Indonesia & Jepang Sepakat untuk Meningkatkan Kerja Sama, Bidang Mineral dan Energi Nuklir
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 20.Maret 2026 | Indonesia dan Jepang menandatangani Nota Kesepahaman (MoC) di dua bidang strategis, yaitu mineral kritis dan energi nuklir, di sela-sela Forum Menteri dan Bisnis Keamanan Energi Indo-Pasifik (IPEM) di Tokyo pada hari Minggu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk membangun sistem energi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia mencatat bahwa Indonesia tetap terbuka untuk berkolaborasi dalam pengelolaan mineral kritis, karena negara ini memiliki cadangan nikel terbesar di dunia serta deposit bauksit, timah, tembaga, dan unsur tanah jarang yang substansial.
“Kami senang mengundang pemerintah Jepang dan mitra bisnis Jepang kami untuk bersama-sama mengelola mineral kritis kami di Indonesia,” ujarnya dalam sebuah pernyataan Minggu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ryosei Akazawa, menekankan pentingnya kolaborasi antar negara untuk mengatasi ketidakpastian global dan menjaga keamanan energi serta keberlanjutan pasokan.
“Di tengah krisis global saat ini, sangat penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama guna menjaga keamanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai tindakan pencegahan,” katanya.
Ia kemudian menyoroti komitmen berkelanjutan Jepang untuk mendukung berbagai proyek kerja sama energi dengan Indonesia, termasuk penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Legok Nangka (PLTSa) sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.
Sementara itu, Kementerian ESDM mengatakan kerja sama di sektor mineral kritis akan fokus pada penguatan rantai pasokan global untuk meningkatkan keandalan dan stabilitas jangka panjangnya, sedangkan kerja sama energi nuklir akan berpusat pada pengembangan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan yang tinggi.
Kedua negara akan melanjutkan diskusi tentang penguatan keamanan energi regional, termasuk kerja sama dalam rantai pasokan gas alam cair (LNG) dan batubara, serta mempercepat proyek transisi energi di bawah kerangka kerja Komunitas Emisi Nol Asia (AZEC), seperti pengoperasian pembangkit listrik panas bumi Sarulla (PLTP) dan penyelesaian PLTSa Legok Nangka.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat keamanan energi dan mendukung upaya dekarbonisasi di kawasan Indo-Pasifik.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Antara






At the moment there is no comment