek Rumpin Polres Bogor, Aiptu Ateng Nasuta, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada warga di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung arahan dari Kapolres Bogor AKBP […]

  • Socfindo Seumanyam Salurkan PMT di Tiga Desa, Wujud Nyata Peduli Masyarakat, GMOCT Dukung Secara Sinergitas Kemitraan Publikasi

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 21 September 2025| PT.Socfindo Seumanyam kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat sekitar perkebunan dengan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak di tiga desa, yaitu Desa Simpang Dua, Desa Serba Jadi, dan Desa Ujung Tanjung. Program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pencegahan stunting dan memastikan tumbuh kembang anak-anak di Nagan Raya tetap […]

  • Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Rumah Berkah Gelar Indonesia Berzikir

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 61
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 28 Desember 2025| Kebiasaan menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun, hampir tak terpisahkan dari perayaan masyarakat. Jutaan orang di berbagai penjuru dunia menyambut datangnya tahun baru dengan pesta, petasan, dan kembang api. Namun menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menghadirkan alternatif perayaan yang berbeda. Berkolaborasi dengan Majelis Zikir Az-Zikra […]

  • Bripka Denih MS Laksanakan Cooling System Di Desa Sadeng Kolot, Bangun Komunikasi Efektif dengan Warga

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 95
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Polres Bogor Polda Jabar, yang bertugas di Desa Sadeng Kolot, Bripka Denih MS, kembali melakukan kegiatan sambang dalam rangka program cooling system guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Rabu (28/05/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bripka Denih menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga binaan agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan dan aktif menjaga lingkungan. […]

  • “Kuningan Caang Harus Dibongkar Total! Klarifikasi PA Wajib Dibuka, Publik Sudah Mengarah pada MR MF!”

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 67
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan,10 Desember 2025| Ketua Umum GMOCT sekaligus pemimpin redaksi sahabat bhayangkara Indonesia (kabarsbi.com) Agung Sulistio, mengeluarkan pernyataan paling keras terkait proyek PJU “Kuningan Caang” di Kabupaten Kuningan. Agung menyebut bahwa proyek ini kini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan telah berubah menjadi simbol carut-marut tata kelola yang dibiarkan tanpa jawaban. “Ketika pemerintah bungkam, publik berhak […]

  • Masyarakat Cabangbungin, Rencana Aksi Damai Demo RSUD Jilid 2 Sedang Kami Kaji

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 236
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi] 20 Agustus 2025- Permasalahan sosial masyarakat dalam pelayanan publik RSUD Cabangbungin, semakin tanpa arah dan tak menemukan jawaban yang jelas. Baik bagi para korban malapraktik, pelecehan, konflik dengan pekerja lokal, dll secara khusus dan masalah buruk nya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara umum. Belum lagi masalah-masalah di internal rumah sakit itu […]

expand_less