SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL dan Relokasi Prajurit TNI dari Zona Perang Lebanon
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 2 hour ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 5 April 2026 | Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan penugasan atau merelokasi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari wilayah konflik Lebanon.
Pernyataan ini merupakan respons atas gugurnya prajurit TNI dan jatuhnya korban luka akibat eskalasi pertempuran di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Melalui pernyataan resminya, SBY menekankan bahwa misi UNIFIL, termasuk Kontingen Garuda XXIII/S, adalah tugas menjaga perdamaian atau peacekeeping berdasarkan Chapter 6 Piagam PBB.
Ia menggarisbawahi bahwa personel peacekeeper tidak dibekali persenjataan berat maupun mandat untuk melakukan tugas pertempuran atau peacemaking sebagaimana diatur dalam Chapter 7.
SBY menyoroti perubahan situasi di lapangan di mana pasukan kini terjebak di tengah medan tempur aktif (war zone) antara Israel dan Hizbullah, padahal seharusnya mereka hanya bertugas di zona aman (blue line).
Mengingat laporan bahwa pasukan Israel telah merangsek masuk hingga 7 kilometer dari garis batas, keselamatan para penjaga perdamaian kini berada dalam risiko tinggi. SBY juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang dan mengeluarkan resolusi tegas terkait perlindungan personel.
Selain itu, ia mendukung penuh langkah pemerintah Indonesia dalam menuntut investigasi transparan dan jujur dari PBB atas insiden yang menimpa prajurit Indonesia.
Menurutnya, PBB memegang tanggung jawab penuh untuk menjelaskan penyebab jatuhnya korban jiwa di tengah misi kemanusiaan tersebut agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan adil.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia






At the moment there is no comment