Jarang yang Tahu! Lahir dari Orang Tua Beda Agama dan Sudah Dibaptis, Dian Sastro Ungkap Alasan Logis Pilih Mualaf
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 5 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 22 Februari 2026| Siapa yang tidak kenal Dian Sastrowardoyo? Sosok aktris cerdas, berbakat, dan ikonik dengan peran “Cinta” ini selalu berhasil memukau publik lewat karya-karyanya. Namun, di balik gemerlap dunia hiburan, Dian menyimpan kisah perjalanan spiritual yang sangat mendalam dan jarang diketahui orang banyak.
Banyak yang mengira Dian terlahir sebagai Muslim, namun kenyataannya, ia tumbuh dalam keluarga dengan keberagaman agama yang kental. Baru-baru ini, melalui podcast bersama Denny Sumargo, Dian blak-blakan mengungkap perjalanannya menjadi seorang mualaf yang didasari oleh logika dan pencarian filsafat.
Tumbuh dalam Keberagaman: Antara Katolik dan Buddha
Dian Sastro lahir dari orang tua yang memiliki keyakinan berbeda. Sang ibu adalah seorang penganut Katolik yang taat, sementara ayahnya memeluk agama Buddha. Sejak kecil, Dian dibesarkan secara Katolik dan telah menjalani berbagai prosesi sakramen penting.
“Gue digedein Katolik sama nyokap gue. Gue udah sampai Sakramen Baptis dan Komuni,” cerita Dian. Namun, darah petualang intelektual dalam dirinya membuat Dian mulai mempertanyakan banyak hal saat ia beranjak remaja.
Haus Jawaban: Mempelajari Semua Agama Lewat Filsafat Memasuki masa SMA
Dian mulai jatuh cinta pada dunia filsafat. Ia mulai bertanya-tanya tentang hakikat hidup: Untuk apa kita ada di dunia? Mengapa kita harus beragama?
Dengan keterbukaan pikiran sang bunda, Dian diizinkan untuk mencari jawabannya sendiri. Tak tanggung-
tanggung, Dian mempelajari hampir semua agama, mulai dari Konghucu, Buddha, hingga Hindu. Ia memiliki prinsip: ia akan memeluk agama yang pemimpinnya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sulitnya secara logis.
Titik Balik: “Jawaban Ustaz Itu Bikin Saya Skakmat”
Pencarian panjang itu akhirnya menemui titik terang saat Dian diajak tantenya menghadiri sebuah pengajian. Di sana, ia bertemu dengan seorang ustaz yang memberikan jawaban yang selama ini ia cari-cari.
Dian melontarkan pertanyaan- pertanyaan kritisnya. Di luar dugaan, sang ustaz menjawabnya menggunakan ayat Al-Qur’an dengan penjelasan yang sangat filosofis namun tetap masuk akal.
“Dia menjawab sangat filosofis dan sangat logis, yang gue juga nggak nyangka kejawabnya sama pemuka agama Islam,” ungkap Dian dengan penuh rasa kagum.
Jawaban yang masuk akal itulah yang membuat Dian merasa “skakmat”. Ia akhirnya menyadari bahwa Islam adalah pelabuhan terakhir yang ia cari selama ini.
Mualaf di Usia 21 Tahun: Belajar Menjiwai Setiap Doa, Tepat di usia 21 tahun
Dian resmi mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebagai seorang aktris, cara Dian belajar agama pun terbilang unik. Saat belajar surat Al-Fatihah, ia tidak hanya sekadar menghafal bunyi bahasa Arabnya, tetapi juga harus mendalami artinya.
“Gue harus ngafalin artinya, karena kalau nggak, gue nggak bisa menjiwainya,” pungkasnya. Kini, Dian telah menjalani kehidupannya sebagai Muslimah selama bertahun- tahun dan tetap konsisten memperdalam ilmu agamanya.
Kisah Dian Sastrowardoyo mengajarkan kita bahwa iman bukan hanya soal keturunan, melainkan sebuah perjalanan pencarian yang sungguh- sungguh. Ketika hati dan logika bertemu, di situlah ketenangan ditemukan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia (Wikipedia)



At the moment there is no comment