Pasca Keracunan 135 Siswa dan Guru, Dapur MBG Yayasan SIB SPPG Pondok Kelapa Ditutup” Media Dilarang Meliput!
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 2 hour ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta Timur, 5 April 2026 | Kasus keracunan massal yang menimpa 135 siswa dan tenaga kependidikan di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh Dapur Yayasan SIB Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa pada Kamis, 2 April 2026. Hingga hari ini, (5/4/2026), pihak dapur masih menutup akses bagi media untuk meliput dan meminta klarifikasi.
Menurut laporan dari Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit pada Jum’at, (3/4), total korban mencapai 135 orang yang tersebar di empat sekolah, yaitu SDN Pondok Kelapa 01 (37 siswa). SDN Pondok Kelapa 07 (31 siswa). SDN Pondok Kelapa 09 (33 siswa), dan SMAN 91 Jakarta Timur (34 orang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan).
Sebagian dari mereka dirawat di beberapa rumah sakit, seperti RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, namun kondisi seluruh korban dilaporkan sudah membaik.
Menu yang disajikan pada hari kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan dugaan sementara penyebab keracunan adalah makanan yang tidak lagi segar saat dikonsumsi, akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan distribusi. Selain itu, hasil investigasi awal juga menemukan masalah pada fasilitas dapur, seperti tata letak yang tidak sesuai standar dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memadai.
Sebagai tindakan tegas, BGN pada Sabtu, 4 April 2026, mengumumkan penghentian sementara operasional SPPG Pondok Kelapa tanpa batas waktu hingga seluruh persyaratan standar dipenuhi. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, juga menyatakan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang juga menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat dan anak-anak bisa kembali beraktivitas normal dalam satu hingga dua hari ke depan.
Namun, upaya awak media dari faktara.my.id untuk meliput dan meminta klarifikasi lebih lanjut di lokasi dapur pada hari ini, Minggu, 5 April 2026, menemui hambatan. Salah satu karyawan di lokasi menolak memberikan akses, dengan alasan bahwa pihaknya sedang mengadakan brifing internal dan mengharuskan adanya surat izin resmi dari BGN jika media ingin melakukan peliputan.
“Maaf mas kita sedang ada briefing internal. Mas nya punya surat izin resmi dari BGN untuk meliput? Kalo gaada maaf mas kita gabisa menerima tamu.” ungkap salah seorang karyawan saat menemui awak media faktara.my.id, (05/4).
Setelah berkata demikian karyawan tersebut langsung menutup kembali pagar kemudian pergi meninggalkan awak media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Yayasan SIB terkait kasus ini. Masyarakat dan orang tua siswa berharap proses investigasi dapat berjalan transparan dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera ditindak, serta memastikan keamanan dan kualitas makanan program MBG di masa depan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment