Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Diduga Asal Kerja, Proyek Jalan di Bekasi Dikeluhkan, Tak Ada Konsultan, Rambu Keselamatan Nihil

Diduga Asal Kerja, Proyek Jalan di Bekasi Dikeluhkan, Tak Ada Konsultan, Rambu Keselamatan Nihil

  • account_circle Husen
  • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
  • visibility 236
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi — Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bantar Jaya–Teluk Haur yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 senilai Rp899.670.000 kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh PT Permata Hasianaku ini direncanakan selesai dalam waktu 150 hari kalender, berdasarkan SPMK Nomor 000.3.3/3 SPMK/PJL/DSDABMBK/2025. Kamis 19/06/2025.

Namun, hasil pantauan di lapangan pada Malam ketiga Kamis, 19 Juni 2025, menunjukkan berbagai indikasi pelaksanaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Sejumlah temuan di antaranya:

Emulsifier atau perekat aspal tidak merata di banyak titik

Genangan air di permukaan jalan

Beton lama yang retak tidak dilakukan patching

Joint sealing belum dikerjakan pada sambungan beton

Tidak adanya rambu keselamatan kerja maupun police line di lokasi

Lebih memprihatinkan lagi, konsultan tidak pernah terlihat di lokasi proyek, sementara pihak pelaksana belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

 

Saat dikonfirmasi, Wahono, pengawas dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini masih dalam tahap leveling. Ia mengatakan, permukaan jalan yang rendah atau cekung sedang dilapisi menggunakan AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) setebal 6 cm, yang nantinya akan ditimpa dengan AC-WC (Wearing Course) untuk mencapai total ketebalan 10 cm.

“Untuk jalan yang tidak dilakukan leveling, cukup menggunakan AC-WC setebal 4 cm,” terang Wahono, Rabu, 18 Juni 2025 pukul 23:44 WIB.

 

Terkait genangan air, Wahono mengklaim telah mengarahkan pelaksana untuk membersihkan dan menyemprot ulang area tersebut. Ia juga mengakui pentingnya joint sealing pada retakan besar, dan menyebut bahwa rambu-rambu keselamatan akan segera diminta untuk dipasang oleh pelaksana.

 

Namun demikian, tidak adanya konfirmasi dari pihak pelaksana langsung menimbulkan kekhawatiran soal lemahnya koordinasi serta pengawasan di lapangan.

 

Sorotan keras juga datang dari Bayudin, perwakilan LSM Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) DPD Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan adanya perbedaan antara pernyataan pengawas dan realita di lapangan.

 

“Struktur jalan yang dileveling memang menggunakan AC-BC setebal 6 cm, tetapi tidak ditimpa AC-WC 4 cm sebagaimana mestinya. Jadi total ketebalan hanya 6 cm, bukan 10 cm. Anehnya, ini diketahui pihak dinas namun tidak ada tindakan. Ini bentuk pembiaran yang patut dipertanyakan,” tegas Bayudin.

 

Lebih lanjut, Bayudin mengkritik tidak dilakukannya pengukuran suhu campuran aspal dari AMP (Asphalt Mixing Plant). Padahal, menurut spesifikasi teknis Bina Marga, suhu campuran AC-BC harus minimal 125°C dan AC-WC 130°C saat awal pemadatan. Jika suhu turun di bawah 100°C, proses pemadatan tidak boleh dilakukan karena dapat mengakibatkan porositas tinggi dan ikatan agregat yang lemah.

 

“Tidak ada satupun indikator pengawasan suhu campuran. Padahal di lokasi hampir tiap malam turun hujan. Ini sangat berisiko terhadap kualitas jalan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum memberikan tanggapan resmi. Proyek ini pun kini menjadi perhatian serius publik terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.

  • Author: Husen
  • Editor: Redaksi
  • Source: Rls/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bisnis Gelap Slag B3 di Jawilan Serang, Aktivis Desak Polres dan Gakkum Bertindak

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 16
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Serang, 1 Juni 2026 | Tabir gelap carut-marut pengelolaan limbah industri di Kabupaten Serang kembali terkuak. Sebuah investigasi lapangan menemukan penimbunan terbuka (open dumping) material abu kehitaman yang diduga kuat merupakan slag (terak ampas peleburan) berstatus Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah berbahaya ini dibuang secara diduga ilegal di Jl. Raya Cikande […]

  • Kapolsek Dramaga Amankan 1 Botol Ciu Ukuran 1 Liter Yang Baru Saja Dibeli Diwarung Pinggir Jalan Desa Ciherang Saat Patroli KRYD

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 124
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Polsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar melaksanakan giat Patroli KRYD Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Dramaga. Dipimipin langsung oleh Kapolsek Dramaga IPTU DESI TRIANA, S.H., M.H, didampingi Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam berikut Anggota. Pada giat malam ini kita kami berhasil mengamankan 1 botol Ciu ukuran 1 liter yang baru saja dibeli […]

  • Serahkan 160 Sertifikat Tanah kepada Pemda dan Masyarakat Sulteng, Wamen Ossy Tekankan Bentuk Komitmen Negara Hadirkan Kepastian Hukum

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Palu|Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyerahkan 160 sertipikat tanah kepada pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (09/07/2025). Penyerahan sertipikat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum […]

  • Rokok Ilegal Menjadi Salah Satu Sumber Ekonomi Tinggi, Khususnya di Pamekasan Madura

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2026
    • account_circle Rls/Dekka
    • visibility 11
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Pamekasan, 14 Juni 2026 | Perdebatan mengenai keberadaan rokok ilegal selama ini hampir selalu fokus pada aspek pelanggaran hukum dan hilangnya potensi penerimaan negara dari sektor cukai. Tidak dapat dipungkiri, rokok yang diproduksi dan diedarkan tanpa pita cukai memang tidak memberikan kontribusi langsung kepada negara sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan. Namun dibalik […]

  • Paguyuban Anak Cironggeng Meriahkan HUT RI Ke-80

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 305
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi] 18 Agustus 2025- Suasana penuh keceriaan dan kekompakan menyelimuti Kampung Kedung Lotong RT 03/07, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, saat warga bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Berbagai kegiatan digelar meriah, mulai dari aneka perlombaan, panggung hiburan, santunan anak yatim, hingga doa bersama sebagai wujud rasa syukur […]

  • 84 Orang Alami Luka dan 3 Orang Meninggal Duunia, Musibah Ambruknya Majelis Taklim di Sukamakmur Ciomas

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 8 September 2025| AKBP Wikha Ardilestanto menyebutkan, jajaran nya akan pokus melakukan penyelidikan penyebab bangunan majelis taklim di Kampung Sukamakmur, RT 05 RW 04, Desa Sukamakmur, Ciomas Kabupaten Bogor Jawa Barat. Diketahui dua lantai bangunan majelis taklim ambruk pada Minggu pagi pukul 08.30 WIB, setidaknya 3 orang yang meninggal dunia dan 84 orang […]

expand_less