Jaga Persatuan dan Kesatuan DKI Jakarta Timur, 100 Peserta Ikuti Kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental
- account_circle Muhamad Dekra
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 114
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id—Jakarta, 27 November 2025| Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, menghadiri pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kota Administrasi Jakarta Timur, di Gedung serbaguna Blok C,
Kegiatan diikuti 100 peserta terdiri dari perwakilan Dewan Kota, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), RT, RW, dan organisasi masyarakat (Ormas) di wilayah Jakarta Timur.”Wakil Walikota menilai, kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan hal yang sangat baik untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa terutama dalam rangka mengisi kemerdekaan.
“Saya berharap dari kegiatan ini kita bisa melindungi keluarga kita, kemudian juga persatuan-kesatuan di Jakarta Timur, supaya lebih kuat, lebih kokoh dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Wakil Walikota.
Menurut Wakil Walikota, salah satu tantangannya pada generasi muda terutama pengaruh buruknya, seperti bahaya pemecahan bangsa seperti pengaruh-pengaruh medsos, kemudian juga pengaruh bahaya tawuran, kemudian narkoba, dan lain-lain yang bersifat, kegiatan yang sangat tidak terpuji.
“Jadi mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, berarti kita diingatkan untuk bisa menyampaikan kepada generasi muda, supaya bisa meningkatkan kreativitasnya, untuk lebih baik lagi maju sebagai generasi penerus kita di Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber Prof Dr. Dwi Purwoko yang membahas urgensi penguatan jati diri dan karakter bangsa dalam konsep Asta cita guna mewujudkan Indonesia Emas 2045, lalu Happy Farida Djarot, Anggota DPD RI yang membahas Peran DPD RI dalam penguatan jati diri dan karakter bangsa, serta narasumber Rofiq Sujarwanto membahas karakter masyarakat dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dari Yayasan Pendidikan Laboratorium Pancasila.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Timur, Eliazer Hutapea, menjelaskan kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat guna memahami tentang betapa pentingnya Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam rangka ikut serta menjaga dan melindungi Pancasila sebagai ideologi Bangsa dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG).
“Tujuan kegiatan ini meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap bahaya paham dan ideologi lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti radikalisme, terorisme dan isu aktual lainnya yang dapat menggoyahkan integritas dan karakter bangsa, serta meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi agenda perubahan dalam lingkungan,”ucapnya.[]
- Penulis: Muhamad Dekra
- Editor: Redaksi
- Sumber: Ahmad Andri


Saat ini belum ada komentar