Breaking News
light_mode
Home » Opini » Reformasi Kultural Polri Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

Reformasi Kultural Polri Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

  • account_circle HUSEN
  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
  • visibility 197
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta. 23 November 2025- Stabilitas sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh kualitas institusi keamanannya. Sejak Polri resmi berpisah dari ABRI pada 1999, reformasi kepolisian menjadi bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Setelah lebih dari dua puluh lima tahun, berbagai pembaruan struktural telah dilakukan. Namun, di balik capaian tersebut, terdapat satu fondasi yang akan menentukan arah Polri sebagai institusi modern: kultur organisasi.

 

Reformasi kultural merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia—warisan nilai yang akan memengaruhi kualitas keamanan, stabilitas, dan demokrasi bangsa.

 

Menurut Ir. R. Haidar Alwi, MT, Pendiri Haidar Alwi Care, Pendiri Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, pembahasan mengenai perubahan Polri harus dipahami secara menyeluruh, bukan sekadar pada pergantian sosok pemimpin.

 

“Perubahan dalam institusi sebesar Polri tidak lahir dari satu orang. Masa depan Polri ditentukan oleh internalisasi nilai, disiplin, dan budaya pelayanan yang konsisten dari generasi ke generasi. Karena itu, reformasi kultural jauh lebih penting daripada sekadar mengganti kepala,” tegas Haidar Alwi.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa reformasi Polri bukanlah tentang siapa, melainkan bagaimana Polri membangun dirinya dari dalam.

 

Reformasi Dua Dekade: Capaian Struktural dan Tantangan Kultural

Dalam dua dekade terakhir, Polri telah mencatat berbagai capaian signifikan. Melalui program PRESISI, digitalisasi administrasi, peningkatan transparansi informasi, serta perbaikan tata kelola, layanan publik Polri kini jauh lebih mudah diakses. Masyarakat dapat membuat laporan secara daring, memantau pengaduan, dan mendapatkan informasi hukum dengan lebih terbuka.

 

Capaian tersebut menunjukkan bahwa reformasi struktural bergerak ke arah yang benar.

 

Namun, pertanyaan berikutnya muncul: bagaimana dengan reformasi kultur?

Institusi besar tidak hanya berjalan dengan aturan tertulis, tetapi juga dengan kebiasaan, mentalitas kerja, dan nilai-nilai yang hidup di dalam organisasi. Di sinilah sering muncul celah yang perlu dibenahi: pola pelayanan yang belum merata, kultur komando yang kadang lebih dominan dari pendekatan humanis, serta indikator kinerja yang masih berorientasi angka, bukan kualitas relasi polisi–masyarakat.

 

Menurut Haidar Alwi, fase ini merupakan tahapan alami dalam pertumbuhan organisasi besar.

 

“Struktur bisa diperbaiki dengan regulasi, teknologi bisa dibeli, sistem bisa disempurnakan. Tetapi kultur hanya dapat berubah apabila nilai-nilai baik ditanamkan, dijaga, dan diteladankan. Perubahan paling penting adalah perubahan yang tidak terlihat, tetapi dirasakan,” jelasnya.

 

Dengan kata lain, reformasi struktural adalah pondasi, namun masa depan Polri ditentukan oleh nilai yang hidup di dalamnya.

 

Polmas: Jembatan Kepercayaan antara Polisi dan Masyarakat

Untuk menjawab tantangan kultural, Polri sesungguhnya memiliki fondasi utama yang sangat strategis: Polmas (Pemolisian Masyarakat).

 

Polmas adalah pendekatan yang menempatkan polisi dan masyarakat sebagai mitra. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi menjadi pendengar, pembimbing, sekaligus penjaga harmoni sosial. Polisi mengenal warganya, dan warga mengenal polisinya—dari kedekatan itu tumbuhlah kepercayaan.

 

Menurut Haidar Alwi:

 

“Polmas bukan sekadar metode, tetapi jembatan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Kepercayaan adalah energi terbesar sebuah negara. Tanpa kepercayaan publik, hukum kehilangan wibawanya.”

 

Relevansi Polmas semakin besar di tengah ancaman modern: kejahatan siber, penyebaran hoaks, eksploitasi anak, perdagangan manusia, hingga radikalisasi digital. Ancaman-ancaman ini tidak dapat ditangani secara represif semata. Polri membutuhkan kedekatan sosial agar tanda-tanda awal dapat dikenali lebih cepat.

 

Polmas adalah strategi jangka panjang agar Polri kuat bukan hanya karena kewenangannya, tetapi karena kepercayaan masyarakat.

 

Mengapa Fokus Publik Tidak Boleh Salah Arah

Dalam dinamika diskursus publik, isu mengenai Polri acap kali dipersempit menjadi persoalan pergantian Kapolri. Narasi ini terlihat sederhana, namun keliru secara substansial.

 

“Institusi sebesar Polri tidak bisa dilihat hanya dari satu kursi. Jika fokus publik hanya diarahkan pada figur, kita gagal melihat tubuh organisasi secara utuh. Yang harus diperbaiki adalah kultur, bukan sekadar kepala,” jelas Haidar Alwi.

 

Ia menegaskan bahwa diskursus publik harus diarahkan pada pemahaman yang lebih sehat dan dewasa. Polri sedang menjalani proses pembenahan bertahap. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus berdasar data, logika, dan empati—bukan sekadar tekanan emosional.

 

Arah pembicaraan publik harus bergeser: dari fokus pada figur menjadi fokus pada pembenahan kultur. Di situlah inti reformasi sesungguhnya berada.

 

Reformasi Kultural sebagai Investasi Nasional

Reformasi Polri memiliki dampak yang jauh melampaui institusi kepolisian. Negara-negara maju memiliki kesamaan: kepolisian yang kuat secara kultur dan dipercaya publik. Kepercayaan tersebut menjadi pilar stabilitas nasional yang menopang pertumbuhan ekonomi, kualitas demokrasi, dan reputasi internasional.

 

Karena itu, reformasi kultural Polri harus dipandang sebagai investasi nasional, bukan agenda internal semata. Ini adalah investasi untuk memperkuat martabat hukum, meningkatkan kualitas demokrasi, dan mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

 

“Ketika kita memperkuat kultur Polri, kita sebenarnya tengah memperkuat masa depan bangsa. Reformasi kultural adalah warisan terbaik yang dapat kita titipkan kepada generasi berikutnya,” pungkas Haidar Alwi.

  • Author: HUSEN
  • Editor: Husen
  • Source: Rls/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Jabar Ucapkan Bela Sungkawa Atas Gugurnya Satu Anggota Kepolisian Saat Bertugas dan  2 Warga Masyarakat dalam Pesta Rakyat di Garut

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 149
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Garut| Pesta rakyat yang di gelar di Kabupaten Garut hari Jumat 18 Juli 2025 telah menelan korban jiwa, dua orang warga masyarakat dan satu orang lagi dari anggota kepolisian Polda Jabar yang sedang bertugas. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K.,S.H.,M.H., menyampaikan duka yang mendalam  atas peristiwa tersebut, dimana ada dua warga masyarakat yang […]

  • Jalin Silaturahmi, Bhab inkamtibmas Desa Bojong Nangka Polsek Gunung Putri Laksanakan Sambang Warga Untuk Ciptakan Kamtibmas Kondusif

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 81
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor|Dalam rangka mempererat hubungan dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Bojong Nangka Polsek Gunung Putri, Polres Bogor, melaksanakan kegiatan sambang warga di Kampung Cikuda RT 27 RW 12, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas rutin Bhabinkamtibmas untuk mendekatkan diri sekaligus mendengarkan langsung aspirasi warga. Bhabinkamtibmas Desa […]

  • LSM GMB Dukung Penuh Gubernur Prov. Jawa Barat Dalam Memberantas Aksi Premanisme Di Wilayah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Syarif Hidayatullah
    • visibility 224
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta| LSM GMB mendukung penuh kinerja Gubernur Provinsi Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam memberantas aksi premanisme di Jawa Barat. Kamis (15/05/2025) Seperti yang sudah disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme di Jawa Barat, yang diresmikan melalui Surat Keputusan No. 300 Kep.160-Bakesbangpol/2025. Satgas ini akan dibekali […]

  • Dewan Kota Jakarta Timur Serap Aspirasi Masyarakat Jaktim, Kecamatan Duren Sawit

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 682
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 19 November 2025| Jakarta Timur, Dewan Kota Jakarta Timur menggelar Kunjungan Kerja Wilayah Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka silaturahmi bersama warga tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekitar Kelurahan Malaka Jaya. Kegiatan dihadiri langsung Camat Duren Sawit, Kelik Sutanto, di Aula Serbaguna Kantor Kelurahan Malaka Jaya, diikuti ketua RW, […]

  • Tragedi PPPJ: Matahukum Desak Jaksa Agung Copot Kabadiklat Leonard Eben Ezer

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 5
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Maret 2026 | Kabar meninggalnya seorang siswi di Pendidikan, Pelatihan dan Pembentukan Jaksa (PPPJ) di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI yang diduga akibat mengalami kekerasan fisik pada Jum’at (13/3), membuat Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir mendesak agar Jaksa Agung mengevaluasi kurikulum dan juga Kepala Badiklat. “Mendesak reformasi sistem Pendidikan dan […]

  • Dzikir Kebangsaan di Bumi Alit Padjajaran: Gema Doa dan Nasionalisme Sambut 80 Tahun Indonesia Merdeka

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 98
    • 0Comment

    Tegarnrws.co.id-Serang, Banten, 16 Agustus 2025| Malam ini, sabtu (16/8), langit Cikeusal dipenuhi cahaya doa dan lantunan dzikir. Ratusan jamaah tumpah ruah di Majelis Dzikir Bumi Alit Padjajaran Serang Banten, dalam rangkaian peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia. Acara “Dzikir Kebangsaan, ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Lantunan doa, istighfar, dan shalawat bergema, menyatu dengan semangat […]

expand_less