Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Proyek Normalisasi Drainase Mangkrak Di Rancaekek, Dampak Ekonomi Warga Merosot Tajam

Proyek Normalisasi Drainase Mangkrak Di Rancaekek, Dampak Ekonomi Warga Merosot Tajam

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
  • visibility 129
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kabupaten Bandung, Jawa Barat 14 Juni 2025|(GMOCT)- Proyek normalisasi drainase di Jalan Raya Rancaekek Majalaya, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang dimulai sejak Maret 2025, hingga kini mangkrak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Informasi ini didapat dari media online Matainvestigasi.com dan telah dikonfirmasi oleh GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama).

Pembongkaran saluran drainase yang dilakukan tanpa sosialisasi sebelumnya telah mengakibatkan terganggunya akses jalan menuju sejumlah kios, toko, bengkel, dan rumah warga. Jembatan-jembatan yang telah dibongkar belum juga diganti, sehingga warga terpaksa membangun jembatan darurat seadanya dari kayu. Kondisi ini tidak hanya membuat akses jalan menjadi rusak dan kumuh, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perekonomian warga.

Sahidin (42), warga Desa Rancaekekwetan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dusun 4, mengungkapkan keprihatinannya atas mangkraknya proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa proyek yang seharusnya selesai sebelum Idulfitri 2025 ini terhenti setelah libur panjang cuti bersama dan hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dilanjutkan.

“Proyek ini katanya tanggap darurat untuk mengatasi banjir, tapi malah memperburuk keadaan. Akses terganggu, usaha sepi pembeli, dan ekonomi warga menurun drastis,” ujar Sahidin. Ia menambahkan bahwa dirinya telah berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepala desa, kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, bahkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, untuk meminta kejelasan terkait proyek tersebut. Namun, jawaban yang diterima masih belum memuaskan.

Kecemasan warga semakin meningkat, terlihat dari spanduk-spanduk protes yang terpasang di lokasi proyek, bertuliskan “Proyek Mangkrak Normalisasi Selokan,” “Mohon Tidak Lanjuti, Berani Bongkar, Berani Pasang,” dan “Katanya Membenahi Malah Ngarurujit (memperburuk).”

Sahidin juga mengungkapkan bahwa ia telah berupaya menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meminta bantuan, namun kunjungannya pada bulan Mei 2025 tidak membuahkan hasil karena kesibukan Gubernur.

Dampak ekonomi yang signifikan dirasakan warga menjelang dan selama bulan Ramadhan. Penurunan omzet usaha menjadi keluhan utama warga yang akses usahanya terganggu akibat proyek yang mangkrak ini. Mereka mendesak agar proyek normalisasi drainase segera diselesaikan. Informasi terakhir yang didapat Sahidin menyebutkan bahwa proyek akan dialokasikan di anggaran perubahan. Namun, warga berharap agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan untuk memulihkan perekonomian mereka.

#No Viral No Justice

Team/Red (Matainvestigasi.com)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

  • Author: Tim/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: GMOCT

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Emas Gunung Guruh Tetap Beroperasi, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Mencuat

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 14 Januari 2026| Aktivitas tambang emas di kawasan Gunung Guruh, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, hingga kini dilaporkan masih terus beroperasi. Padahal, kawasan tersebut disebut berada dalam wilayah yang seharusnya mendapat pengawasan ketat. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas penambangan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber yang mengaku […]

  • HUT Kemerdekaan RI ke-80, DPW Muda Seudang Aceh Selatan Gelar Syukuran dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 110
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Aceh Selatan, 18 Agustus 2025| Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten Aceh Selatan menggelar syukuran dan santunan anak yatim, di Dusun Tengah, Desa Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, kabupaten Aceh Selatan, Minggu (17/08/2025). Kegiatan ini turut didukung Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan sebagai bagian dari peringatan 20 tahun perdamaian Aceh. Hadir dalam […]

  • Nokia G26 Meluncurkan: Baterai 5.000 mAh, Harga Rp1,4 Jutaan

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Januari 2026| Nokia kembali menunjukkan keseriusannya menatap pasar smartphone Indonesia dengan memperkenalkan Nokia G26 pada awal 2026. Ponsel entry-level ini dipasarkan di kisaran Rp1,4 jutaan, namun tetap menawarkan desain modern, baterai berkapasitas besar, serta sistem operasi Android 14 Go Edition yang ringan dan minim bloatware. Peluncuran Nokia G26 menjadi bagian dari strategi perusahaan […]

  • Apel Penerimaan Dan Pembukaan Latihan Kerja Siswa Diktuk Bintara Polwan Angkatan ke-57 TA 2025 Di Polres Bogor Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 200
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bogor| Polres Bogor menggelar Apel Penerimaan dan Pembukaan Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktuk Bintara Polwan Angkatan ke-57 Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (14/5/2025) di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Jonggol / Polsek Jonggol. Kegiatan ini dipimpin oleh Kalemdiklat Polri yang diwakili oleh Dosen Utama Tingkat I Akpol Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Irman Sugema, S.H., S.I.K., M.H., dengan […]

  • “Rakyat Tak Butuh Dolar”? Pernyataan Presiden Picu Gelombang Kritik di Tengah Harga Pangan Mahal dan Utang Negara Membengkak

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 70
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 17 Mei 2026 | Pernyataan Presiden RI terkait kenaikan dolar yang menyebut masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir karena “rakyat belanja tidak pakai dolar” memicu gelombang kritik luas dari publik dan netizen di berbagai media sosial. Pernyataan tersebut dinilai terlalu sederhana dan dianggap tidak memahami dampak nyata melemahnya rupiah terhadap kehidupan rakyat sehari-hari. […]

  • KPK Harus Punya Nyali Untuk Jerat Gubernur Sumut Dalam Kasus OTT Topan Ginting

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 207
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sumut| KPK akan kesulitan menjerat Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi tersangka jika tidak bisa membuktikan penyalahgunaan wewenang dan jabatan, serta aliran dana dari Kadis PUPR nonaktif Topan Ginting. “Kedua poin tersebut harus dibuktikan KPK untuk memastikan Topan Ginting membuka kasus OTT proyek jalan di Kabupaten Paluta akses Labuhanbatu, juga korupsi proyek di Pemko Medan,” […]

expand_less