Ironis! SDN Gunung Batu Dibiarkan Ambruk! “Disulap” Jadi KDMP
- account_circle Rls/Kendil
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 7
- comment 0 comment

Ruang Kelas SDN Gungung Batu
Tegarnews.co.id – Sukabumi, 8 Juni 2026 | Dunia pendidikan di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kembali dicoreng oleh polemik alih fungsi lahan yang memicu kemarahan warga. Fasilitas pendidikan SDN Gunung Batu yang sempat ambruk dan terbengkalai tanpa penanganan, kini secara mengejutkan berubah wujud menjadi gedung Koperasi Merah Putih.
Kecepatan pembangunan koperasi tersebut dinilai sangat kontras dengan lambatnya—bahkan nihilnya—respon pemerintah setempat dalam memperbaiki ruang kelas demi kelayakan belajar mengajar anak-anak.

Gedung Baru Koperasi Desa Merah Putih
”SDN Gunung Batu ambruk dibiarkan, tapi urusan ‘nyulap’ jadi Koperasi Merah Putih (KMP) Kecamatan Kebonpedes cepatnya minta ampun. Ironis! Atas nama ‘Merah Putih’, tapi hak belajar anak-anak sekolah malah diputus habis. Mau mencerdaskan bangsa atau mau nyari untung di atas puing?” cetus salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat sekitar.
Pendidikan Dikorbankan Demi Omzet?
Berdasarkan pantauan di lapangan, puing-puing bangunan sekolah yang dulunya menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak menuntut ilmu, kini telah bersih. Namun, alih-alih mendirikan kembali ruang kelas yang representatif, di atas tanah tersebut justru dirombak menjadi bangunan Koperasi Merah Putih.
Masyarakat menilai ada kejanggalan besar dalam skala prioritas kebijakan di Kecamatan Kebonpedes. Ketika anggaran untuk perbaikan fasilitas pendidikan selalu membentur alasan “klasik” seperti keterbatasan dana atau birokrasi yang berbelit, proyek alih fungsi menjadi koperasi ini justru berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

Tugu Sekolah Saksi Bisu
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan wali murid mendesak pihak-pihak terkait terutama kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta otoritas Kecamatan Kebonpedes untuk memberikan klarifikasi secara transparan.
Kini warga menuntut kejelasan nasib dan hak belajar anak- anak bangsa yang ingin belajar di SDN Gunung Batu, yang telah dikorbankan demi keuntungan segelintir kelompok.
Jika dibiarkan, kasus ini akan menjadi preseden buruk bahwa urusan mencetak omzet jauh lebih instan dan diprioritaskan ketimbang urusan mencetak masa depan generasi bangsa.[]
- Author: Rls/Kendil
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red




At the moment there is no comment