SBY Peringatkan AS – Israel: Kirim Pasukan ke Iran Bisa Jadi Blunder Sejarah Yang Mahal
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 46 minute ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Maret 2026| Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan peringatan serius terkait kemungkinan eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam tayangan podcast SBY Standpoint, SBY menilai bahwa keputusan untuk mengirim pasukan darat (boots on the ground) ke Iran harus dipertimbangkan secara sangat matang. Menurutnya, Iran bukanlah negara yang dapat disamakan dengan Irak atau Afghanistan dalam konteks operasi militer sebelumnya.
“Iran itu Iran. Bukan Afghanistan, bukan Irak,” tegasnya.
Dengan latar belakang 30 tahun sebagai perwira TNI, SBY mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi militer tetap memiliki batas ketika berhadapan dengan medan tempur yang kompleks dan perlawanan yang terorganisir. Ia menyinggung pelajaran sejarah seperti Perang Vietnam, serta konflik panjang di Irak dan Afghanistan, yang menunjukkan bahwa kemenangan taktis tidak selalu berarti kemenangan strategis.
SBY juga menyoroti potensi risiko perang berkepanjangan tanpa kejelasan strategi keluar (exit strategy). Menurutnya, konflik darat berisiko menimbulkan korban jiwa besar serta tekanan moral bagi prajurit yang bertugas jauh dari tanah airnya.
Ia bahkan mengutip pernyataan yang pernah disampaikannya sebelumnya:
“Soldiers will not fight and die unless they know what they fight and die for.”
Di akhir analisanya, SBY berharap para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS dan Perdana Menteri Israel, benar- benar mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum mengambil langkah militer yang dapat mengubah stabilitas kawasan dan global.
Baginya, mencegah perang tetap jauh lebih bijak daripada memulai konflik yang konsekuensinya sulit dikendalikan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah peringatan SBY ini relevan dengan situasi geopolitik saat ini?.[☆]
Sumber: Youtube,Susilo Bambang Yudhoyono
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment