Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Sebut Ada Dugaan Mark-Up, KITA Banten Soroti Baju Dinas DPRD Tangerang 1,3 Miliar

Sebut Ada Dugaan Mark-Up, KITA Banten Soroti Baju Dinas DPRD Tangerang 1,3 Miliar

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Tangerang, 18 Mei 2026 | Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2026 kembali memantik sorotan tajam. Di tengah jeritan kemiskinan warga, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang justru mengalokasikan anggaran fantastis senilai total Rp1.368.646.070 (Rp1,36 miliar) hanya untuk membiayai pengadaan pakaian dinas, atribut, hingga pakaian olahraga bagi 55 anggota dewan.

Berdasarkan penelusuran dokumen rencana umum pengadaan (RUP) pada aplikasi SiRUP LKPP per Mei 2026, anggaran jumbo tersebut dipecah ke dalam dua paket pengadaan digital (E-Purchasing):

* Belanja Pakaian Dinas dan Atribut Anggota DPRD (Kode RUP: 65327067): Sebesar Rp1.248.889.070. Paket ini mencakup 4 jenis pakaian, yaitu Batik Tradisional Daerah, Pakaian Dinas Lapangan (PDL), Pakaian Seragam Harian (PSH), dan Pakaian Seragam Resmi (PSR) untuk 55 orang.

* Pengadaan Pakaian Training Lengkap DPRD (Kode RUP: 65953280): Sebesar Rp119.757.000. Paket ini khusus dialokasikan untuk 1 jenis pakaian olahraga lengkap bagi 55 anggota dewan.

Jika diakumulasikan, setiap anggota DPRD Kabupaten Tangerang mencaplok jatah fasilitas pakaian dari uang rakyat sebesar Rp24.884.474 per orang.

Lebih mencengangkan lagi jika draf ini dibedah per satuan. Untuk paket pakaian formal, rata-rata satu stel pakaian dinas para wakil rakyat ini dihargai Rp5.676.768. Angka yang melambung jauh di atas harga pasar penjahit profesional. Tidak berhenti di sana, sepotong baju olahraga (training) lengkap pun ikut menguras kantong publik sebesar Rp2.177.400 per orang—sebuah nilai yang bahkan melampaui harga apparel olahraga merek premium di pusat perbelanjaan mewah.

Mengoyak Kebatinan Publik: Kontras dengan Tragedi Pendidikan

Di balik mewahnya jubah sutra dan kain wol para pejabat yang berkantor di Tigaraksa itu, potret buram menyeruak dari sektor pendidikan dasar. Kebatinan masyarakat Kabupaten Tangerang seolah dikoyak tanpa ampun oleh sebuah kenyataan yang mengerikan.

Ketika puluhan ribu anak-anak di Kabupaten Tangerang terpaksa keluar dari ruang kelas—mungkin karena orang tua mereka tak lagi mampu membelikan sepasang seragam sekolah bermutu rendah, sepatu yang jebol, atau sekadar ongkos harian—para wakil rakyat mereka justru sibuk mengukur badan untuk baju dinas baru seharga Rp5,6 juta per stel. Anak-anak malang itu harus memeras keringat di usia dini, sementara para dewan dengan nyaman bersiap memesan baju olahraga seharga Rp2,1 juta yang dibayar lunas oleh tetesan keringat pajak orang tua anak-anak tersebut.

Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Banten: “Ini Pemborosan Gila-gilaan!”

Kondisi timpang ini memantik reaksi keras dari elemen masyarakat sipil. Ketua Bidang Anti Korupsi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Agus Suryaman, mengutuk keras pengadaan yang dinilainya sama sekali tidak memiliki empati sosial tersebut.

Agus Suryaman kemudian membeberkan fakta memilukan langsung dari data otoritas pendidikan setempat untuk menunjukkan betapa hancurnya prioritas anggaran di daerah tersebut.

“Berdasarkan data sampai bulan Oktober 2025, tercatat 21.829 anak Drop Out (putus sekolah) dan lulus tidak melanjutkan dari jenjang SD sampai SMA di Kabupaten Tangerang. Data dari Dinas Pendidikan ini harusnya menampar muka para pengambil kebijakan, dilain sisi DPRD nya melakukan pemborosan anggaran” tegas Agus Suryaman saat diwawancarai.

Agus melanjutkan, merujuk pada penjelasan struktural dinas tersebut, benteng pertahanan ekonomi keluarga yang rapuh menjadi hulu ledak utama dari tingginya angka anak putus sekolah di wilayah industri ini. Faktor ekonomi memaksa anak-anak di bawah umur melepas seragamnya, mengubur mimpi mereka, lalu turun ke jalan atau masuk ke sektor informal demi membantu menyambung hidup keluarga.

“Ini bukan lagi sekadar pemborosan anggaran, ini adalah bentuk ketidakpedulian sosial yang gila-gilaan dari para pejabat daerah! Nilai Rp5,6 juta untuk satu stel baju dinas dan Rp2,1 juta untuk baju olahraga itu sangat tidak masuk akal sehat ada indikasi dugaan Mark up dalam pengadaan tersebut. Itu harga yang luar biasa melukai hati rakyat, sebelumnya kita bahas anggaran sewa hotel 23 miliar tertinggi dari semua DPRD Sebanten sekarang pakaian paling mahal, lah maunya apa ? ” cetus Agus Suryaman.

Agus menambahkan, pemisahan paket pakaian olahraga dari paket utama disinyalir sengaja dilakukan untuk mengaburkan total nilai kemewahan tersebut dari endusan publik.

“Rakyat dipaksa menonton statistik 21 ribu lebih anak putus sekolah karena kemiskinan, sedangkan dewan yang katanya mewakili mereka justru asyik memamerkan gaya hidup mewah bermodus pengadaan pakaian dinas. Anggaran Rp1,36 miliar itu kalau dialihkan untuk intervensi beasiswa, seragam gratis, dan penebusan ijazah anak-anak miskin, bisa menyelamatkan ribuan masa depan anak Tangerang. Kami menuntut inspektorat dan aparat penegak hukum mengaudit HPS (Harga Perkiraan Sendiri) pengadaan ini. Jangan biarkan uang rakyat habis hanya untuk membungkus badan para pejabat, presiden jelas meminta efisiensi pejabat bukan pemborosan yang seperti ini” pungkas Agus dengan nada tajam.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Pleidoi: Mantan Manajer Keuangan PT Terang Jaya Anugerah Diduga Jadi Kambing Hitam Konflik Internal

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 152
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Semarang| (GMOCT). Tangis pecah di ruang sidang Pengadilan Negeri Semarang, (19/5/), saat Bella Puspita Sari membacakan pembelaannya. Mantan Manajer Keuangan PT Terang Jaya Anugerah itu menumpahkan isi hatinya atas proses hukum yang ia jalani, yang disebut tim kuasa hukumnya sebagai bentuk kriminalisasi atas konflik internal perusahaan. Informasi ini didapatkan Gabungan Media Online dan Cetak Ternama […]

  • Diplomasi “Cahaya” Yusuf Kalla: Kredit 30 Triliun dan Ancaman Tombol Off untuk Nusantara

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 24
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 24 April 2026 | Dunia perbankan Himbara mendadak silau oleh sinar klarifikasi dari Jusuf Kalla (JK). Terkait isu kredit Rp30 triliun yang menyeret nama Hadji Kalla, Sang Mantan Wapres tidak cuma memberikan penjelasan, tapi juga memberikan kursus singkat tentang “Art of Borrowing” yang levelnya jauh di atas plafon pinjaman rakyat jelata. Di […]

  • Dimulai Hari Ini! Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia Bersama Mahasiswa “Gratiskan Jalan Tol Jagorawi”

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Rls/Asep
    • visibility 390
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 23 Oktober 2025| Puluhan massa dan mahasiswa yang tergabung, menggelar aksi “Garatiskan Jalan Tol” di depan pintu Tol Ciawi Bogor, pada Kamis 23 Oktober 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes tentang despotik pemerintah terhadap rakyat, dengan konsensi yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Dalam aksinya perwakilan mahasiswa dan koordinator aksi menyampaikan tuntutan kepada […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Megamendung Laksanakan Pengamanan Ibadah di Gereja Yakobus Rasul

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Untuk menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Megamendung Polres Bogor kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan pengamanan ibadah umat Kristiani di wilayah binaan pada Minggu (29/06/2025). Kegiatan pengamanan ini dilakukan oleh Aiptu M. Kholik, selaku Bhabinkamtibmas Desa Cipayung Girang, yang melaksanakan tugas di Gereja Yakobus Rasul yang berlokasi di Kampung Cinangka […]

  • TNI

    Acceptance Ceremony Pesawat Tempur MRCA Rafale Batch Pertama TNI-AU dari Dassault Aviation

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 2 Desember 2025| Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., mewakili Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menghadiri acceptance ceremony pesawat tempur MRCA Rafale batch pertama untuk Indonesia di fasilitas produksi Dassault Aviation, Merignac, Bordeaux, Jumat (28/11/2025). Kehadiran Wakasau menandai langkah penting dalam modernisasi alat peralatan […]

  • Upaya Pembungkaman Berita: Pabrik Oli Ilegal Marunda Bisa Mengancam Kesehatan Masyarakat, Minta GMOCT Take Down Berita

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 147
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 10 Mei 2025| Sebuah pabrik pengolahan oli bekas ilegal di Marunda, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena dampak lingkungannya yang berbahaya, tetapi juga karena upaya sistematis untuk membungkam pemberitaan terkait. Kasus ini mengungkap celah dalam pengawasan dan penegakan hukum di Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Jalan Inspeksi dekat Pintu Air 1 RW […]

expand_less