Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Disdagin Kota Depok Terkesan Lindungi SPBU Nakal, Sebut Bukan Kecurangan!

Disdagin Kota Depok Terkesan Lindungi SPBU Nakal, Sebut Bukan Kecurangan!

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 62
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Depok, 23 Desember 2025| Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok menyatakan telah mengungkap apa yang jadi penyebab takaran bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU yang melenceng dari ketentuan tabung ukur saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) belum lama ini.

Sebagaimana dikutip dari laman pemberitaan media indorayatoday.com Temuan tersebut dikatakan bahkan dipastikannya, bukanlah merupakan praktik kecurangan, tapi melainkan karena dipicu faktor teknis pada mesin dispenser yang telah berusia puluhan tahun.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Depok, Ahmad Zaki Mubarak, yang saat gelar sidak menemukan selisih takaran BBM yang melebihi batas toleransi. Dari ketentuan maksimal minus 100 mililiter per 20 liter, hasil pengukuran menunjukkan kekurangan mencapai 110 mililiter per 20 liter.

“Temuan itu terjadi karena IC meter di dalam mesin pompa sudah sangat lama. Usianya sejak 2020 tercatat sudah 25 tahun dan memang perlu diganti,” ujar Zaki, Selasa (24/12).

Kemudian ia menegaskan, bahwa; begitu ditemukan ketidaksesuaian takaran, Disdagin Depok melalui UPTD Metrologi Legal langsung mengambil tindakan cepat. Nozzle yang bermasalah, yakni satu nozzle BBM jenis Pertamax, langsung dihentikan operasionalnya.

*“Bukan disegel, tapi kami hentikan pengoperasiannya sementara sampai keesokan harinya. Kami minta segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.*

Zaki lalu menjelaskan, kalau dalam satu mesin dispenser itu terdapat satu IC meter yang mengatur dua nozzle. Setelah dilakukan penggantian IC meter dan peneraan ulang, keesokan harinya hasil pengukuran kembali normal dan SPBU tersebut diperbolehkan beroperasi kembali.

Namun begitu ia coba menambahkan, dengan mengatakan bahwa pengawasan metrologi di SPBU tersebut sebenarnya dilakukan secara rutin. Dikatakannya, terakhir tera ulang dilakukan pada September 2025. Namun kemudian, dengan dalih faktor usia mesin yang sudah mencapai 25 tahun sehingga menyebabkan komponen IC meter tidak bekerja optimal lagi.

“Mesinnya sudah tua. Karena itu kami arahkan agar cepat merespons dengan mengganti IC meter. Begitu diganti dan ditera ulang, takarannya kembali sesuai,” ujar Zaki.

Kemudian ia menekankan, kalau Disdagin Depok sangat serius dalam upaya perlindungan konsumen, khususnya terkait akurasi takaran BBM. Setiap temuan di lapangan, kata dia, langsung ditindaklanjuti tanpa kompromi.

“Temuannya hari Kamis, Jum’at langsung kami lakukan tera ulang. Ini bentuk kepedulian kami terhadap perlindungan konsumen,” katanya.

Selain pengawasan dari pemerintah, Zaki menyebut setiap SPBU juga memiliki kewajiban melakukan pengecekan mandiri. Sesuai ketentuan Pertamina, takaran BBM harus dicek secara berkala, bahkan setiap pagi.

“Setiap SPBU punya bejana ukur untuk uji tera mandiri. Minimal dua hari sekali, bahkan seharusnya setiap hari dilakukan pengecekan,” tandasnya.

Adapun adanya temuan takaran BBM melenceng ini, diketahui saat Disdagin Kota Depok dengan UPTD Metrologi Legal melakukan sidak bersama anggota DPRD Kota Depok, Pertamina, dan Hiswana Migas.

Sidak tersebut memang merupakan bagian dari pengawasan rutin, yang dilakukan dalam rangka untuk memastikan hak-hak konsumen agar tetap terlindungi dari praktik akal-akalan dan kecurangan pihak SPBU nakal.

Perlu diketahui, kenakalan pihak SPBU bukanlah hal yang baru. Sudah banyak SPBU yang disegel lantaran melakukan praktek kecurangan yang jelas-jelas sangat berdampak merugikan konsumen. Adapun jenis kenakalan yang sering digunakan diantaranya adalah permainan nosel, sehingga jika di cek tak sesuai tabung ukur. Selain itu, juga terkait denciti (kadar kemurnian) yang berbau praktik oplosan.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 70
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Februari 2026| Presiden Prabowo Subianto membuat langkah politik mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, (30/1) Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai “penculikan” kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan […]

  • Cantika Hampir Gagal Kuliah di UI, Kisahnya Menyentuh Hati Alumni dan Yayasan Sosial

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Editorial
    • visibility 157
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, Sabtu 10 Mai 2025| Harapan Cantika Ambar Wulandari, siswi SMAN 68 Jakarta, untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia nyaris kandas karena kesulitan biaya. Meski berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), keterbatasan ekonomi membuatnya hampir tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Cantika, atau Wulan bagi teman-temannya, adalah anak yatim. Ayahnya […]

  • Skandal Mafia Tanah di Boalemo, Pemdes Molombulahe Diduga Caplok Aset Keluarga Nalole

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 65
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Boalemo, 6 Februari 2026| Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Pemerintahan Desa (Pemdes) Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, di Kabupaten itu kini menjadi sorotan tajam setelah Tim Investigasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menemukan indikasi manipulasi administrasi dan penguasaan lahan lapangan seluas 14.645 meter persegi milik almarhum Hanipi Nalole. Berdasarkan penelusuran PPWI […]

  • Charma Afrianto: KPK Harus Tegas dan Profesional Tangani Dugaan Penyalahgunaan Yayasan Tak Terdaftar

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 331
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Agustus 2025| Ketua Umum Gerakan Nasional Cinta Rakyat (GENCAR) Indonesia, Charma Afrianto, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) yang diduga mengalir melalui dua yayasan milik anggota DPR RI, Fauzi Amro. Dua yayasan tersebut, yakni Yayasan Safa Kita Indonesia dan Yayasan […]

  • Viral! Desakan Usut Dugaan Kasus Pelecehan di SMK Pasundan 2 Bandung, Alumni dan Siswa Ancam Gelar Aksi

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 88
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, 24 September 2025 (GMOCT)| Polemik serius mencuat di lingkungan SMK Pasundan 2 Bandung setelah muncul dugaan kasus pelecehan yang menyeret oknum guru di sekolah tersebut. Isu ini ramai diperbincangkan melalui media sosial, di mana sejumlah akun menuliskan kesaksian bahwa kasus dugaan pelecehan bukanlah peristiwa tunggal, melainkan diduga terjadi berulang kali di setiap angkatan. Informasi […]

  • Aiptu Daryanto Atmaja Dan Rekan Lainnya Tunaikan Tugas Mulia Dengan Pengamanan Sholat Idul Adha

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 105
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Citeureup| Polres Bogor, Bhabinkamtibmas Desa Sanja Polsek Citeureup Polres Bogor Polda Jabar, Aiptu Daryanto Atmaja dan rekan lainnya, melaksanakan kegiatan Pengamanan  Sholat Idul Adha sekira jam 06.00 wib sampai dengan selesai  di Masjid Nurul Yaqin RT 2 Rw 3 Ds Sanja kec Citeureup Kab Bogor dengan Imam Sdr. Ustad Wildan.S.Pd dan Khotib Sdr Ustad Komarudin, […]

expand_less