Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Sejarah » Kusni Kasdut: Dari Pejuang Kemerdekaan Hingga Perampok Legendaris yang Mati di Ujung Laras Senapan

Kusni Kasdut: Dari Pejuang Kemerdekaan Hingga Perampok Legendaris yang Mati di Ujung Laras Senapan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 16 Des 2025
  • visibility 103
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 16 Desember 2025| Pada pagi yang muram, Sabtu, 16 Februari 1980, Indonesia menutup salah satu bab paling kelam dalam sejarah kriminalnya. Di hadapan regu tembak, seorang pria bernama Ignatius Waluyo alias Kusni Kasdut, yang pernah disebut sebagai Robin Hood-nya Indonesia, menjemput ajalnya dengan dada tegap. Ia berusia 51 tahun dan telah menjalani hidup yang lebih mirip legenda daripada sekadar biografi.

Kusni Kasdut adalah sosok yang penuh ironi: seorang pejuang kemerdekaan yang berubah menjadi penjahat legendaris, antara darah pahlawan dan noda kriminal, antara keberanian dan keputusasaan. Kisah hidupnya bukan hanya cerita tentang kejahatan, tapi juga tentang nasib seorang rakyat kecil yang terbuang setelah revolusi usai.

Fase I: Pejuang Kemerdekaan (1945–1949)

Lahir di Blitar, Jawa Timur, pada Desember 1929, Kusni adalah anak petani miskin yang hidup di jalanan Malang. Saat proklamasi berkumandang, ia tak ragu ikut mengangkat senjata bersama Laskar Rakyat, bahkan turut serta dalam Pertempuran 10 November di Surabaya, salah satu bab heroik bangsa ini.

Dengan nama asli Waluyo, ia tergabung dalam kelompok laskar yang berafiliasi dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kusni dikenal cerdik dalam taktik gerilya dan piawai dalam “pertempuran ekonomi” merampok hartawan untuk membiayai perjuangan. Ia percaya bahwa tindakan itu bukan kejahatan, melainkan bentuk pengorbanan bagi republik muda yang berdarah-darah.

Namun, setelah perang usai, nasib tidak berpihak padanya. Ia gagal diterima sebagai anggota resmi TNI karena luka tembak di kakinya. Dalam dunia yang ia bantu bebaskan, Kusni justru terpinggirkan. Dari sinilah luka batin itu tumbuh rasa kecewa yang akhirnya menuntunnya ke jalan gelap.

Fase II: Dari Veteran ke Dunia Hitam (1953–1961)

Kehidupan pasca-revolusi tak pernah mudah bagi mereka yang tak diakui. Kusni, yang dulu berjuang demi kemerdekaan, kini berjuang demi bertahan hidup. Tahun 1953, ia mulai menapaki jalan kriminal.

Kasus besar pertamanya mengguncang negeri: perampokan disertai pembunuhan terhadap saudagar keturunan Arab bernama Ali Badjened di Surabaya pada 11 Agustus 1953. Dari situlah nama Kusni Kasdut mencuat dan menjadi momok bagi kepolisian.

Namun puncak dari kisah legendarisnya terjadi pada 31 Mei 1961. Dengan penyamaran luar biasa, Kusni dan kelompoknya menyusup ke Museum Nasional (Museum Gajah) di Jakarta dengan berpakaian seperti polisi dan mengendarai jip resmi. Mereka melumpuhkan penjaga dan menggondol 11 butir berlian permata yang nilainya tak ternilai milik negara, milik sejarah. Aksi ini bukan hanya kriminal, tapi teatrikal; sebuah kejahatan yang digarap dengan disiplin seorang veteran perang.

Fase III: Si Kancil Penjara dan Pertobatan (1969–1980)

Setelah bertahun-tahun menjadi buronan, Kusni akhirnya tertangkap di Semarang ketika mencoba menjual berlian hasil rampokan. Tahun 1969, Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan vonis hukuman mati.

Namun kisahnya tidak berhenti di ruang sidang. Ia dijuluki “Si Kancil” karena kelihaiannya meloloskan diri dari penjara delapan kali kabur, termasuk dari Lapas Cipinang pada 10 September 1979, yang membuat seluruh negeri geger. Namun nasib kembali menangkapnya di Surabaya, 17 Oktober 1979.

Selama menunggu eksekusi, Kusni menemukan sisi lain dari dirinya. Ia memeluk agama Katolik dan dibaptis dengan nama Ignatius. Waktu di penjara ia habiskan dengan melukis, membuat karya dari pelepah pisang, dan menulis refleksi hidup. Ia bahkan memohon grasi kepada Presiden Soeharto, namun ditolak.

Dan pada pagi 16 Februari 1980, suara letusan senapan memecah kesunyian. Tubuh Kusni Kasdut rebah namanya tetap hidup sebagai simbol paradoks antara pahlawan dan penjahat, antara keadilan dan keputusasaan.

Kusni Kasdut meninggalkan warisan kisah yang mengguncang nurani bangsa: tentang bagaimana sistem bisa melahirkan pahlawan sekaligus menghancurkannya. Ia berjuang demi kemerdekaan, lalu mati karena kejahatan dua sisi mata uang yang sama dari sejarah Indonesia yang tak pernah sepenuhnya hitam atau putih.[]

#KusniKasdut #RobinHoodIndonesia #SejarahKriminal #PejuangYangTerlupakan #MuseumGajah1961 #TragediRevolusi #KisahLegendaris

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Gelar Aksi PSN dan Tempel Stiker Komitmen STOP BABS di Rumah Warga RW 08 Pulo Gebang

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 232
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta, 16 Agustus 2025| Jakarta Timur Upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur meningkatkan kesehatan Masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melakukan Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan warga RW 08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (16/8/2025) Langkah itu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dengan menggelorakan […]

  • Negara Tidak Akan Tenang — Desakan Tangkap Riza Chalid Menguat

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 279
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 September 2025| Pengamat Hukum dan Politik Egi Hendrawan mendesak Kejaksaan Agung segera menangkap Riza Chalid yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut Egi, keberadaan Riza yang hingga kini mangkir dari panggilan pemeriksaan semakin menodai citra penegakan hukum Indonesia. “Kondisi negara Semakin […]

  • PPWI Minta Mahkamah Agung Tertibkan Larangan Pengambilan Foto Dan Video Di PN Sorong

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 135
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sorong| Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, mewakili seluruh anggota PPWI se-Indonesia meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia segera meninjau ulang kebijakan Pengadilan Negeri (PN) Sorong yang memasang papan larangan pengambilan foto dan video di ruang sidang maupun lingkungan pengadilan. Menurutnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan Pasal 4 ayat (2) dan (3) Undang-Undang […]

  • Sinergitas Bhabinkamtibmas Dan TNI Koramil Parung Wujudkan Kamtibmas Di Desa Binaan

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Sebagai wujud nyata sinergitas antara Polri dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Parung Polres Bogor Polda Jabar, Bripka Hariyanto, bersama Babinsa Koramil Parung, Koptu Wahyudin, melaksanakan sambang sekaligus silaturahmi kepada warga Desa binaan, Minggu (08/06/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bripka Hariyanto berkoordinasi erat dengan Koptu Wahyudin guna memastikan keamanan wilayah hukum […]

  • PPWI Lampung Matangkan Persiapan Pelantikan Akbar: Sejarah Baru Akan Dimulai Dari Balai Keratun

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 156
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandar Lampung| Detik-detik menjelang perhelatan akbar Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung kian terasa. Dengan semangat kolektif dan tekad kuat untuk menghadirkan acara pelantikan yang tak hanya megah tapi juga bermakna, panitia pelaksana menggelar rapat evaluasi dan finalisasi pada Minggu, 13 Juli 2025, di Sekretariat PPWI Provinsi Lampung. Pelantikan pengurus DPD dan DPC PPWI […]

  • Gubernur DKI Ajak Jema’at Do’akan Korban Bencana Sumatera dan Aceh, Saat Kunjungan Misa Malam Natal di Gereja Paroki

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Rls/Muhamad Dekra
    • visibility 46
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 25 Desember 2025| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengharapkan perayaan Natal 2025 memberi kedamaian dan keberkahan. Harapan itu diungkapkan saat menghadiri Misa Malam Natal 2025, di Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, (24/12). Didampingi Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, Gubernur DKI memastikan Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menjaga […]

expand_less