Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Diplomasi “Cahaya” Yusuf Kalla: Kredit 30 Triliun dan Ancaman Tombol Off untuk Nusantara

Diplomasi “Cahaya” Yusuf Kalla: Kredit 30 Triliun dan Ancaman Tombol Off untuk Nusantara

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 25
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 24 April 2026 | Dunia perbankan Himbara mendadak silau oleh sinar klarifikasi dari Jusuf Kalla (JK). Terkait isu kredit Rp30 triliun yang menyeret nama Hadji Kalla, Sang Mantan Wapres tidak cuma memberikan penjelasan, tapi juga memberikan kursus singkat tentang “Art of Borrowing” yang levelnya jauh di atas plafon pinjaman rakyat jelata.

Di tengah hiruk-pikuk isu yang mencoba menggoyang tiang listrik bisnis keluarganya, JK tampil tenang layaknya pendekar yang sudah hafal luar kepala setiap jengkal sungai di Sulawesi. Beliau tidak datang dengan permintaan maaf, melainkan dengan kalkulator raksasa dan argumen yang lebih kokoh dari bendungan PLTA. Kredit 30 triliun di tangannya bukan dianggap sebagai beban, melainkan sebagai “Piagam Kepercayaan” dari bank-bank pelat merah.

Bagi JK, angka Rp30 triliun hanyalah “Uang Jajan Makro” jika dibandingkan dengan konglomerat lain yang koleksi kreditnya tembus Rp100 triliun. Beliau merasa heran kenapa angka “receh” (dalam skala naga) miliknya yang dipermasalahkan. Kredit 30 triliun ini digambarkan bukan sebagai hutang, melainkan sebagai “Mesin Pencetak Cuan” bagi bank, karena Hadji Kalla setiap tahun “menyedekahkan” bunga Rp3 triliun sebagai pemasukan bank. Ini bukan sekadar pinjaman, ini adalah Subsidi Kebahagiaan bagi Laporan Keuangan Perbankan.

JK menyebut dana yang ia pakai sebagai “uang rakyat yang dibisniskan bank”. Dalam bahasa satir, beliau bertindak sebagai “Kurator Dana Nasabah”. Dana tersebut tidak mengendap sia-sia di brankas, melainkan diubah menjadi energi yang menghidupkan lampu-lampu di rumah penduduk. Menuduh JK menyalahgunakan kredit ibarat memarahi orang yang meminjamkan genset saat mati lampu: sudah dipinjami, dikasih terang, eh malah ditanya surat izin pinjamnya.

Uang Rp30 triliun dalam narasi JK bertingkah seperti “Prajurit Pembangunan”. Mereka bertransformasi menjadi turbin, semen, dan kabel di Sumatera dan Sulawesi. Sementara itu, bunga Rp3 triliun yang dibayarkan setiap tahun diposisikan sebagai “Upeti Kesetiaan” yang membuat bank-bank Himbara bisa tersenyum lebar setiap penutupan buku tahunan.

Sungguh sebuah perbandingan yang membuat lawan politik gemetar:

Ekspektasi Pengkritik: Menjatuhkan JK dengan isu kredit macet atau fasilitas istimewa.

Realitas JK: Bayar bunga tepat waktu (bahkan tak telat sehari pun selama 75 tahun) dan membangun proyek senilai Rp70 triliun hanya dengan modal pinjaman Rp30 triliun.
Ini adalah kontras antara Teori Konspirasi melawan Matematika Pengusaha Kawakan.

JK melakukan “Flexing Intelektual” dengan membeberkan biaya pembangunan PLTA per megawatt. Beliau menantang para pengkritik (yang beliau sebut dengan istilah “termul-termul”) dengan ancaman paling epik: “Pull the Plug”. Beliau siap mengembalikan uangnya dan mematikan PLTA, yang artinya Sulawesi dan Sumatera akan mengalami “Dark Mode” secara permanen. Ini adalah ultimatum yang lebih ngeri daripada ancaman diputus pacar saat lagi sayang- sayangnya.

Pesan moral dari JK: Jangan coba-coba menjatuhkan “Cahaya Nusantara” dengan isu angka. Beliau menegaskan bahwa semua itu dikerjakan oleh anak bangsa, tanpa tenaga kerja asing, kecuali satu konsultan Kanada yang cuma numpang lewat.

JK mengajarkan bahwa berhutang itu adalah seni membangun bangsa, asalkan Anda tahu cara mengubah air sungai menjadi listrik dan bunga bank menjadi pemasukan negara.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Mina II: Desak Ketua Menganti I Jangan Diam! “Diminta Transparan Soal Bantuan Nelayan”

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 29
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Cilacap, 9 Maret 2026 | Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) bidang perikanan tangkap Mina Menganti II, Tarsim, menyampaikan pernyataan tegas terkait pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan bantuan yang diperuntukkan bagi para nelayan di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, (8/3). Dalam keterangannya, Tarsim mempertanyakan bantuan yang disebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan […]

  • Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 10,6 Miliar Guncang Pendidikan Banten, FMBT Desak Proses Hukum

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 348
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 13 Juli 2025| Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), mendapatkan informasi dari media online targetberita yang tergabung di GMOCT perihal Dugaan Skandal korupsi kembali mengguncang dunia pendidikan di Provinsi Banten. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Banten Tahun Anggaran 2024 menemukan […]

  • “POLRI UNTUK MASYARAKAT?” Ibu Rini dan Bayinya yang Berusia 9 Bulan Ditahan di Polres Jakarta Pusat

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Tengah, 3 Agustus 2025| Kasus penahanan Ibu Rini asal Sumedang, Jawa Barat, bersama bayinya yang berusia 9 bulan di Polres Jakarta Pusat, menimbulkan gelombang protes dan kecaman. Dipanggil sebagai saksi dalam kasus perdata pada Jumat, 1 Agustus 2025, Rini secara mengejutkan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Lebih memprihatinkan lagi, ia harus mendekam di […]

  • Buntut Ucapan Oknum HRD PT FCC Indonesia Masuk Babak Baru di Polres Karawang

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 601
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawanga, 30 Juli 2025| Buntut ucapan oknum Manager HRD PT FCC Indonesia masuk babak baru. Pasalnya ucapan seorang Manager HRD FCC telah memicu gejolak dengan menyebut ‘orang karawang gak pinter-pinter… yang dilontarkannya dalam pertemuan di Disnaker Karawang beberapa pekan lalu meski sebelumnya persoalan itu telah ditengahi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pada Jum’at […]

  • Pemerintah Serahkan 1.120 Sertipikat Tanah untuk Transmigran di Sukabumi, Wamen Ossy: Ini Pengakuan Negara

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle ATR / BPN
    • visibility 108
    • 0Comment

      Tegarnew.co.id | Jakarta –  Rabu ,18 juli 2025 Setelah lebih dari dua dekade menempati tanah tanpa kepastian hukum, 642 Kepala Keluarga (KK) transmigran di Kabupaten Sukabumi akhirnya menerima Sertipikat Hak Milik (SHM) dari pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sebanyak 1.120 sertipikat diserahkan langsung ke transmigran oleh Menteri Koordinator Bidang […]

  • STOP Press..!!!

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Pimpinan Redaksi
    • visibility 140
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor 10 Mai 2025| Pemberitahuan Bahwa Nama di Bawah Ini: Nama : Sultan Julian Jabata: Wartawan Wilayah: Kota Bekasi Domisilih: Bekasi Kami Selaku Redaksi Media Tegarnews.co.id kini sudah Menyatakan Bahwa Saudara Sultan Julian terhitung tanggal 10 Mai 2025 Bukan lagi sebagai anggota/ wartawan kami (tegarnews). Karena yang bersangkutan tdlah mengundurkan diri tanpa alasan. Kepada Instansi […]

expand_less