Tokoh Berani Itu Telah Tiada: Mengenang Antasari Azhar dan Misteri Kasus yang Tak Pernah Terjawab!
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 13 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Februari 2026| Dunia hukum Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya yang paling kontroversial sekaligus paling berani. Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang namanya pernah menggetarkan nyali para koruptor, telah berpulang pada 8 November 2025.
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan lubang besar dalam sejarah hukum kita: sebuah misteri tentang kebenaran yang terkubur bersama jasadnya.
Dari Puncak Kejayaan ke Jeruji Besi
Antasari Azhar bukanlah sosok sembarangan. Di bawah komandonya, KPK jilid II menjelma menjadi “singa” yang tak segan menerkam siapa saja. Gebrakannya menangkap jaksa Urip Tri Gunawan hingga keberaniannya menahan Aulia Pohan—yang saat itu merupakan besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—menjadi bukti otentik bahwa hukum tidak boleh tumpul ke atas.
Namun, pepatah “semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berhembus” benar-benar terjadi padanya. Di tengah kegigihannya mengusut berbagai kasus besar, Antasari justru terseret dalam pusaran kasus pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada tahun 2009.
Teka-Teki yang Tak Pernah Terjawab
Bagi sebagian masyarakat, kasus Antasari adalah luka dalam sejarah hukum Indonesia. Meski vonis 18 tahun penjara telah dijatuhkan, aroma kriminalisasi terus tercium menyengat. Publik tidak pernah lupa pada beberapa kejanggalan yang hingga akhir hayatnya terus diperjuangkan oleh Antasari:
Misteri SMS Ancaman:
Bukti SMS bernada ancaman yang disebut dikirim Antasari ke Nasrudin tidak pernah terbukti secara digital di data CDR (Call Data Record).
Kejanggalan Luka Tembak: Adanya perbedaan mencolok antara luka tembak pada tubuh korban dengan fakta persidangan, menimbulkan spekulasi adanya “penembak lain” yang tak pernah terungkap.
Baju Korban yang Hilang: Hilangnya barang bukti penting berupa baju korban yang seharusnya bisa menjelaskan jarak tembak dan jenis peluru.
Setia Hingga Akhir
Di balik jeruji besi Lapas Tangerang
Antasari tetap menunjukkan martabatnya. Ia tidak pernah memohon pengampunan atas kesalahan yang tidak ia lakukan, melainkan menuntut keadilan. Dukungan tak henti dari sang istri, Ida Laksmiwati, menjadi simbol kesetiaan di tengah badai fitnah yang luar biasa.
Meski akhirnya menghirup udara bebas melalui grasi, Antasari membawa luka batin seorang pejuang yang dikalahkan oleh sistem yang ia coba perbaiki.
Warisan untuk Indonesia
Kepergian Antasari Azhar pada usia 72 tahun menandai berakhirnya sebuah era. Ia pergi membawa rahasia- rahasia besar yang mungkin tidak akan pernah terkuak di meja hijau. Namun, bagi rakyat Indonesia, ia akan selalu diingat sebagai sosok yang berani mengetuk pintu kekuasaan demi tegaknya keadilan, meski harga yang harus ia bayar adalah kebebasannya sendiri.
Selamat jalan, Sang Pendekar Hukum. Biarlah sejarah yang akan menuliskan siapa sebenarnya pemenang dalam drama panjang ini.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment