Minggu, Agustus 9, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Opini

Nadi yang Terjepit di Hormuz: Berhenti Menjual Jantung demi Membeli Napas

Chairul Husen by Chairul Husen
6 Maret 2026
in Opini
0
Nadi yang Terjepit di Hormuz: Berhenti Menjual Jantung demi Membeli Napas
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 Maret 2026 | Di saat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan percaya diri menjamin ketahanan energi negaranya hingga 254 hari meski Selat Hormuz bergejolak, Indonesia justru masih terengah-engah dengan cadangan operasional yang hanya bertahan 20 hari. Fakta ini adalah tamparan keras bagi negara yang mengaku kaya raya namun kedaulatannya masih tertambat pada rantai impor minyak bumi yang rapuh.

​Ilusi Satu Juta Barel dan Tragedi Devisa

You might also like

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

​Kedatangan satu juta barel minyak bumi dari Aljazair awal tahun ini memang tampak gagah di pemberitaan. Namun, hitungan matematisnya memilukan: dengan konsumsi harian rakyat Indonesia yang masif, pasokan itu habis hanya dalam 16 jam.

​Demi menambal syahwat konsumsi minyak bumi ini, Indonesia harus merelakan Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun devisa terbang ke luar negeri setiap hari. Kita terjebak dalam siklus “gali lubang tutup lubang” yang ironis: kita menjual batu bara dan nikel ke pasar global hanya untuk mendapatkan Dolar guna membeli bensin. Kita seolah menjual “jantung” berupa kekayaan mineral kita hanya untuk membeli “napas” dari pihak asing.

​Kritik Menohok: Pindah Penjara Energi

​Saat ini, narasi beralih ke kendaraan listrik diglorifikasi sebagai solusi. Namun, ada satu ironi besar yang harus dikritik secara tajam: Percuma kita beralih ke listrik jika pada akhirnya kita tetap menjual bahan baku nikel kita ke luar negeri hanya untuk membeli baterai jadi dari mereka. Jika pola ini terus berlanjut, kita tidak sedang merdeka, melainkan hanya “pindah penjara”. Dari awalnya ketergantungan pada minyak bumi impor, beralih menjadi ketergantungan pada komponen baterai impor. Ini adalah kegagalan logika kedaulatan yang paling nyata.

​Solusi Berdikari: Pabrik Baterai atau Tetap Jadi Budak

​Indonesia memiliki segalanya untuk benar-benar merdeka. Strategi briliannya bukan sekadar mempromosikan mobil listrik, melainkan membangun pabrik baterai sendiri dari hulu hingga hilir. Negara ini dipastikan mampu jika ada kemauan politik yang kuat.

​Hentikan Ekspor Bahan Baku: Nikel kita tidak boleh lagi keluar hanya sebagai komoditas mentah. Ia harus masuk ke pabrik baterai di tanah air sendiri.

​Manfaatkan Sumber Domestik: Listrik dari batu bara dan matahari harus digunakan untuk mengisi baterai buatan anak bangsa.

​Kedaulatan Tanpa Syarat: Saat baterai dibuat di Nusantara dan energi pengisinya berasal dari matahari Nusantara, Indonesia secara otomatis memutus ketergantungan pada fluktuasi harga minyak bumi dunia dan risiko blokade di Selat Hormuz.

​Kesimpulan: Merdeka atau Menghamba

​Kemandirian energi sejati tidak akan pernah tercapai selama kita masih bermental pedagang yang menjual bahan baku demi membeli barang jadi. Kedaulatan energi bukan ditemukan di pom bensin, melainkan di dalam pabrik-pabrik baterai yang lahir dari rahim industri nasional.

​Sudah saatnya kita berhenti menjual “emas” kita untuk membeli “asap”. Saat pabrik baterai pertama hingga keseratus berdiri kokoh di negeri ini, saat itulah Indonesia benar-benar berdikari—berdiri di atas kaki sendiri, bebas dari bayang-bayang blokade dan dikte kekuatan global.[]

Tags: EnergiIndonesiaPenjaraPindah
Previous Post

Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat Turun ke Pasar di Jawa Timur, Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri 2026

Next Post

Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu
Opini

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

by Tegar News
5 Agustus 2026
“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!
Opini

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

by Tegar News
26 Juli 2026
Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”
Opini

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

by Tegar News
20 Juli 2026
Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat
Opini

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

by Tegar News
18 Juli 2026
NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?
Opini

NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?

by Tegar News
18 Juli 2026
Next Post
Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Gelar Webinar Nasional Soal Pengadaan Barang/Jasa, Sekjen ATR/BPN: Prinsip Utamanya adalah Transparansi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Program TNI Manunggal Air Bersih Kolaborasi TMMD, Bak Penampungan Dibangun di Nagan Raya

MCK Jadi Prioritas TMMD Ke-127 untuk Tingkatkan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat

23 Februari 2026
Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

27 September 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Bantuan Korban Kebakaran Sukamulya Disorot Jelang Pilkades, Atribut Calon dan Video Oknum Guru PPPK Jadi Perhatian
Politik

Bantuan Korban Kebakaran Sukamulya Disorot Jelang Pilkades, Atribut Calon dan Video Oknum Guru PPPK Jadi Perhatian

8 Agustus 2026
Diduga Polisi Tukar Barang Bukti Emas Asli Seberat 360 Gram Milik Korban Dengan Yang Palsu
Info Daerah

Diduga Polisi Tukar Barang Bukti Emas Asli Seberat 360 Gram Milik Korban Dengan Yang Palsu

8 Agustus 2026
Diberitakan Tanpa Konfirmasi, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Jadi Korban Narasi Sepihak
Info Publik

Diberitakan Tanpa Konfirmasi, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Jadi Korban Narasi Sepihak

8 Agustus 2026
Dinilai Cemarkan Nama Organisasi FWJ Indonesia, Pengurus Korwil Kabupaten Bekasi Laporkan RSP alias Ros ke Polisi
Hukum

Dinilai Cemarkan Nama Organisasi FWJ Indonesia, Pengurus Korwil Kabupaten Bekasi Laporkan RSP alias Ros ke Polisi

8 Agustus 2026
Ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin Dinilai Jadi Benteng Utama Jaga Kepercayaan Publik
Tokoh

Ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin Dinilai Jadi Benteng Utama Jaga Kepercayaan Publik

8 Agustus 2026
Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga
Info Daerah

Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga

8 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News