Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Nadi yang Terjepit di Hormuz: Berhenti Menjual Jantung demi Membeli Napas

Chairul Husen by Chairul Husen
6 Maret 2026
in Opini
0
Nadi yang Terjepit di Hormuz: Berhenti Menjual Jantung demi Membeli Napas
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 Maret 2026 | Di saat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan percaya diri menjamin ketahanan energi negaranya hingga 254 hari meski Selat Hormuz bergejolak, Indonesia justru masih terengah-engah dengan cadangan operasional yang hanya bertahan 20 hari. Fakta ini adalah tamparan keras bagi negara yang mengaku kaya raya namun kedaulatannya masih tertambat pada rantai impor minyak bumi yang rapuh.

​Ilusi Satu Juta Barel dan Tragedi Devisa

You might also like

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!

​Kedatangan satu juta barel minyak bumi dari Aljazair awal tahun ini memang tampak gagah di pemberitaan. Namun, hitungan matematisnya memilukan: dengan konsumsi harian rakyat Indonesia yang masif, pasokan itu habis hanya dalam 16 jam.

​Demi menambal syahwat konsumsi minyak bumi ini, Indonesia harus merelakan Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun devisa terbang ke luar negeri setiap hari. Kita terjebak dalam siklus “gali lubang tutup lubang” yang ironis: kita menjual batu bara dan nikel ke pasar global hanya untuk mendapatkan Dolar guna membeli bensin. Kita seolah menjual “jantung” berupa kekayaan mineral kita hanya untuk membeli “napas” dari pihak asing.

​Kritik Menohok: Pindah Penjara Energi

​Saat ini, narasi beralih ke kendaraan listrik diglorifikasi sebagai solusi. Namun, ada satu ironi besar yang harus dikritik secara tajam: Percuma kita beralih ke listrik jika pada akhirnya kita tetap menjual bahan baku nikel kita ke luar negeri hanya untuk membeli baterai jadi dari mereka. Jika pola ini terus berlanjut, kita tidak sedang merdeka, melainkan hanya “pindah penjara”. Dari awalnya ketergantungan pada minyak bumi impor, beralih menjadi ketergantungan pada komponen baterai impor. Ini adalah kegagalan logika kedaulatan yang paling nyata.

​Solusi Berdikari: Pabrik Baterai atau Tetap Jadi Budak

​Indonesia memiliki segalanya untuk benar-benar merdeka. Strategi briliannya bukan sekadar mempromosikan mobil listrik, melainkan membangun pabrik baterai sendiri dari hulu hingga hilir. Negara ini dipastikan mampu jika ada kemauan politik yang kuat.

​Hentikan Ekspor Bahan Baku: Nikel kita tidak boleh lagi keluar hanya sebagai komoditas mentah. Ia harus masuk ke pabrik baterai di tanah air sendiri.

​Manfaatkan Sumber Domestik: Listrik dari batu bara dan matahari harus digunakan untuk mengisi baterai buatan anak bangsa.

​Kedaulatan Tanpa Syarat: Saat baterai dibuat di Nusantara dan energi pengisinya berasal dari matahari Nusantara, Indonesia secara otomatis memutus ketergantungan pada fluktuasi harga minyak bumi dunia dan risiko blokade di Selat Hormuz.

​Kesimpulan: Merdeka atau Menghamba

​Kemandirian energi sejati tidak akan pernah tercapai selama kita masih bermental pedagang yang menjual bahan baku demi membeli barang jadi. Kedaulatan energi bukan ditemukan di pom bensin, melainkan di dalam pabrik-pabrik baterai yang lahir dari rahim industri nasional.

​Sudah saatnya kita berhenti menjual “emas” kita untuk membeli “asap”. Saat pabrik baterai pertama hingga keseratus berdiri kokoh di negeri ini, saat itulah Indonesia benar-benar berdikari—berdiri di atas kaki sendiri, bebas dari bayang-bayang blokade dan dikte kekuatan global.[]

Tags: EnergiIndonesiaPenjaraPindah
Previous Post

Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat Turun ke Pasar di Jawa Timur, Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri 2026

Next Post

Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi
Opini

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

by Tegar News
21 September 2026
Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!
Opini

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

by Tegar News
17 September 2026
Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!
Opini

Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!

by Tegar News
17 September 2026
Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali
Opini

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

by Tegar News
14 September 2026
Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta
Opini

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

by Tegar News
12 September 2026
Next Post
Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Akibat Lamban Penanganan Dumas Masyarakat Kepada APIP, Inspektorat Nias Selatan Diduga Biarkan Pelapor Difitnah

Akibat Lamban Penanganan Dumas Masyarakat Kepada APIP, Inspektorat Nias Selatan Diduga Biarkan Pelapor Difitnah

13 September 2025
Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar Selesaikan Penanganan Amunisi Pasca Ledakan, Lokasi Dinyatakan Aman

Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar Selesaikan Penanganan Amunisi Pasca Ledakan, Lokasi Dinyatakan Aman

9 Juli 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News