13 Negara Setujui Resolusi PBB Terhadap Iran, Rusia dan China Pilih Menahan Diri
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 54 minute ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Maret 2026 | Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah United Nations Security Council atau Dewan Keamanan PBB secara resmi mengesahkan sebuah resolusi yang menuntut Iran segera menghentikan serangan militernya terhadap negara-negara di kawasan Teluk.
Resolusi tersebut disahkan pada Rabu, 11 Maret 2026, dalam sidang di markas besar United Nations di New York, Amerika Serikat.
Dari total anggota Dewan Keamanan, sebanyak 13 negara memberikan suara dukungan. Sementara itu, dua anggota tetap, yaitu Russia dan China, memilih abstain sebagai bentuk protes terhadap substansi dokumen yang mereka nilai tidak seimbang.
Dalam poin utama resolusi tersebut, Dewan Keamanan menuntut Iran segera menghentikan seluruh serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Negara-negara yang disebut secara langsung dalam dokumen itu meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, United Arab Emirates, serta Jordan.
Resolusi tersebut juga secara tegas mengutuk segala tindakan atau ancaman dari Iran yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran internasional di Strait of Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.
“Dewan Keamanan mengutuk setiap tindakan atau ancaman oleh Republik Islam Iran yang bertujuan untuk menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz,” demikian bunyi petikan resolusi yang dikutip dari AFP.
Namun keputusan ini langsung memicu kritik tajam dari pihak Iran. Pasalnya, dokumen tersebut tidak menyinggung sama sekali peran United States dan Israel yang disebut sebagai pihak yang lebih dahulu melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut bahkan dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebuah peristiwa yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengecam keras keputusan Dewan Keamanan tersebut. Ia menilai resolusi itu mencerminkan standar ganda dalam politik internasional.
Menurut Iravani, Iran saat ini justru berada dalam posisi mempertahankan diri setelah menjadi korban agresi militer.
Bagi Teheran, resolusi ini bukan sekadar keputusan diplomatik, tetapi juga simbol ketidakadilan global yang mengabaikan akar konflik yang sebenarnya.
Perdebatan di Dewan Keamanan pun menunjukkan satu hal yang jelas: konflik Timur Tengah kini tidak hanya menjadi perang di lapangan, tetapi juga pertarungan narasi dan pengaruh di panggung diplomasi dunia.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia





At the moment there is no comment