Pemerintah Sampaikan Duka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
- account_circle M.Ifsudar/Rizky
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 4
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 1 April 2026 | Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL melempar baret mereka ke udara usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan rasa duka mendalam dari pemerintah terkait gugurnya (tiga) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Dengan berita terkini gugurnya (tiga) prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas mulia sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden RI tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada awak media di Jakarta.
Ia menjelaskan Pemerintah Indonesia lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga sudah menyampaikan pernyataan yang menyayangkan adanya kejadian tersebut dan telah memintai otoritas terkait untuk melakukan investigasi ujarnya.
“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima (TNI) dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan-pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Prasetyo.

Sebelumnya,” Pemerintah Indonesia juga sudah menyerukan pertemuan darurat langsung ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh serta transparan terkait gugurnya anggota asal Indonesia di Lebanon.
Menlu Sugiono dalam unggahan resmi di media sosial ia juga menyampaikan sudah menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Senin (30/3) terkait gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) asal Indonesia.
Ia menyatakan Indonesia mengutuk keras atas serangan keji tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia bernama Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3).
Sementara itu, pada Selasa (31/3), Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit TNI gugur di Lebanon Selatan saat sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL pada Senin (30/3).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Jakarta, Selasa, telah merilis dua identitas prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan yaitu Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.[☆]
- Author: M.Ifsudar/Rizky
- Editor: Redaksi
- Source: Idham Kholid






At the moment there is no comment