Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Hanya Bertanya MBG, Wartawan CNN “Diusir” dari Istana

Chairul Husen by Chairul Husen
29 September 2025
in Opini
0
Hanya Bertanya MBG, Wartawan CNN “Diusir” dari Istana
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 September 2025| “Kadang saya merasakan ada ketakutan saat menulis soal keracunan MBG. Banyak yang gerah. “Abang ini mendukung ndak sih MBG?” Sering muncul pertanyaan demikian. Padahal, berkali-kali dibilang, saya dukung MBG. Ternyata, pihak istana jauh lebih gerah. Sekelas wartawan CNN saja mereka “usir” atau dicabut identitas liputan dari istana. Apa penyebabnya? Sambil menikmati kopi tanpa gula di subuh dini hari, suasana hujan lagi, simak narasi pengusiran wartawan dari istana ini.

Apa yang lebih menakutkan bagi istana hari ini? Bakteri di nasi kotak MBG atau pertanyaan seorang wartawan? Pertanyaan itu mendadak relevan ketika Diana Valencia, reporter CNN Indonesia, nekat mengajukan pertanyaan soal keracunan massal MBG kepada Presiden Prabowo di Halim. Pertanyaan sederhana, jujur, dan tepat sasaran, tetapi bagi istana, itu seperti lemparan granat. Malam harinya, kartu identitas liputan Istana miliknya dicabut oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI). Tak lama, Diana pamit dari grup WhatsApp wartawan istana, dengan nada getir, “Saya bukan wartawan istana lagi.” Bukan bakteri yang diisolasi, melainkan jurnalis.

You might also like

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!

Di sisi lain, ribuan anak sekolah justru masih berjuang melawan sakit perut akibat makanan yang seharusnya bergizi. Di Bandung Barat, lebih dari 300 siswa tumbang. Di Banggai, 250 siswa ikut keracunan. JPPI menghitung 6.452 anak menjadi korban hingga September, sementara INDEF mencatat lebih dari 4.000 siswa keracunan dalam delapan bulan program berjalan. Tapi Presiden santai bilang hanya “di bawah 200 orang.” Angka-angka ini menari-nari saling bertabrakan, tapi tetap saja yang kesakitan adalah anak-anak desa yang seharusnya belajar, bukan antre di Puskesmas.

Yang lebih ironis, Dewan Pers pun ikut angkat suara. Mereka mengingatkan istana, pencabutan kartu pers bukan sekadar administrasi, melainkan bentuk penghalangan kerja jurnalistik. Dewan Pers menilai tindakan itu mengancam kemerdekaan pers dan meminta agar akses wartawan CNN segera dipulihkan. Sederhananya, jangan sampai kritik dibungkam hanya karena tak enak didengar. Tapi apakah suara Dewan Pers lebih nyaring dari suara perut ribuan anak yang keroncongan sambil menahan mual?

Setneg lewat Mensesneg Prasetyo Hadi mencoba menenangkan publik dengan kalimat klise, “Kami cari jalan keluar terbaik.” Jalan keluar terbaik? Apakah itu berarti mengembalikan kartu pers, atau sekadar memindahkan wartawan kritis ke daftar hitam? Sementara dapur-dapur MBG ditutup sementara, alat makan disterilkan, dan polisi ikut turun tangan, kebebasan pers justru yang pertama kali dikunci rapat.

Drama ini makin absurd ketika kita membayangkan perut anak-anak desa sebagai laboratorium kebijakan negara, dan reporter CNN sebagai “tikus percobaan” kebebasan pers. Anak-anak muntah, pemerintah bilang “tenang, ini bagian dari transisi gizi.” Wartawan bertanya, pemerintah bilang, “awas, jangan keluar konteks!” Seolah-olah konteks yang benar hanyalah memuji program, bukan mengkritik keracunan.

Maka jangan heran jika publik kecewa. Yang ditunggu adalah jawaban jujur, perbaikan nyata, dapur yang higienis, dan MBG yang benar-benar bergizi. Tapi yang datang justru drama pencabutan kartu pers, seperti sinetron politik yang murahan. Kita jadi bertanya, apakah istana sudah mulai alergi bukan pada bakteri, tapi pada kata-kata? Apakah perut anak-anak yang mulas lebih ringan nilainya dibanding telinga penguasa yang gatal mendengar kritik?

Sejarah akan mencatat, di era ini, keracunan massal bisa dianggap “kecelakaan kecil”, tapi wartawan yang bertanya dianggap ancaman besar. Betapa lucunya republik ini, ketika nasi basi dianggap wajar, tapi pertanyaan basi dianggap dosa.[]

Tags: IndonesiaKebebasanOpiniPers
Previous Post

Sinergi Polisi dan Desa: Bimaspol Mardi Suryadi Kawal Tebar 6000 Gurame Super di Karangreja

Next Post

Mantan Istri Anggota Polisi Perjuangkan Hak nya Hingga Digugat di PN Bekasi

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi
Opini

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

by Tegar News
21 September 2026
Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!
Opini

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

by Tegar News
17 September 2026
Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!
Opini

Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!

by Tegar News
17 September 2026
Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali
Opini

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

by Tegar News
14 September 2026
Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta
Opini

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

by Tegar News
12 September 2026
Next Post
Mantan Istri Anggota Polisi Perjuangkan Hak nya Hingga Digugat di PN Bekasi

Mantan Istri Anggota Polisi Perjuangkan Hak nya Hingga Digugat di PN Bekasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembangunan Jembatan Garuda di Babelan Dimulai, Dandim 0509 Bekasi Harapkan Dongkrak Kesejahteraan Warga

Pembangunan Jembatan Garuda di Babelan Dimulai, Dandim 0509 Bekasi Harapkan Dongkrak Kesejahteraan Warga

30 Maret 2026
Jalur KKA Bener Meriah–Aceh Utara Ditutup Sementara, Perbaikan Longsor Terus Dikebut

Kejati Kalbar Laksanakan Penyerahan Tersangka RS dan Barang Bukti Tahap II

16 Desember 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News