Langit Timur Tengah Terbakar: Kilatan Rudal, Sirene Menjerit, dan Saksi Bisu Kerangka Puluhan Bus
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 11 hour ago
- visibility 4
- comment 0 comment

Foto: Balistik Iran menghantam pangkalan militer AS di Juffair Bahrain dan Abu Dhabi. Jordan next target.Haifa, Holon, dan Galile di Israel berkobar setelah dihantam Balistik Iran. Sekitar 20 bus hancur
Tegarnews.co.id-Jakarta, 28 Februari 2026| Ketegangan di Timur Tengah tak lagi sekadar ancaman di atas kertas. Malam berganti menjadi lautan api ketika rentetan serangan rudal mengubah peta konflik regional menjadi sebuah realitas yang mencekam. Babak baru eskalasi ini pecah tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan gelombang serangan ke berbagai kota strategis di Iran.
Kini, langit malam di atas kawasan tersebut diwarnai kilatan proyektil balasan.
Malam Panjang di Juffair dan Haifa
Balasan dari Teheran datang dengan cepat dan menyasar langsung urat nadi kekuatan lawannya di kawasan. Di Juffair, Bahrain, keheningan malam dirobek oleh suara ledakan dahsyat. Kawasan pesisir ini bukanlah lokasi biasa; di sinilah jantung pertahanan laut Amerika Serikat, markas United States Fifth Fleet, berdetak. Sumber keamanan melaporkan bahwa aset-aset militer di wilayah tersebut menjadi sasaran utama, mengirimkan pesan tegas melintasi Teluk Persia.
Di saat yang sama, ribuan kilometer dari Bahrain, raungan sirene peringatan bergema membelah langit Israel. Pecahan rudal yang berhasil dicegat berjatuhan di wilayah Holon, sementara gema ledakan menggetarkan kawasan Galilea di utara. Dari proyektil yang diluncurkan, satu di antaranya dilaporkan menembus sistem pertahanan dan menghantam area Haifa, memaksa warga berlindung dalam ketakutan di tengah malam yang benderang oleh api.
Puing Logam dan Asap Kelabu
Di balik narasi besar pergerakan geopolitik dan klaim keberhasilan militer, dampak di darat selalu menceritakan kisah yang lebih kelam.
Di salah satu titik yang terdampak, pemandangan pasca-ledakan menyisakan gambaran yang membekukan darah: sekitar 20 unit bus hancur lebur. Deretan kendaraan yang biasanya menjadi urat nadi transportasi warga itu kini berubah menjadi kerangka besi hangus. Bau logam terbakar dan kepulan asap tebal menyelimuti area tersebut, menjadi saksi bisu dari daya hancur senjata yang saling dilontarkan. Puing-puing ini menjadi pengingat visual akan seberapa dekat eskalasi militer ini dengan ruang publik.
Masa Depan yang Tertutup Kabut
Pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa serangan kilat ini adalah respons yang tidak bisa dihindari atas gempuran sebelumnya oleh Israel yang didukung penuh oleh Washington.
Hingga fajar menyingsing, otoritas terkait masih berusaha memadamkan sisa-sisa api dan menyisir reruntuhan. Belum ada angka resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian materiil dari masing-masing pihak. Namun satu hal yang pasti: kawasan ini sedang menahan napas. Situasi yang sangat dinamis ini membawa Timur Tengah melangkah ke tepi jurang konflik terbuka yang jauh lebih luas.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment