Prada Samlawi Asal Rumpin Bogor Yang Diseret dan Dibakar Setelah Shalat Dzuhur
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Ming, 22 Feb 2026
- visibility 11
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 22 Februari 2026| Dalam catatan kelam revolusi fisik Indonesia di tahun 1948, terdapat satu nama yang seolah terkubur oleh hiruk-pikuk sejarah besar: Prada Samlawi. Seorang prajurit yang loyalitasnya tidak hanya pada negara, namun juga pada Tuhannya. Kisah kematiannya di Cigudeg merupakan salah satu fragmen paling brutal sekaligus heroik dari perjuangan rakyat Bogor dalam mengusir penjajah Belanda.
SIAPAKAH PRADA SAMLAWI?
Prada Samlawi adalah putra asli Rumpin, Kabupaten Bogor, yang bergabung dalam barisan tentara untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca-Proklamasi 1945. Ia dikenal sebagai prajurit yang sangat religius. Di tengah kepungan peluru dan deru peperangan gerilya, ia tetap memprioritaskan kewajiban ibadahnya, sebuah rutinitas yang kelak menjadi saksi bisu akhir hayatnya.
KRONOLOGI PERISTIWA SYAHID SETELAH BERSUJUD
Pada suatu hari di tahun 1948, wilayah Cigudeg menjadi medan pertempuran sengit antara pejuang republik dan tentara Belanda (NICA). Berdasarkan penuturan turun-temurun dan catatan sejarah lokal, Prada Samlawi sedang menjalankan tugas di wilayah tersebut ketika waktu Salat Zuhur tiba.
Di tengah situasi yang tidak menentu, ia menyempatkan diri untuk bersujud menghadap Allah. Namun, lokasi persembunyiannya terendus oleh tentara Belanda. Pasukan musuh mengepungnya tepat saat ia menyelesaikan ibadahnya.
PENYIKSAAN YANG TAK TERPERI
Bukannya langsung dieksekusi sebagai tawanan perang, Prada Samlawi justru mengalami tindakan yang melampaui batas kemanusiaan. Dalam beberapa versi sejarah lisan yang kuat di masyarakat Rumpin, disebutkan bahwa setelah ditangkap, tubuhnya diikat dan diseret menggunakan kendaraan militer Belanda di sepanjang jalan. Kebrutalan tersebut memuncak saat tubuh sang prajurit yang sudah tak berdaya itu kemudian dibakar hidup-hidup. Teriakan takbir disinyalir menjadi kata terakhir yang keluar dari bibirnya sebelum ia mengembuskan napas terakhir sebagai martir. Kekejaman ini sengaja dilakukan oleh pihak kolonial untuk meneror mental para pejuang lainnya di wilayah Bogor Barat, namun justru memicu kemarahan rakyat yang lebih besar.
Meskipun sempat terlupakan di tingkat nasional, nama Prada Samlawi tetap hidup di hati masyarakat Bogor. Untuk menghargai pengorbanannya yang luar biasa, pemerintah daerah mengabadikan namanya sebagai nama jalan utama di Kecamatan Rumpin, yakni Jalan Prada Samlawi.
Jenazah yang awalnya dimakamkan di Kampung Sentuk, sebelum akhirnya dipindahkan oleh keluarga dan pemerintah ke tempat yang lebih layak untuk menghormati jasanya sebagai pejuang revolusi fisik.[☆]
Sumber Terpercaya:
Wikipedia Bahasa Indonesia: Profil Samlawi
Radar Bogor: Kisah Pejuang Asal Rumpin yang Terlupakan
Tribun News: Mengenal Sosok Prada Samlawi
Bogor-Kita: Pemuda Rumpin Terbitkan Buku Perjuangan Prada Samlawi
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment