EKSKLUSIF: Mantan Pangeran Andrew Ditangkap Tepat di Hari Ulang Tahunnya Atas Dugaan Pembocoran Dokumen Negara
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Jum, 20 Feb 2026
- visibility 7
- comment 0 comment

Foto: Ilustrasi ( AI )
Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Februari 2026| Mengakhiri berbagai spekulasi publik, kepolisian Inggris secara resmi melakukan penangkapan terhadap Andrew Mountbatten Windsor London pada Kamis (19/2) pagi, yang ironisnya bertepatan persis dengan hari ulang tahunnya yang ke-66. Langkah hukum ini menggeser narasi seputar sosoknya dari sekadar skandal tabloid menjadi investigasi tindak pidana murni tingkat tinggi.
Penangkapan ini sekaligus menandai babak baru bagi Andrew, yang kini murni berstatus sebagai warga sipil. Pada Oktober 2025 lalu, Istana Buckingham di bawah arahan Raja Charles III telah resmi mencabut seluruh gelar kerajaannya—sebuah langkah tegas untuk mengisolasi institusi monarki dari krisis reputasi.
Operasi Senyap di Sandringham
Operasi penangkapan ini dieksekusi secara senyap namun berskala besar. Tepat pukul 08.00 pagi waktu setempat, unit berpakaian preman dari Kepolisian Thames Valley yang menggunakan kendaraan tak bertanda mendatangi kediaman Andrew di Wood Farm, kawasan Sandringham Estate, Norfolk.
Selain penahanan, pihak kepolisian yang dibantu oleh aparat lokal juga melakukan penggeledahan serentak di sejumlah properti yang terhubung dengannya di wilayah Berkshire dan Norfolk.
Dakwaan Kunci: Pelanggaran dalam Jabatan Publik
Berbeda dari asumsi publik, penahanan hari ini tidak didasarkan secara langsung pada tuduhan kejahatan seksual di masa lalu. Pihak berwenang menjerat Andrew dengan pasal Pelanggaran dalam Jabatan Publik (Misconduct in Public Office), sebuah kejahatan kerah putih dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup dalam sistem peradilan Inggris.
Dakwaan ini berakar dari deklasifikasi lebih dari tiga juta halaman dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari hingga awal Februari 2026. Di dalam lautan dokumen investigasi Jeffrey Epstein tersebut, penyidik menemukan jejak komunikasi Andrew yang bersembunyi di balik nama samaran surel “The Duke” dan “The Invisible Man”.
Berdasarkan analisis dokumen DOJ, terdapat tiga temuan krusial yang mendasari jerat hukum aparat kepolisian Inggris:
1. Kebocoran Intelijen Ekonomi Negara
Sebagai Utusan Khusus Perdagangan dan Investasi Inggris (2001–2011), Andrew terbukti menyalahgunakan aksesnya terhadap informasi strategis. Pada Oktober 2010, ia tertangkap basah mengirimkan detail rencana kunjungan kenegaraan resminya ke Singapura, Vietnam, Shenzhen, dan Hong Kong kepada Epstein. Satu bulan kemudian, sesaat setelah menerima taklimat resmi dari kunjungannya, Andrew secara sadar meneruskan dokumen-dokumen pemerintahan tersebut secara langsung ke surel Epstein.
2. Eksploitasi Akses Institusi untuk Bisnis
Dokumen DOJ juga membongkar skema pemanfaatan pengaruh elit untuk jaringan bisnis sang miliarder. Sebuah surel menunjukkan Andrew membocorkan informasi internal sensitif terkait produsen otomotif Inggris, Aston Martin, yang memuat dinamika konflik internal dan relasi manajemen dengan negara Kuwait.
Dalam kasus lain pada Mei 2010, komunikasi internal mengungkap rencana pembentukan kantor investasi tertutup Proyek Green Park Group (GPG) di London dan Beijing. Staf Andrew secara spesifik merancang skema rahasia yang memanfaatkan akses eksklusif Andrew sebagai daya tarik utama bagi para investor.
3. Bantahan Atas Klaim Putus Hubungan
Rilis dokumen ini secara efektif meruntuhkan klaim Andrew pada wawancara publik tahun 2019, di mana ia menyatakan telah memutus kontak dengan Epstein sejak terpidana tersebut dihukum pada 2008.
Fakta dari korespondensi surel pada September 2010—setelah Epstein bebas dari tahanan rumah—justru memperlihatkan Andrew secara aktif memfasilitasi kunjungan Epstein ke Istana Buckingham dengan menjanjikan “privasi penuh”. Dalam surel terpisah, Andrew juga memberikan respons sangat antusias terhadap tawaran pertemuan dengan seorang wanita Rusia berusia 26 tahun dari Epstein. Hal ini diperkuat dengan rilisnya tiga foto baru oleh DOJ yang mengonfirmasi keterlibatan Andrew.
Runtuhnya Kekebalan Hukum Elit
Pakar hukum menilai kasus ini sebagai pelanggaran etika birokrasi dan keamanan negara yang fatal. Membocorkan informasi intelijen ekonomi tingkat tinggi kepada seorang terpidana murni demi menjaga relasi personal merupakan pengkhianatan terhadap jabatan publik.
Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor hari ini menjadi preseden penting bahwa transparansi data publik, seperti rilis resmi dokumen dari aparat penegak hukum—mampu menembus dinding tebal elit kekuasaan, membuktikan bahwa tidak ada individu yang kebal dari jangkauan hukum ketika bukti jejak digital telah berbicara.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment