Breaking News
light_mode
Home » Pemerintahan » Minyakita Dihapus Saat Harga Melejit, MataHukum Desak Reshuffle Menko Pangan dan Mendag

Minyakita Dihapus Saat Harga Melejit, MataHukum Desak Reshuffle Menko Pangan dan Mendag

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month 10 minute ago
  • visibility 3
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 10 Juni 2026 | Kebijakan pemerintah mengeluarkan Minyakita dari paket bantuan pangan demi “menjaga stok pasar” menuai kritik keras. Langkah ini dinilai sebagai pengorbanan terhadap hak masyarakat miskin akibat ketidakmampuan negara mengendalikan rantai distribusi dan harga eceran tertinggi (HET).

Logika Sesat Kebijakan Pangan
Sekretaris Jenderal

MataHukum, Mukhsin Nasir, mengecam keras inkonsistensi ini. Ia menilai regulasi saat ini terlalu berkompromi dengan pasar dan gagal mengeksplorasi instrumen hulu sawit untuk menekan biaya produksi domestik.

“Mengapa rakyat miskin yang harus dikorbankan hak bantuan pangannya hanya karena pemerintah tidak mampu mengendalikan distribusi? Ini logika berpikir yang terbalik. Tugas negara itu memaksa produsen mematuhi Domestic Market Obligation (DMO), bukan malah memotong jatah orang miskin, mereka turun tidak sebetulnya ke pasar pasar cek harga itu minyak naik jauh melebihi HET, harga pangan lain juga ikut naik ini bagaimana” tegas Mukhsin Nasir di Jakarta.

Melihat sengkarut pangan yang tak kunjung usai, Mukhsin mendesak ketegasan Presiden terhadap para pembantunya yang dinilai gagal.

“Jika Menko Pangan dan Menteri Perdagangan tidak mampu menyelesaikan urusan perut rakyat dan terus kalah oleh tekanan pengusaha, Presiden harus mengambil tindakan tegas. Menko Pangan dan Mendag sangat layak untuk di-reshuffle!” ujarnya.

Jalan Pintas Menghindari Mafia

Dihapusnya Minyakita dari bantuan pangan disinyalir menjadi jalan pintas kementerian terkait demi menghindari benturan dengan produsen raksasa terkait realisasi DMO. Padahal, masalah utama di lapangan adalah lemahnya penegakan hukum terhadap penimbunan dan bocornya jalur distribusi sekunder yang membuat harga Minyakita di pasar rakyat kerap melampaui HET.

MataHukum menilai ketersediaan barang di pasar tanpa keterjangkauan daya beli hanya akan menciptakan stabilitas semu yang menyengsarakan kelompok rentan. Oleh karena itu, MataHukum mendesak pemerintah membatalkan rencana ini dan meminta Presiden segera melakukan penyegaran di jajaran menteri ekonomi-pangan demi menyelamatkan hajat hidup orang banyak.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kab. Tangerang Pesta Hotel Rp23 M, Aktivis: BPK Audit Setelah Uang Habis

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 23
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Tangerang, 17 Mei 2026 | Ketua Bidang Anti-Korupsi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Agus Suryaman, melayangkan kritik keras menanggapi pembelaan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, terkait skandal lonjakan anggaran sewa hotel Sekretariat DPRD tahun 2026 yang menembus Rp23,2 miliar. Agus menilai, argumen Ketua DPRD yang berlindung di balik prosedur formal […]

  • Indonesia Gelontorkan Anggaran 16,9 Triliun dari APBN untuk Dewan Perdamaian dan Rekonstruksi Gaza

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Januari 2026| Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan pengumuman penting bahwa Indonesia akan berkontribusi sebesar US$ 1 miliar kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace). Dana yang sangat besar ini akan dialokasikan khusus untuk mendukung upaya perdamaian dunia serta proses rekonstruksi wilayah Gaza, Palestina. Langkah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan Indonesia terhadap nilai kemanusiaan secara global. […]

  • Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai Pedoman Payung Hukum Bagi Umat Pers?

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 10
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Mei 2026 | Delik sengketa pers di Indonesia kian marak diberbagai lini sektor. Bahkan kekuasaan sering menjadikan alat membungkam dan menyumpal suara kritis dengan berbagai cara, hal ini berlangsung sejak era Orde lama dan orde baru hingga era reformasi. Sejak dinyatakan Domisioner oleh Yacob utama sebagai pelaksana harian Dewan Pers saat […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Dramaga Sambang Warga Beri Pesan Dan Himbauan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 121
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Petir Polsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar. Aiptu Andi Riswandi, berusaha menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di lingkungan desa Petir Kec. Dramaga Kab. Bogor, (7/6). Sebagai perpanjangan tangan *Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H., M.H., sesuai arahan dari Bapak Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K, M.H. di wilayah desa binaan […]

  • Bersayembara 10 Juta Rupiah, Antonius Tumanggor Gelar Sosperda no. 7 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Perda no. 6 Tahun 2015 Terkait Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 7 februari 2026| Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos dari Fraksi Partai NasDem gelar sosperda no. 7 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Perda no. 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Sampah, pada Sabtu.(7/2/26) Kegiatan sosperda digelar di Jalan Karya Mesjid Ujung, Kel. Sei Agul tepat kantor Sekretariat DPW Sopo ATRestorasi Bersatu Sumut. Dimana […]

  • FABEM Jawa Timur Dukung KPK Tangkap Khofifah Dalam Kasus Dana Hibah

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Surabaya| Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Timur menyatakan sikap tegas mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus dugaan korupsi dana hibah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. FABEM mendesak agar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dijadwalkan akan diperiksa oleh KPK di Polda Jatim, segera ditangkap jika terbukti terlibat. “Pemanggilan […]

expand_less